Rombongan Diduga Pesilat Rusak Motor & Rumah Warga Gudo di Jombang, Ada yang Terluka
Alga W August 16, 2026 06:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kericuhan terjadi di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026) dini hari.

Rombongan yang diduga dari salah satu perguruan silat terlibat keributan dengan warga hingga masuk ke kawasan permukiman.

Baca juga: Isu Dukungan Istana Mencuat Jelang Muktamar NU, Gus Hans Tegaskan Marwah Rais Aam Harus Dijaga

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut, menyebabkan sejumlah kendaraan dan bagian rumah warga rusak.

Dua warga Desa Plumbon Gambang juga dilaporkan mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit mengatakan, kericuhan bermula ketika sejumlah warga pulang setelah mengikuti kegiatan hiburan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Saat melintas di sekitar gapura desa, tiba-tiba terjadi keributan.

Sejumlah warga kemudian berlari masuk ke kampung untuk meminta pertolongan.

"Saya tidak tahu persis awal kejadiannya karena waktu itu berada di dalam rumah. Setelah terdengar ribut-ribut, saya keluar dan ternyata sudah masuk ke dalam kampung," ucap Nur Wakit kepada TribunJatim.com, Minggu (16/8/2026) siang.

Menurutnya, rombongan yang datang diduga merupakan kelompok perguruan silat yang sebelumnya mengikuti kegiatan di wilayah Jombang.

Rombongan tersebut awalnya terlihat tidak terlalu banyak, tetapi jumlahnya kemudian bertambah.

Nur Wakit memperkirakan, rombongan datang menggunakan ratusan sepeda motor serta sekitar tiga kendaraan jenis truk.

"Rombongan konvoinya memang terlihat seperti rombongan perguruan," ujarnya melanjutkan.

Situasi semakin memanas setelah warga mendengar teriakan meminta bantuan.

Warga yang keluar rumah kemudian mendapati adanya aksi perusakan terhadap kendaraan.

Sejumlah sepeda motor warga diduga dilempari batu paving.

Keributan pun semakin meluas hingga terjadi bentrokan antara warga dan rombongan tersebut.

"Warga akhirnya keluar dan memberikan perlawanan semaksimal mungkin. Situasinya sudah tidak terkontrol karena sudah masuk kampung dan menyerang warga," jelasnya.

Kendaraan rusak dan warga terluka

Kericuhan tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas milik warga mengalami kerusakan, sedikitnya dua sepeda motor mengalami kerusakan.

Selain itu, kaca mobil sedan dan kaca rumah warga juga dilaporkan pecah.

Warga juga menemukan sejumlah pecahan botol di sekitar lokasi kejadian yang diduga merupakan bekas wadah minuman keras.

Selain itu, ditemukan batu serta benda yang menyerupai kembang api atau petasan.

"Kerusakan yang cukup parah ada dua motor dan satu kaca mobil sedan," ungkap Nur Wakit.

Selain kerusakan material, bentrokan tersebut menyebabkan dua warga mengalami luka.

Keduanya yakni Didik Santoso dan Ulum.

Didik mengalami luka pada tangan serta memar di bagian kepala.

Sementara Ulum masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Aura Syifa.

"Yang diketahui mengalami luka ada dua orang, Didi Santoso dan Ulum. Didi sempat dibawa ke Sangkal Putung, sedangkan Ulum masih opname di Rumah Sakit Aura Syifa," terang Nur Wakit.

Pemdes laporkan kejadian ke polisi

Pemerintah Desa Plumbon Gambang telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Pemdes juga melakukan koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengantisipasi gangguan keamanan setelah kericuhan.

Koordinasi tersebut dilakukan hingga sekitar pukul 06.00 WIB.

Nur Wakit menegaskan, pemerintah desa tidak menerima tindakan yang menyebabkan warga menjadi korban.

Ia berharap kejadian tersebut dapat ditangani aparat dan tidak kembali terjadi.

"Kami selaku pemerintah desa jelas tidak menerima kalau warga kami sampai menjadi korban. Karena itu, kejadian ini kami laporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.

Ia juga menyayangkan rombongan yang diduga perguruan silat tersebut sampai memasuki permukiman warga hingga menimbulkan kerusakan dan korban luka.

"Itu yang sangat saya sayangkan. Kenapa sampai masuk ke dalam kampung dan menyerang warga kami," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.