Stok Beras Melimpah, Bulog Ponorogo Kirim Hampir 2.000 Ton ke Luar Pulau Jawa
Samsul Arifin August 16, 2026 06:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ketersediaan beras di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berada dalam kondisi sangat kuat. 

Hingga pertengahan Agustus 2026, stok beras di gudang Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo mencapai sekitar 102.000 ton setara beras.

Jumlah tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan pangan sekaligus memungkinkan pasokan tetap terjaga hingga awal Lebaran 2027.

Kondisi stok yang melimpah membuat Bulog Ponorogo tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan beras di wilayah kerjanya, yakni Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.

Sebagian stok bahkan mulai didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

Baca juga: Reses di Ponorogo, Novita Hardini Serap Aspirasi Warga, Dorong Ekonomi Desa Lewat Pisang Cavendish

Hampir 2.000 Ton Beras Dikirim ke Luar Pulau Jawa

Daerah yang menerima pasokan dari Bulog Ponorogo antara lain Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sumatera Utara.

Dalam beberapa bulan terakhir, hampir 2.000 ton beras telah dikirim dari Ponorogo ke sejumlah wilayah tersebut.

“Bahkan kemarin kami dapat permintaan dari beberapa Bulog yang lain, yaitu kemarin kita sudah mulai jalan ke Papua, kemudian ke Maluku, dan NTT, bahkan Sumatra Utara,” ungkap Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, Minggu (16/8/2026).

Permintaan dari Bulog wilayah lain itu pun sudah dikirimkan beras dari Kancab Bulog Ponorogo. Lantaran kondisi di Ponorogo ini sangat surplus.

“Kemarin beberapa bulan ini saja sudah hampir sekitar 2.000 ton sudah fix kita kirimkan ke wilayah tersebut (Papua, Maluku, NTT, Sumut),” tegasnya.

Stok Beras Diklaim Aman hingga Lebaran 2027

Meski sebagian stok didistribusikan ke luar daerah, Budiwan memastikan kondisi persediaan beras di gudang Bulog Ponorogo tetap aman.

Jumlah stok yang tersedia saat ini dinilai cukup untuk menjaga kebutuhan wilayah kerja Bulog Ponorogo dalam jangka panjang.

“Kalau dengan jumlah stok kami yang banyak, sangat terjamin, aman. Karena perkiraan itu sudah kami prediksikan,” papar Budiwan saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

Menurutnya, perhitungan kebutuhan stok juga dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah pusat. Bulog memiliki batas aman persediaan yang menjadi acuan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Dari pusat pun juga sudah memberikan alarm, misalnya kan nanti ini batasnya berapa sudah ada. Jadi memang itu sudah ada perhitungan dari pusat juga,” paparnya.

Stok Tertinggi Sepanjang Berdirinya Bulog Ponorogo

Budiwan menerangkan, stok sekitar 102.000 ton setara beras tersebut merupakan jumlah terbanyak sepanjang Kancab Bulog Ponorogo berdiri.

Kondisi serupa juga tercermin secara nasional. Saat ini, stok beras Indonesia disebut mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Melimpahnya stok beras tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya peningkatan mekanisasi di sektor pertanian.

Budiwan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan).

“Juga memang sekarang juga mulai banyak pompanisasi, terus ada beberapa kali musim tanam dalam setahun. Ada yang sampai empat kali. Nah, itu juga mempengaruhi. Mungkin dari mekanisasi juga pengaruh,” tegasnya.

Serapan Beras Capai 99 Persen

Selain dipengaruhi peningkatan produksi, kondisi stok Bulog Ponorogo juga tidak terlepas dari tingginya serapan beras sepanjang 2026.

Hingga pertengahan Agustus 2026, serapan beras Bulog Ponorogo telah mencapai sekitar 78.500 ton dari target pemerintah sebesar 79.200 ton.

Artinya, capaian serapan tersebut sudah mencapai sekitar 99 persen dari target yang ditetapkan.

“Dari target 79.200 ton, sudah tercapai sekitar 78.500 ton. Dan mungkin sampai akhir tahun, insya Allah kami bisa mencapainya. Jadi sudah 99 persen,” kata Budiwan.

Antisipasi Kemarau Panjang dan El Nino

Bulog Ponorogo juga menyiapkan stok tersebut untuk menghadapi potensi perubahan kondisi cuaca, termasuk ancaman El Nino 2026 yang diperkirakan memasuki kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat.

Fenomena tersebut diproyeksikan menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih kering dan panjang, terutama pada Agustus dan September.

Dengan kondisi tersebut, ketersediaan stok menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pasokan beras di tengah potensi gangguan produksi akibat kondisi cuaca.

“Kemudian dapat kami sampaikan juga bahwa terkait dengan kondisi saat ini, insya Allah kita siap menghadapi terkait dengan kondisi stok ya. Jadi stok sangat aman, kemudian serapan juga sangat bagus, kondisi stok kami juga baik,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.