UT Kupang Bekali Mahasiswa Baru di Sumba Timur tentang Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
Adiana Ahmad August 16, 2026 06:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Universitas Terbuka Aatau UT Kupang menggelar kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (15/8/2026).

Layanan ini diberikan untuk membekali mahasiswa baru tentang Sistem Kuliah Jarak Jauh.

Pengajar UT Kupang, Dr. Imelda Paulina Soko, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap semester bagi mahasiswa baru.

Ia menyebutkan, lebih dari 160 mahasiswa mengikuti kegiatan LPKBJJ yang dilaksanakan di Aula SMAN 1 Waingapu tersebut.

“Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh ini untuk mahasiswa Universitas Terbuka Kupang di Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan ini selalu diadakan tiap semester untuk mahasiswa baru,” kata Imelda kepada Pos Kupang.

Baca juga: UT Kupang Peragakan Tarian Rabeka di Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya

Pengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu menjelaskan, layanan pendukung belajar tersebut dibuat agar mahasiswa memahami sistem belajar di UT Kupang sehingga mereka tidak mengalami kesulitan saat berkuliah.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan meliputi langkah awal kuliah, pengenalan sistem akademik hingga strategi dan keterampilan belajar mandiri agar sukses menjalani perkuliahan jarak jauh.

“Kami berikan kegiatan ini supaya mahasiswi tahu sistem belajar di UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh itu apa, kemudian layanan yang diberikan UT khususnya layanan online seperti apa, sehingga mahasiswa tidak mengalami kesulitan saat kuliah,” jelasnya.

Kuliah fleksibel

Imelda mengatakan, salah satu keuntungan mengikuti kuliah jarak jauh di UT Kupang adalah mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dari mana saja.

Baca juga: FEATURE: Capacity Building UT Kupang Tahun 2026 di TTS, Lindriyani Mangi Terharu Jadi Best Employ

“Perkuliahan fleksibel, mahasiswa tidak harus datang ke gedung atau tempat kuliah. Mahasiswa bisa kuliah dari mana saja,” sebutnya.

Selain itu, biaya perkuliahan juga terhitung murah dengan sistem uang kuliah tunggal. Di dalamnya juga sudah termasuk Buku Materi Pokok (BMP).

“Di UT dari segi biaya juga cukup murah karena mahasiswa ketika membayar SPP itu mereka sudah menggunakan sistem UKT, sudah termasuk dengan BMP,” katanya.

Imelda mengatakan, meski banyak kemudahan, mahasiswa UT tetap dituntut untuk mampu mengelola waktu dan mandiri dalam belajar.

Perkuliahan yang serba sistem online, lanjut dia, memaksa mahasiswa untuk disiplin sehingga bisa lulus tepat waktu.

“Kalau mahasiswa terlambat unggah atau ada kendala lain itu tidak ada dispensasi atau kelonggaran karena semuanya sudah tersistem,” ujar dia.

Baca juga: Capacity Building UT Kupang Tahun 2026 Sukses Digelar di TTS, Begini Tanggapan Peserta

Sebagai informasi, saat ini terdapat dua Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) di Sumba Timur, yakni Salut Waingapu dan Salut Sumba Timur.

Adapun mahasiswa tahun 2026 ini berasal dari berbagai latar belakang. Umumnya mereka sudah bekerja di sektor swasta, BUMN dan ASN Pemda.

“Satu tahun terakhir banyak juga dari gen Z. Mereka baru lulus SMA dan masuk ke UT,” tambah dia.

Salah satu mahasiswa baru UT Kupang, Merlina Mburu Hulu Uma, mengaku senang hadirnya UT Kupang di Kota Waingapu.

Ia senang karena di usianya yang 36 tahun, ia bisa berkuliah untuk menambah ilmu pengetahuan tanpa melepaskan pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga.

“Di UT kita bisa kerja sambil kuliah,” ungkap penenun ikat Kaliuda ini. Di UT Kupang, ia memilih jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Hal yang sama juga disampaikan Arinta (36). Meski sudah bekerja di perusahaan swasta di Waingapu, ia memilih kuliah karena dinilainya penting untuk menambah pengalaman belajar.

“Apalagi di UT inikan tidak ada batasan umur,” katanya. (dim)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.