Klarifikasi Susanah usai Disebut Prabowo Sebagai Pengupas Bawang Berupah Rp700 Ribu per Kg
Ricky Jenihansen August 16, 2026 10:41 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nama Susanah (38), warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak ramai dibicarakan setelah Presiden Prabowo memperkenalkannya dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susanah sebagai buruh harian yang bekerja mengupas bawang merah dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

"Hari ini hadir bersama kita ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu perkilogram. Program keluarga harapan dan program sembako membantu menjaga anak-anaknya," ungkap Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik, terutama mengenai nominal upah Rp700 ribu per kilogram.

Di media sosial, netizen ramai menghitung kemungkinan pendapatan Susanah jika mampu mengupas bawang merah dalam jumlah tertentu setiap hari.

Jika mampu mengupas 10 kilogram bawang merah per hari, misalnya, pendapatan yang dihitung mencapai Rp7 juta sehari.

Perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan penghasilan sejumlah pekerja lainnya.

"Prabowo spill ada buruh bawang. Namanya Ibu Susana, buruh harian kupas bawang, upahnya Rp700.000 per kilogram. Kalau bisa 10 kg, artinya sehari dapat Rp7 juta. Sebulan berarti Rp210 juta. INFO LOKER kupas bawangnya di mana? Lumayan sebulan Rp210 juta, gaji manajer BUMN aja lewat," tulis akun Threads @whateverrryousayyy.

Selain menghitung potensi penghasilan, netizen juga mempertanyakan harga bawang merah di wilayah Bogor.

Hal tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap pernyataan mengenai upah Susanah sebagai pengupas bawang merah yang mencapai Rp700 ribu per kilogram.

PENGUPAS BAWANG VIRAL - Foto Susanah saat menjadi salah satu tamu di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Susanah disebut-sebut sebagai pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram, kini terungkap pekerjaan aslinya.
PENGUPAS BAWANG VIRAL - Foto Susanah saat menjadi salah satu tamu di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Susanah disebut-sebut sebagai pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram, kini terungkap pekerjaan aslinya. (Youtube TVR PARLEMEN)

Susanah Buka Suara

Melalui video yang dirilis di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Sabtu (15/8/2026), Susanah memperlihatkan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Ternyata Susanah bukanlah pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram seperti sebelumnya yang disampaikan Prabowo.

Susanah hanyalah buruh jahit kain perca dengan bayaran Rp700 per kilogram kain yang dijahit.

Pekerjaan tersebut dilakukan Susanah setiap harinya setelah terlebih dahulu mengurus anak-anaknya yang hendak berangkat sekolah serta suaminya yang hendak bekerja.

Setelah itu, sekitar pukul 07.00 WIB, ia mulai menjahit kain perca dari rumah hingga siang hari.

Di depan mesin jahit, Susanah mengerjakan kain perca yang menjadi salah satu sumber penghasilannya.

Dalam sehari, ia rata-rata mampu menjahit sekitar 20 kilogram kain.

Dengan jumlah tersebut, penghasilan Susanah dari pekerjaan menjahit sekitar Rp14 ribu per hari.

"Alhamdulillah banget ya, meskipun sehari 20 kilo ngejahit. 20 kali 700 kan cuma berapa ya? Rp14 ribu," kata Susanah dalam video Bakom RI.

"Alhamdulillah aja buat hitung-hitung uang taro, uang simpenan."

"Nanti kalau nggak ada uang jajan tinggal minta." 

Rajin Menabung

Bagi Susanah, penghasilan dari menjahit kain perca tetap berarti meski jumlahnya tidak besar.

Uang tersebut biasanya ia sisihkan sebagai simpanan dan digunakan ketika membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari.

Susanah juga mengatakan dapat meminta uang kepada pemilik usaha tempatnya bekerja apabila sedang membutuhkan tambahan.

"Pas saya lagi butuh uang, saya bilang, 'Oh, ya udah, Bu, berapa?' Minta dikasih sama bosnya," ujarnya.

Jumlah kain yang dikerjakan Susanah juga dapat bertambah pada waktu tertentu.

Dalam kondisi biasa, ia mengatakan dapat mengerjakan sekitar 20 ikat kain dalam sehari.

Ketika hari libur, jumlah pekerjaan yang tersedia bisa lebih banyak.

"Kalau pada libur, sehari bisa 50 ikat pada ngerjainnya," kata Susanah.

Selain menjahit kain perca, Susanah juga bekerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tetap Beraktivitas

Mengurus keluarga, menjahit kain perca dari rumah, dan bekerja di dapur MBG menjadi bagian dari kesehariannya.

Berdasarkan penjelasan Susanah dalam video Bakom RI, pekerjaan menjahit kain perca dilakukannya dengan bayaran Rp700 per kilogram.

Dengan rata-rata 20 kilogram kain yang dijahit setiap hari, ia memperoleh sekitar Rp14 ribu dari pekerjaan tersebut.

Penghasilan tersebut tetap ia syukuri dan sisihkan untuk digunakan ketika membutuhkan.

Di tengah sorotan setelah namanya disebut dalam pidato kenegaraan, Susanah tetap menjalani rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga dan pekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

BAWANG KUPAS -  Harga upah bawang kupas menjadi sorotan pascapidato kenegaraan Presiden pada Jumat (14/8/2026).
BAWANG KUPAS - Harga upah bawang kupas menjadi sorotan pascapidato kenegaraan Presiden pada Jumat (14/8/2026). (NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita)

Respon Istana

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi terkait pengupas bawang yang mendapat upah Rp700 ribu per kilogram yang dihadirkan Presiden Prabowo Subianto saat pidato tahunan di MPR, DPR, dan DPD, pada Jumat (14/8/2026).

Pasetyo menyebut, pihaknya akan mengecek kembali secara detail mengenai informasi terkait upah pengupas bawang yang dimaksud.

"Nanti kita cek ya," kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah, kata Prasetyo, akan menelusuri lebih rinci mengenai angka nominal upah yang disebutkan tersebut. "Kalau detailnya kita cek," ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Bogor, Jawa Barat bernama Susanah yang dihadirkan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Tak Masuk Akal

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai besaran jasa mengupas atau membersihkan bawang menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pekerja yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Seperti misalnya di Bengkulu, angka tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya bagi pengupas bawang di Kota Bengkulu.

Hal itu diungkapkan Nurlaili yang merupakan pengupas bawang di kawasan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu.

Nurlaili mengatakan dirinya sudah sekitar 12 tahun menjalani pekerjaan membersihkan bawang.

Selama bekerja, ia mengaku tidak pernah mendapatkan bayaran hingga ratusan ribu rupiah untuk setiap kilogram bawang yang dibersihkan.

Menurutnya, upah yang diterima saat ini sekitar Rp1.500 per kilogram.

“Sudah 12 tahun. Dulu upahnya Rp1.000, sekarang Rp1.500 per kilogram,” ujar Nurlaili saat ditemui di PTM Kota Bengkulu, Sabtu (15/8/2026).

Ia menjelaskan, jumlah bawang yang dibersihkan setiap harinya tidak selalu sama.

Banyak atau sedikitnya bawang yang dikupas bergantung pada jumlah pembeli dan aktivitas perdagangan di tempat ia bekerja.

Jika kondisi pasar ramai dan bawang yang dibeli pedagang atau konsumen lebih banyak, pekerjaan membersihkan bawang juga meningkat.

Sebaliknya, ketika pembeli sepi, jumlah bawang yang harus dibersihkan ikut berkurang.

“Kalau ramai orang belanja, banyak kupasan. Kalau sedikit orang belanja, sedikit juga kupasan,” katanya.

Nurlaili mengaku tidak yakin dengan angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato Presiden.

Menurut dia, nominal tersebut sangat jauh dibandingkan dengan upah yang diterimanya selama bekerja sebagai pengupas bawang.

“Rp700 ribu membersihkan atau mengupas bawang? Bohong saja semua itu. Saya tidak yakin. Pasti semua orang yang mengupas juga tidak seperti itu. Tidak masuk akal,” ujarnya.

Nurlaili mengatakan dirinya biasa bekerja di kawasan Barata, Kota Bengkulu.

Ia bekerja setiap hari selama tempat usaha tempatnya bekerja beroperasi.

“Di Barata. Biasanya setiap hari. Selagi Linda buka tokonya, kami terus memetik dan membersihkan bawang,” jelasnya.

Di sisi lain, harga bawang merah dan bawang putih di Bengkulu saat ini berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut membuat pernyataan mengenai jasa membersihkan bawang senilai Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan, terutama bagi pekerja di tingkat bawah yang menjalankan pekerjaan serupa dengan upah jauh lebih rendah.

Bagi Nurlaili, pekerjaan membersihkan bawang merupakan sumber penghasilan yang sudah dijalaninya selama bertahun-tahun.

Meski dilakukan setiap hari, penghasilannya sangat bergantung pada jumlah bawang yang tersedia untuk dibersihkan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.