TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Puluhan pasien rawat inap di RS Siloam Labuan Bajo dan RSUD Komodo dievakuasi ke pelataran rumah sakit setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan serta risiko kerusakan pada struktur bangunan rumah sakit.
Tim gabungan TNI-Polri bersama tenaga medis mulai melakukan evakuasi sekitar pukul 06.30 WITA. Sedikitnya 80 personel dari Polres Manggarai Barat, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo dikerahkan dalam penanganan tersebut.
Di RS Siloam Labuan Bajo, petugas mendirikan tiga tenda darurat, terdiri dari dua tenda Polri dan satu tenda Lanal Labuan Bajo. Sementara di RSUD Komodo, satu tenda medis darurat Polri didirikan di halaman rumah sakit.
Baca juga: 141 Rumah Rusak Berat akibat Gempa di Palue Sikka, Akses Jalan Antardesa Terputus
Tenda tersebut dilengkapi peralatan pertolongan pertama dari tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), ambulans siaga, serta tempat tidur lipat atau velbed untuk mendukung pelayanan pasien.
Proses pemindahan pasien dari ruang rawat inap ke area terbuka dilakukan secara hati-hati. Sejumlah pasien yang membutuhkan bantuan dievakuasi menggunakan velbed dan dibantu petugas.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan keselamatan pasien menjadi prioritas dalam penanganan pascagempa.
"Keselamatan jiwa pasien adalah prioritas paling utama. Meskipun situasi mulai terkendali, kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko gempa susulan serta celah keretakan pada struktur gedung," kata Christian saat memimpin penanganan di lapangan, Sabtu.
Menurut dia, pemindahan pasien ke area terbuka merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko apabila terjadi gempa susulan.
"Kami bergerak cepat bersama personel untuk menyiapkan tenda darurat di rumah sakit. Ini bagian dari upaya kami memastikan masyarakat, khususnya pasien dan tenaga kesehatan, mendapatkan tempat yang aman dalam situasi pascagempa," ujarnya.
Baca juga: Wamenkes Sambangi Pasien Korban Gempa Flores di RSUD TC Hillers Maumere NTT
Hingga Sabtu siang, proses evakuasi di kedua rumah sakit berlangsung aman dan tertib. Tidak ada laporan korban jiwa maupun cedera tambahan selama proses pemindahan pasien. Pelayanan medis terhadap pasien tetap dilakukan di bawah tenda darurat.
Selain penanganan di rumah sakit, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Polres Manggarai Barat juga melakukan pendataan kerusakan infrastruktur dan permukiman yang terdampak gempa.
Polres Manggarai Barat mengerahkan personel Satuan Samapta dan Seksi Humas untuk melakukan patroli serta pemantauan situasi di sejumlah titik.
Christian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait gempa.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, beraktivitas secara terukur, dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. Jika merasakan guncangan susulan, segera keluar menuju area terbuka yang aman," katanya.