TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beberapa warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menilai bahwa kemerdekaan Indonesia sejauh ini masih sebatas bebas dari penjajahan secara fisik dan belum menyentuh aspek substansi seperti kesejahteraan maupun keadilan bagi masyarakat.
Sutono (nama samaran), warga Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, berujar bahwa Bangsa Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan. Namun, kemerdekaan secara substansi masih menjadi persoalan yang dirasakan berbeda-beda oleh setiap warga negara.
"Bagi masyarakat yang sudah berkecukupan atau memiliki jabatan, persoalan kesejahteraan ekonomi mungkin bukan menjadi masalah besar. Namun, hingga saat ini masih banyak rakyat yang untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja harus berjuang dan bekerja keras ke sana kemari," ucapnya, kepada Tribunjogja.com, Minggu (16/8/2026).
Ia pun mempertanyakan apakah amanat UUD 1945 benar-benar sudah diamalkan dan dijalankan secara konsisten.
Sebab, apabila nilai-nilai dan amanat UUD 1945 benar-benar dilaksanakan, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan kemakmuran, maka seharusnya manfaat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Jadi, menurut saya, kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari kemiskinan, ketidakadilan, dan ketidakberdayaan," papar dia.
Senada, Ridwan (nama samaran), warga Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, menilai, memasuki usia 81 tahun Kemerdekaan Indonesia, seharusnya Indonesia sudah dapat tumbuh dan berkembang pesat layaknya Korea Selatan.
"Kita berkaca saja dari negara di Korea Selatan yang merdekanya tidak jauh berbeda dari kita. Mereka merdeka pada 15 Agustus 1945, tetapi sekarang tingkat kesejahteraan masyarakatnya jauh lebih tinggi dibanding kita," kata dia.
Ia memahami bahwa luas negara di Korea Selatan lebih kecil dibanding Indonesia, tetapi negara tersebut setidaknya memiliki nominal gaji pekerja yang lebih baik dibanding Indonesia. Bahkan, para pekerja tidak merasa tercekik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil pendapatan kerja.
"Kembali ke kita lagi. Kita lihat saat ini, gaji pekerja khususnya buruh, sangat pas-pasan. Saya sendiri saja, tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup kalau hanya mengandalkan gaji satu pekerjaan. Saya harus punya pekerjaan sampingan untuk menutup kebutuhan hidup. Artinya, tentu kita sudah merdeka dari penjajah, tetapi belum dari kesejahteraan yang merata," ujar dia.(nei)