Bukan Sekadar Durasi, Format 2x20 Menit TPAAF 2026 Solo Series Bikin Pelatih Leluasa Atur Strategi
Putradi Pamungkas August 16, 2026 06:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penerapan aturan 2x20 menit di Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) Solo Series 2026 memberi ruang lebih luas bagi pelatih untuk menerapkan strategi, mengatur rotasi, sekaligus menguji skema permainan tim.

Durasi pertandingan yang lebih panjang dinilai membuat pemain tidak terburu-buru menjalankan instruksi di lapangan.

Pelatih SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar, Tony Anang, menjadi salah satu yang mengapresiasi format tersebut.

Menurutnya, durasi 20 menit dalam setiap babak sangat membantu pelatih dalam mengembangkan aspek taktikal tim.

"Bagus banget. Soalnya sangat jarang banget turnamen di Solo maupun di Jawa Tengah, 20 menit itu sangat enak banget buat taktikal, buat rotasi pemain. Biasanya di Solo itu 10 menit per babak. Dan beda banget dari anak-anak menyesuaikan diri di lapangan, rasa tergesa-gesa karena waktu terus berjalan," urai Tony, Sabtu (15/8/2026).

Durasi Lebih Panjang, Strategi Bisa Dijalankan

Aturan 2x20 menit diterapkan dalam kompetisi TPAAF 2026 Seri Solo yang berlangsung di GOR UTP Karanganyar, Jawa Tengah mulai Selasa (11/8/2026) hingga Selasa (18/8/2026).

Bagi Tony, tambahan waktu bermain bukan sekadar membuat pertandingan berlangsung lebih lama.

Durasi tersebut memberikan kesempatan kepada pelatih untuk mengimplementasikan strategi yang telah disiapkan sebelum pertandingan.

Dalam permainan futsal, perubahan situasi berlangsung cepat. Karena itu, waktu pertandingan yang lebih panjang memberi kesempatan pemain untuk memahami instruksi, beradaptasi dengan permainan lawan, serta menjalankan skema yang sudah dilatih.

Format tersebut juga memungkinkan pelatih melakukan rotasi pemain dengan lebih leluasa tanpa merasa terlalu dikejar waktu.

PANAS - Aksi pemain SMK Warga Surakarta dan SMAN 4 Surakarta saat duel sengit TPAAF Solo Series 2026 Day 2 di GOR UTP Surakarta, Rabu (12/8/2026). SMK Warga Solo menunjukkan semangat pantang menyerah hingga mampu menyamakan kedudukan pada awal babak kedua.
PANAS - Aksi pemain SMK Warga Surakarta dan SMAN 4 Surakarta saat duel sengit TPAAF Solo Series 2026 Day 2 di GOR UTP Surakarta, Rabu (12/8/2026). Penerapan aturan 2x20 menit di TPAAF 2026 memberi ruang lebih luas bagi pelatih untuk menerapkan strategi, mengatur rotasi, sekaligus menguji skema permainan tim. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Pelatih Bisa Lebih Maksimal Mengatur Rotasi

Tony menilai rotasi menjadi salah satu aspek yang sangat terbantu dengan penerapan waktu 20 menit per babak.

Dengan durasi pertandingan yang lebih panjang, pemain memiliki kesempatan untuk tampil lebih lama.

Di sisi lain, pelatih dapat mengatur pergantian pemain sesuai kebutuhan pertandingan dan strategi yang ingin diterapkan.

Hal ini berbeda dengan pertandingan berdurasi lebih singkat.

Ketika waktu permainan terbatas, pemain cenderung harus bergerak cepat dan beradaptasi dalam tekanan waktu.

Kondisi tersebut dapat membuat pelatih memiliki ruang yang lebih terbatas untuk mengembangkan skema permainan secara bertahap.

Baca juga: Anthem Putih Abu-Abu Is The Best Karya Bongky BIP, Perdana Berkumandang di TPAAF Solo Series

Pemain Tidak Terlalu Tergesa-gesa

Selain aspek taktikal dan rotasi, Tony juga melihat adanya pengaruh terhadap cara pemain beradaptasi di lapangan.

Durasi 10 menit per babak yang umum digunakan dalam sejumlah turnamen membuat pemain harus segera menyesuaikan diri dengan pertandingan.

Situasi tersebut bisa memunculkan rasa tergesa-gesa karena waktu terus berjalan.

Sebaliknya, format 2x20 menit memberikan waktu yang lebih panjang bagi pemain untuk membaca permainan dan menjalankan arahan pelatih.

Dengan demikian, strategi yang diberikan tidak hanya menjadi instruksi sebelum pertandingan, tetapi dapat benar-benar diterapkan dan dievaluasi selama pertandingan berlangsung.

Baca juga: SMAN Kebakkramat Bersua SMA Wali Songo di Final TPAAF 2026 Solo: Kami 100 Persen Siap

Format 2x20 Menit Dapat Bantu Pembinaan Pemain Muda

Apresiasi terhadap aturan ini juga sebelumnya disampaikan sejumlah pelatih peserta TPAAF 2026.

Pelatih SMA Negeri 3 Solo, Sabdoadi Dany Saputro, menilai durasi 20 menit per babak membantu pemain muda mendapatkan lebih banyak jam terbang.

"Saya sebagai pelatih senang banget dan sangat support karena memang level anak-anak ini masih grassroot dan butuh jam terbang sangat banyak. Jadi waktu 20 menit (per babak) sangat membantu anak untuk berkembang," ungkap Sabdoadi.

"Kebanyakan turnamen 10 menitan per babak. Kalau 20 menit semua bisa bermain lebih lama lagi," lanjutnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.