Istana Wapres IKN Usung Konsep Huma Betang Umai, Padukan Desain Hijau dan Identitas Kalimantan
Nur Pratama August 16, 2026 11:19 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Dari kejauhan, Istana Wakil Presiden (Wapres) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terlihat seperti bangunan futuristik yang berdiri kokoh di atas perbukitan.

Namun, di balik tampilannya yang modern, bangunan tersebut membawa filosofi dan identitas lokal Kalimantan.

Kesempatan masyarakat melihat langsung bangunan ini terbuka sejak 15-17 Agustus 2026.

Meski belum diperbolehkan masuk ke interior gedung, pengunjung tetap dapat merasakan karakter arsitektur dari area luar hingga lobi anjungan.

Baca juga: Intip Kemegahan Istana Wapres IKN, Pengunjung Bayangkan Naik 218 Anak Tangga Jika Eskalator Mati

Istana Wapres mengusung konsep “Huma Betang Umai”, yang terinspirasi dari filosofi rumah panjang masyarakat Dayak Kalimantan.

Konsep tersebut merepresentasikan rumah sebagai tempat mengayomi, melindungi, memberi, dan memelihara. Filosofi itu kemudian diterjemahkan ke dalam desain modern Istana Wapres.

Unsur lokal juga dipadukan dengan konsep bangunan ramah lingkungan.

Rancangan bangunan memanfaatkan elemen seperti balkon tropis dan void dengan cerobong Venturi untuk membantu sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Namun, karena pengunjung belum diperbolehkan memasuki interior, pengalaman masyarakat terhadap sistem pencahayaan dan tata ruang bagian dalam masih terbatas.

“Pemandangannya bagus, apalagi dari atas sini. Sayangnya kita gak dibolehin masuk dalam gedung,” kata Fania, pengunjung asal Loa Janan Samarinda, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, pengalaman berada di lobi anjungan berbeda dengan kawasan perkotaan biasa. Posisi bangunan yang berada di atas bukit membuat udara terasa lebih sejuk.

Ilaga Paulus, juga mengaku tertarik melihat bagaimana bangunan tersebut dipadukan dengan lingkungan sekitarnya.

“Kalau dilihat dari luar memang bagus, kayaknya gedung yang paling tinggi di sini sejauh Istana Wapres cuma penasaran juga dalamnya itu seperti apa,” ujarnya.

Lobi anjungan menjadi salah satu titik paling menarik bagi pengunjung.

Dari lokasi tersebut, pandangan terbuka ke kawasan KIPP. Deretan bangunan pemerintahan terlihat dari ketinggian.

Minimnya penghalang berupa bangunan dan pepohonan membuat angin terasa cukup kencang.

Di area lobi tersedia bangku permanen panjang dengan lapisan kayu. Tanaman bunga ditempatkan di belakang bangku sehingga memberikan suasana lebih hijau.

Namun, pengunjung juga harus memperhatikan faktor keselamatan.

Karena berada di ketinggian, masyarakat dilarang bersandar pada pagar anjungan. Rambu larangan dipasang di sejumlah titik dan petugas keamanan terus mengawasi pengunjung.

Kesan yang muncul dari Istana Wapres bukan sekadar bangunan modern.

Di satu sisi, bentuknya memperlihatkan pendekatan arsitektur kontemporer dan teknologi bangunan hijau. Di sisi lain, filosofi lokal Kalimantan dimasukkan sebagai identitas.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana IKN mencoba membangun wajah baru pemerintahan Indonesia tanpa sepenuhnya memutus hubungan dengan budaya daerah.

Sayangnya, masyarakat masih harus menunggu untuk melihat lebih jauh bagaimana filosofi tersebut diterapkan di ruang dalam.

Untuk sementara, pintu interior masih tertutup karena bangunan berada dalam masa pemeliharaan.

Cora Samuella Tambunan, Staf Direktorat Prasarana Dasar Otorita IKN, mengatakan pengunjung hanya diperbolehkan sampai area anjungan.

“Selebihnya masih area tertutup karena kita masih masa pemeliharaan gedung,” ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.