16 Agustus 2026
Manchester United memainkan laga pramusim terakhir mereka musim ini di Polandia kemarin.
Setan Merah tentu berharap meraih kemenangan yang bisa mengangkat moral tim, dan hal itu sempat terlihat akan terjadi ketika mereka unggul 2-1 setelah 55 menit pertandingan.
Namun demikian, keruntuhan yang sulit dipercaya dalam 30 menit terakhir membuat AC Milan berbalik menang 4-2 atas tim asuhan Michael Carrick.
Laga ini terasa makin menyakitkan bagi kubu United karena sosok yang memberi pukulan tersebut adalah mantan manajer mereka sendiri, Ruben Amorim.
Pelatih asal Portugal itu menghabiskan 14 bulan penuh gejolak sebagai manajer klub, periode ketika tim menutup musim di posisi ke-15 klasemen.
Ia memang sempat membawa tim mencapai final Liga Europa, tetapi kalah pada edisi 2025 dari Tottenham Hotspur.
Amorim akhirnya dipecat pada Januari 2026 setelah rentetan hasil buruk serta perselisihan dengan sejumlah pemain dan direktur olahraga, Jason Wilcox.
Berbicara seusai pertandingan, Amorim terdengar reflektif dan tetap berhati-hati saat diminta berkomentar mengenai mantan timnya.
Dalam komentar yang dimuat Daily Mail, pelatih kepala itu mengatakan, “Ini pertandingan yang normal. Sejak saya menandatangani kontrak dengan Milan, saya tidak merasakan apa pun tentang Manchester United. Saya hanya bangga pernah berada di Manchester United dan saya masih mencintai Manchester United, tetapi setelah menandatangani kontrak dengan Milan, saya tidak merasakan hal negatif apa pun tentang apa pun karena saya sangat bahagia.”
Saat berbicara lebih lanjut mengenai klub barunya, ia menegaskan, “Saya berada di tempat yang seharusnya. Jadi saya hanya ingin terus di sini. Saya ingin memenangkan pertandingan di pramusim untuk memberi citra yang baik kepada para penggemar kami.”
Selain itu, Amorim juga disambut beberapa jurnalis Inggris dan sempat bercanda dengan menanyakan apakah mereka merindukannya.
Salah satu dari mereka menjawab, “kami merindukan konferensi pers Anda,” yang kemudian disambut tawa Amorim sebelum ia membalas, “sekarang lebih membosankan!”