BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Usulan gelar Pahlawan Nasional terhadap Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin mendapat dukungan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan.
Usulan tersebut diperjuangkan PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Tim Ad Hoc yang diketuai Ki Bambang Widodo. Pembentukan tim itu merupakan tindak lanjut keputusan Konferensi Provinsi PWI DIY 2025.
Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie berharap perjuangan tersebut dapat membuahkan hasil sehingga Udin mendapat pengakuan negara atas kiprahnya sebagai wartawan.
“PWI Kalsel mendukung langkah yang dilakukan PWI DIY agar menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional terwujud. Bentuk penghargaan negara terhadap wartawan,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Musim Kemarau, Pasokan Ikan Sungai di Pasar Palam Banjarbaru Melimpah, Harga Pun Miring
Ia juga mendukung PWI DIY yang memperjuangkan pengungkapan kasus kematian Udin secara jelas.
Menurutnya, kebenaran dalam jurnalistik tidak mengenal kedaluwarsa. Ia mengatakan, kasus Udin tetap penting untuk diungkap meski telah berlangsung puluhan tahun.
“PWI Kalsel mengapresiasi dan mendukung PWI DIY terus mengungkap kebenaran kasus kematian Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin secara jelas. Apalagi mengungkap kebenaran dalam jurnalistik tidak mengenal kedaluwarsa,” ujarnya
Udin merupakan wartawan Harian Bernas yang meninggal pada 16 Agustus 1996 setelah dianiaya di rumahnya di Bantul, Yogyakarta. Kasus kematiannya hingga kini belum terungkap secara tuntas dan menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah kekerasan terhadap wartawan di Indonesia. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)