Lazada Hadirkan Fitur AI, Permudah Seller Kelola Listing Produk
Ida Bagus Artha Kusuma August 16, 2026 06:35 PM

nextren.com - Lazada Indonesia menghadirkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu seller membuat dan mengoptimalkan listing produk di platform e-commerce. Dalam keterangan tertulis pada 6 Agustus 2026, perusahaan menyebut AI dapat digunakan untuk mempercepat penyusunan judul, deskripsi, atribut, kata kunci, hingga perbaikan visual produk.

Dua fitur yang menjadi sorotan adalah AI Smart Listing dan AI Smart Product Optimisation. AI Smart Listing dapat membantu mengisi atribut produk berdasarkan gambar atau kata kunci, sedangkan AI Smart Product Optimisation menganalisis listing yang sudah ada dan menunjukkan bagian yang masih bisa ditingkatkan, mulai dari judul, deskripsi, sampai gambar.

Menurut Lazada, fitur tersebut ditujukan untuk mengurangi pekerjaan rutin seller ketika mengelola toko online. Listing yang lebih lengkap dan relevan juga dinilai dapat membantu konsumen memahami produk dengan lebih cepat sebelum membuat keputusan pembelian.

"Listing produk bukan sekadar menampilkan barang yang dijual, tetapi menjadi kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produknya," kata Amelia Tediarjo, Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia.

AI untuk visual, kata kunci, dan efisiensi

Lazada menyebut AI dapat digunakan setidaknya untuk tiga kebutuhan utama seller. Pertama, memperbaiki visual produk, misalnya dengan merapikan latar belakang gambar agar terlihat lebih bersih. Kedua, menyesuaikan judul, deskripsi, dan kata kunci dengan tren pencarian agar produk lebih mudah ditemukan. Ketiga, memangkas pekerjaan repetitif sehingga seller bisa lebih fokus pada pengembangan produk, layanan pelanggan, dan strategi penjualan.

Dorongan tersebut sejalan dengan riset Lazada dan Kantar bertajuk "Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia." Dalam materi Lazada Indonesia, 90 persen seller Indonesia yang disurvei menilai AI penting untuk meningkatkan produktivitas, sedangkan 50 persen masuk kategori AI Aspirants, yakni seller yang sudah mengadopsi AI pada sebagian proses tetapi belum secara menyeluruh.

Laporan regional Lazada-Kantar yang diterbitkan pada April 2025 memberi konteks lebih luas. Survei terhadap 1.214 seller di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam menunjukkan tingkat adopsi AI aktual rata-rata baru mencapai 37 persen dari fungsi bisnis. Indonesia dan Vietnam menjadi yang tertinggi dengan tingkat adopsi sekitar 42 persen.

Data tersebut menunjukkan adanya jarak antara antusiasme terhadap AI dan penerapannya dalam operasional sehari-hari. Secara regional, seller merasa telah menggunakan AI pada 47 persen aktivitas bisnis, sementara pengukuran Lazada-Kantar menunjukkan angka aktualnya baru 37 persen.

Laporan yang sama mencatat 64 persen seller menyatakan kepuasan tinggi terhadap AI Smart Listing. Fitur tersebut diklaim dapat mengurangi waktu pembuatan listing sekaligus meningkatkan kualitas konten. Lazada juga memiliki perangkat AI lain seperti Business Advisor untuk analitik, Sponsored Solutions untuk iklan, AI Selling Points, serta asisten percakapan LISA.

Kesenjangan adopsi menjadi alasan Lazada tidak hanya mengandalkan perangkat lunak. Perusahaan juga mempertahankan Lazada University dan program pelatihan seller. Lazada Seller Creator Camp yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026, misalnya, akan membahas strategi pemasaran, branding, dan fotografi produk.

Persaingan marketplace mulai masuk ke AI

Langkah Lazada muncul ketika kompetisi e-commerce mulai bergerak ke penggunaan AI untuk sisi seller maupun pembeli. Pada Juni 2026, Sea dan OpenAI mengumumkan rencana membawa ChatGPT for Business ke ekosistem seller Shopee. Teknologi itu akan digunakan antara lain untuk membuat listing dan materi pemasaran, memperbaiki alur layanan pelanggan, serta mengotomatisasi sebagian operasi bisnis.

Perkembangan tersebut menunjukkan persaingan marketplace tidak lagi hanya bertumpu pada promosi, ongkos kirim, atau program afiliasi. Kemampuan platform menyediakan AI yang dapat memangkas pekerjaan seller dan meningkatkan kualitas katalog mulai menjadi bagian dari kompetisi teknologi e-commerce.

Namun, klaim mengenai dampak AI terhadap penjualan tetap perlu dibaca secara hati-hati. Dalam siaran pers Lazada Indonesia, perusahaan belum memaparkan angka peningkatan conversion rate, click-through rate, maupun penjualan seller setelah menggunakan AI Smart Listing atau AI Smart Product Optimisation. Data yang tersedia lebih banyak menunjukkan manfaat pada efisiensi proses dan kualitas listing.

Karena itu, tolok ukur keberhasilan AI Lazada bukan sekadar seberapa cepat teknologi tersebut dapat menulis deskripsi atau memperbaiki foto. Bagi seller, pertanyaan terpenting tetap sama: apakah AI benar-benar membuat produk lebih mudah ditemukan, meningkatkan konversi, dan menghemat biaya operasional secara konsisten. Jika manfaat itu dapat dibuktikan dengan data, AI berpeluang berubah dari fitur pelengkap menjadi salah satu alat kerja utama seller e-commerce.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.