Nominal upah Susana tersebut langsung memicu perbincangan publik karena dinilai tidak sebanding dengan harga pasaran.
Keraguan publik itu akhirnya terjawab setelah video lama tentang kehidupan keluarga Susanah kembali beredar luas.
Baca juga: Bukan Pengupas Bawang, Inilah Pekerjaan Asli Susanah yang Viral Usai Prabowo Pidato
Dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden dan penjelasan Komdigi, terungkap fakta yang berbeda.
Perempuan berusia 38 tahun tersebut ternyata bekerja sebagai buruh jahit kain majun lepas.
Kehidupan sehari-hari Susanah tergolong sangat sederhana.
Ia tinggal bersama suaminya, Didim, serta seorang anak laki-laki.
Setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga siang hari, Susanah sibuk menjahit kain majun dari pengepul.
Seluruh peralatan dan mesin jahit yang digunakannya merupakan milik bos pemilik bahan.
Dari pekerjaan menjahit tersebut, Susanah menerima upah sebesar Rp700 per kilogram.
Dalam sehari, ia rata-rata mampu menyelesaikan jahitan hingga 20 kilogram kain.
Pendapatan harian yang dibawanya pulang hanya berkisar belasan ribu rupiah.
“Alhamdulillah ya meskipun sehari 20 kilogram ngejahit, 20 x Rp700 kan cuma berapa ya, Rp14 ribu. Ya Alhamdulillah saja buat hitung-hitung uang taruh uang simpanan, nanti kalau nggak ada uang jajan tinggal minta begitu,” ujar Susanah.
Jumlah pekerjaan yang diterimanya bisa meningkat saat hari libur tiba.
Ketika pasokan bahan dari pengepul melimpah, Susanah bersama para tetangganya dapat menyelesaikan hingga 50 ikat atau 50 kilogram kain per hari.
Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Saat itu, Susanah hadir dan menengarkan langung pidato Presiden.
Berbaju nuansa adat lengkap dengan mahkota berwarna keemasan, Susanah diperkenalkan sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah mencapai Rp700 ribu per kilogram.
"Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo, Jumat, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Susanah juga merupakan penerima bantuan sosial (bansos) yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Kedua bansos itu membantu keluarga serta pendidikan anak-anak Susanah.
"Program Keluarga Harapan dan Program Sembako menjaga pendidikan anak-anaknya," imbuhnya
Sementara itu, pihak Istana turut merespons perbincangan di media sosial mengenai pernyataan Presiden tentang upah Susanah yang mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Pasalnya, penggalan video itu kemudian banyak diedit oleh masyarakat lalu dibagikan ke medsos dan dikomentari ribuan warganet.
Video tersebut mempertanyakan apakah nominal tersebut merupakan fakta di lapangan atau sebatas kesalahan penyebutan data.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi menyatakan pihaknya akan memverifikasi kebenaran data tersebut.
Sebaliknya, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan teknis secara rinci.
"Nanti kita cek ya," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Pemerintah, kata Prasetyo, berjanji akan menelusuri kembali angka pasti yang dibacakan dalam pidato tersebut.
"Kalau detailnya kita cek," pungkasnya.