TRIBUNKALTIM,CO - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus diguncang gempa hingga hari ini, Senin (17/8/2026) pagi.
Sejumlah gempa bumi mengguncang wilayah NTT pada Senin, 17 Agustus 2026, dalam rentang waktu berdekatan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat terjadi di sekitar wilayah Manggarai dan Nagekeo.
Salah satu gempa yang tercatat memiliki magnitudo 5,0.
Baca juga: Update Gempa NTT M 7,7: Ini Jumlah Korban dan Kerusakan Rumah, Bantuan Logistik Dikirim
Gempa tersebut terjadi pada pukul 00.26.17 WIB dengan lokasi 7,93 Lintang Selatan (LS) dan 120,50 Bujur Timur (BT).
BMKG mencatat pusat gempa magnitudo 5.0 berada di laut, sekitar 75 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa tersebut termasuk gempa dirasakan, yakni getaran gempa yang dilaporkan terasa oleh masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, guncangannya mencapai III MMI di Kabupaten Manggarai.
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) digunakan untuk menggambarkan tingkat getaran gempa yang dirasakan dan dampaknya berdasarkan pengamatan di suatu wilayah.
Setelah gempa magnitudo 5.0 tersebut, BMKG juga mencatat beberapa aktivitas gempa lainnya di sekitar Manggarai dan Nagekeo pada pukul 04.17 hingga 04.28 WIB.
Magnitudo gempa susulan atau aktivitas gempa berikutnya yang tercatat berada pada rentang 2.7 hingga 3.7.
Baca juga: Kisah Pilu Korban Selamat Gempa NTT M 7,7: Berpisah dengan Ibu Hingga Persalinan Pakai Senter HP
Berikut rangkaian gempa yang tercatat BMKG pada Senin, 17 Agustus 2026:
Data BMKG mencatat gempa magnitudo 5.0 terjadi pada pukul 00.26.17 WIB.
Episentrum atau titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas sumber gempa berada pada koordinat 7,93 LS dan 120,50 BT.
Pusat gempa berada di laut dengan jarak sekitar 75 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai.
Kedalaman sumber gempa tercatat 10 kilometer.
BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Manggarai.
Pada tingkat III MMI, getaran umumnya dapat dirasakan di dalam rumah dan dapat membuat benda-benda yang tergantung bergoyang.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi gempa yang disampaikan melalui kanal informasinya mengutamakan kecepatan.
Karena itu, hasil pengolahan data awal belum sepenuhnya stabil dan masih dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya data.(*)