Juara Turnamen MKGR Open Padel 2026 Donasikan Uang Pembinaan untuk Korban Gempa NTT
TRIBUNNEWS.COM - Turnamen padel bertajuk MKGR Open Padel 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari di Aera Padel Halim, Jakarta Timur.
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut melahirkan Sinta Widyana-Zulfikar sebagai juara Mix Doubles dan Jojo Sujono-Riza Pahlevi sebagai kampiun Men's Doubles.
Pada kategori Mix Doubles, Sinta Widyana dan Zulfikar keluar sebagai juara pertama setelah menuntaskan persaingan di kategori tersebut.
Posisi runner-up ditempati pasangan Umar Aryo Seno dan Tiyas Fauzia.
Sementara di Men's Doubles, pasangan Jojo Sujono dan Riza Pahlevi berhasil merebut gelar juara. Indra Ahmad dan Nicolas Andreano finis sebagai runner-up.
Ketua Umum DPP Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Dr H Wihaji SSos MSi, hadir dalam seremoni penutupan.
Ia mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas negara.
Wihaji memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah bertanding selama dua hari.
Menurutnya, hasil pertandingan merupakan bagian penting dari sebuah kompetisi, tetapi nilai yang tidak kalah penting adalah sportivitas dan kebersamaan yang terbangun selama turnamen.
“Selamat kepada para pemenang. Wajahnya berseri walaupun capek. Insya Allah capeknya hilang ketika mendapatkan piala,” ujar Wihaji dikutip Minggu (16/8/2026).
Ia menilai padel menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat mempertemukan berbagai kalangan sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi.
“Semangatnya adalah kolaborasi, kemudian persatuan-kesatuan, kebersamaan, gotong royong, saling membahu seperti main padel tadi. Kerja sama antara dua belah pihak, saling pukul, berbagai macam pukulan, tetapi hasilnya bagus,” katanya.
Selain mengumumkan para juara, penutupan Ormas MKGR Open Padel 2026 juga menjadi momentum untuk menentukan arah penyelenggaraan turnamen berikutnya.
Wihaji mengungkapkan, gelaran 2027 direncanakan berpindah dari Jakarta ke Jawa Barat. Keputusan tersebut berkaitan dengan keberhasilan Jawa Barat meraih predikat juara umum pada penyelenggaraan tahun ini.
“Insya Allah tahun depan tuan rumahnya tidak di Jakarta. Karena Jawa Barat juara umum, maka tahun depan kita putuskan piala bergilirnya di Jawa Barat,” kata Wihaji.
Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat dipersiapkan lebih awal sehingga kualitas kompetisi dan jumlah peserta dapat semakin berkembang.
Bagi Wihaji, keberlanjutan turnamen olahraga seperti padel juga sejalan dengan upaya MKGR menghadirkan kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harus ada kegiatan-kegiatan yang baru, tidak hanya rapat-rapat saja. Kita bikin kegiatan yang memberikan semangat suasana kebatinan anak muda, Gen Z,” ujarnya.
Ia membuka kemungkinan MKGR memperluas kegiatan olahraga ke berbagai cabang, mulai dari lari, sepak bola hingga olahraga yang bersifat kerakyatan.
“Next time tidak hanya padel. Padel bisa, nanti run bisa, bisa sepak bola plastik juga, ala-ala kampung, olahraga-olahraga kerakyatan,” tutur Wihaji.
Di tengah perayaan keberhasilan para atlet, penutupan turnamen juga diwarnai kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wihaji menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya warga Flores. Ia mengajak keluarga besar MKGR di daerah tersebut untuk segera bergerak membantu masyarakat.
“Walaupun kita kegiatan yang menyenangkan, karena tadi pagi ada kejadian gempa di Nusa Tenggara Timur, maka saya selaku Ketua Umum dan keluarga besar Ormas MKGR berbela sungkawa, ikut prihatin dan berduka atas peristiwa gempa di Nusa Tenggara Timur, di Flores,” ujar Wihaji.
Ia juga menyatakan akan memberikan dukungan agar jajaran MKGR di NTT dapat ikut melakukan penanganan dan membantu warga terdampak.
“Saya nanti akan menyumbang untuk MKGR yang ada di Nusa Tenggara Timur biar bisa mengeksekusi warga kita yang ada di Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Wihaji meminta koordinasi dengan pengurus MKGR NTT dilakukan secepatnya agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Lebih cepat lebih baik. Saya berharap mulai besok Ormas MKGR yang ada di wilayah tersebut bisa bergerak, bahu-membahu kerja sama dengan yang lain untuk membantu masyarakat yang ada di Nusa Tenggara Timur,” ucapnya.
Kepedulian tersebut juga datang langsung dari para juara. Daniel Muttaqien, selaku Sekretaris MKGR, menyampaikan bahwa seluruh uang pembinaan yang diterima juara pertama, baik dari kategori Mix Doubles maupun Men's Doubles, dipersembahkan untuk donasi bagi korban gempa NTT.
“Semua uang pembinaan dari kami, juara satu, baik Mix Doubles atau Men's Doubles, semua untuk donasi NTT,” ungkap Daniel.
Dana tersebut kemudian diserahkan kepada pengurus MKGR NTT untuk membantu penanganan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Pernyataan tersebut mendapat sambutan dari para hadirin.
Wihaji menegaskan, keberadaan turnamen tidak semata-mata diukur dari siapa yang membawa pulang trofi. Kompetisi juga diharapkan menjadi ruang untuk memperluas jaringan pertemanan, membangun sportivitas, serta mempererat silaturahmi.
Karena itu, ia mendorong MKGR untuk terus menghadirkan kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Menurutnya, organisasi perlu mengikuti perkembangan zaman dan memahami kegiatan yang diminati generasi muda.
“MKGR harus bertransformasi, mengerti kebutuhan suasana kebatinan rakyat Indonesia yang saya kira butuh kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, disentuh masyarakatnya, didengarkan curhatnya,” tutur Wihaji.
Pendekatan tersebut, lanjut dia, dapat dilakukan melalui kegiatan olahraga maupun aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Sebagai organisasi pendiri Partai Golkar, MKGR dinilai memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Keberhasilan penyelenggaraan turnamen selama dua hari juga mendapat apresiasi dari Wihaji. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panitia Ormas MKGR Open Padel 2026, Bambang Hermanto (Bahar), beserta seluruh jajaran panitia.
“Terima kasih kepada Ketua Panitia, luar biasa dua hari nongkrongin. Bang Bambang Hermanto, sukses, luar biasa,” katanya.
Menurut Wihaji, kelancaran turnamen tidak terlepas dari kerja sama antara panitia, peserta, pengurus MKGR, sponsor, serta para tamu undangan.
Penutupan turnamen turut dihadiri sejumlah senior dan kader Partai Golkar, pengurus MKGR, anggota DPR RI, serta sejumlah tokoh. Di antaranya Menteri P2MI Mukhtaruddin, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fahd Arafiq, Lukman, Nusron, Afriansyah Noor, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, serta jajaran pengurus MKGR dari berbagai daerah.
Dengan berakhirnya Ormas MKGR Open Padel 2026, persaingan tahun ini ditutup dengan keberhasilan Sinta Widyana-Zulfikar dan Jojo Sujono-Riza Pahlevi menjadi juara pada kategori yang dipertandingkan.
Di sisi lain, turnamen juga meninggalkan pesan solidaritas. Trofi menjadi simbol prestasi di lapangan, sementara keputusan para juara mendonasikan uang pembinaan untuk korban gempa NTT menjadi bentuk kepedulian di luar arena pertandingan.
Wihaji kemudian secara resmi menutup Ormas MKGR Open Padel 2026.
“Dengan membaca alhamdulillah, maka Ormas MKGR Open 2026 secara resmi saya tutup. Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ucapnya.