BEM UI Sentil Aparat: Bendera Bulan Bintang Diributkan, Nasib Korban Bencana Aceh Malah Dilupakan
Desy Selviany August 16, 2026 09:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Langkah aparat merespons pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh dinilai terlalu berlebihan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). 

​Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan (Athof), menegaskan bahwa tradisi tahunan tersebut sebenarnya sudah diatur secara resmi dalam MoU Helsinki. 

​"Kalau pengibaran bendera Bulan Bintang itu kan sebenarnya tercantum juga dalam MoU Helsinki, perayaan hari kemerdekaan mereka tiap tahun selalu terjadi seperti itu,” kata Athof, Minggu (16/8/2026).   

“Tapi kenapa sekarang menjadi berbeda dan berlebihan dari rezim serta aparat menanggapinya?" tanyanya.  

​Pemerintah dinilai salah fokus karena justru mengabaikan pemulihan nasib warga Aceh yang masih sengsara akibat bencana hingga hampir sepuluh bulan lamanya. 

​Proses perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, hingga hunian layak bagi korban bencana di Aceh dilaporkan masih sangat lambat dan jauh dari kata selesai. 

​Kritik tajam BEM UI tidak hanya berhenti di Aceh, tetapi juga menyasar respons amarah masyarakat di jalanan saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di DPR. 

Baca juga: Pertanyakan Kemerdekaan, BEM UI Siapkan Gelombang Aksi Massa di Bundaran HI 

​Aksi klakson serentak yang dilayangkan para pengguna jalan menjadi simbol kejengkolan rakyat terhadap jajaran pejabat negara yang dinilai makin jauh dari realita kehidupan. 

​"Nah itulah, karena yang terjadi sekarang rezim ini, termasuk Presiden, tuli kepada kenyataan dan tuli kepada keresahan publik," tegasnya.  

​Masyarakat kini berada di titik terpuruk karena tetap diwajibkan membayar pajak tinggi meski harus menanggung sendiri biaya pendidikan dan kesehatan yang kian mencekik. 

​Athof mengingatkan bahwa pajak merupakan kontrak sosial antara negara dan warga, sehingga pelanggaran atas komitmen tersebut akan merusak kepercayaan rakyat secara mendasar. 

​Menyikapi gelombang kekecewaan ini, BEM UI mengisyaratkan siap mengadopsi berbagai aksi kreatif, termasuk gaung klakson massal pada gelombang demonstrasi mahasiswa berikutnya. 

​"Harapannya nanti pas aksi, mahasiswa bukan mewakili rakyat, tapi mahasiswa adalah bagian dari rakyat sehingga dapat bersama-sama bahu-membahu menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan," pungkasnya. (m38) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.