Diawali dengan 5 PPPK Paruh Waktu tidak diperpanjang kontrak karena telah melakukan pelanggaran disiplin ASN Pemkab Lumajang.
Selanjutnya kisah Keisha dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara HUT ke-81 RI di Balai Kota Among Tani Kota Batu.
Terakhir ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti Kirab Merah Putih Raksasa di Kota Kediri.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Wanita Selingkuhan Digerebek Ibu-ibu hingga Muktamar ke-35 NU Tak Boleh Ada Suap
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang tidak memperpanjang lima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Lantaran lima PPPK Paruh Waktu ini dinilai telah melakukan pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.
Kepala Diskopindag Lumajang, Muhammad Rida mengatakan, hal itu dilakukan secara bertahap.
Kata dia, para PPPK Paruh Waktu ini ditugaskan sebagai juru pungut di pasar, tetapi menyalahgunakan wewenang.
"Awalnya di pasar, terus disanksi, terus tak tarik di sini (kantor). Tetapi tetap saja masalah disiplin, akhirnya tidak tak perpanjang wes. Penyakit ngapain diperpanjang," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, hal itu dilakukan karena mereka menyalahgunakan wewenang ketika Pemkab Lumajang sedang membenahi sistem retribusi pasar.
"Pasar itu kan kompleks masalahnya, kami sedang berbenah. Ternyata ada (juru pungut) yang nakal, kami selesaikan wes, penyakit seperti ini kami buang dulu," kata Rida.
Rida mengaku sudah beberapa kali memberikan teguran terhadap para PPPK Paruh waktu ini, tetapi tetap saja mereka melakukan pelanggaran disiplin.
"Kami sudah elus, kami peringatkan, kami perikasa dan tidak berubah. Ya sudah tidak usah diperpanjang sekalian," katanya.
Mengingat, kata dia, Diskopindang telah bekerja sama dengan Inspektorat Pemkab Lumajang dalam mengawasi setoran retrubusi pasar berbasis aplikasi, sehingga pungutan dari pedagang bisa terekam secara utuh.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Wanita Lumajang Kebiri Suami saat Tidur hingga Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun
Rambut panjang yang telah dirawat selama sekitar dua tahun harus direlakan Alea Keisha Putri Pameela demi sebuah mimpi yang sejak lama ia perjuangkan.
Siswi SMK Negeri 1 Kota Batu itu kini akan menjalankan tugas penting sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (17/8/2026).
Keisha menjadi salah satu dari 73 anggota Paskibraka Tingkat Kota Batu 2026 yang mendapat kepercayaan mengemban tugas pada upacara kemerdekaan tersebut.
Bagi siswi kelahiran Kota Batu, 3 Juni 2010, terpilih menjadi anggota Paskibraka sudah menjadi pencapaian tersendiri. Namun, kepercayaan sebagai pembawa baki membuat mimpinya terasa semakin lengkap.
“Iya, bisa bergabung dalam tim Paskibraka daerah memang salah satu mimpi saya. Sudah lama saya tertarik di bidang ini. Sebelumnya saya telah mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka di sekolah dan lomba-lomba Paskibraka juga,“ kata Alea Keisha Putri Pameela kepada Suryamalang.com, Minggu (16/8/2026).
Ada pengorbanan yang harus dilakukan Keisha untuk bisa mewujudkan impiannya tersebut.
Sejak kecil, ia terbiasa memiliki rambut panjang terurai. Rambut tersebut bahkan telah dirawat hingga panjangnya mencapai sekitar sepinggang.
Namun, demi mengikuti ketentuan rambut anggota Paskibraka, Keisha akhirnya memutuskan memangkas rambut panjang yang telah dirawatnya selama bertahun-tahun.
“Benar, rambut saya dulu panjang karena saya ikut Paskibraka saya rela mengorbankan rambut saya demi negara,” ujarnya.
Setelah dipotong, rambut Keisha kini dibuat pendek sesuai ketentuan, yakni sekitar satu sentimeter di atas kerah baju bagian belakang atau setara dengan sekitar tiga jari di bawah telinga.
“Sebelumnya sekitar sepinggang. Perlu waktu untuk memanjangkan sekitar dua tahunan dan memang saya sejak dulu suka rambut panjang. Tapi karena ikut Paskibraka ini sudah jadi impian saya sejak dulu makanya saya rela memotong rambut saya dan orang tua juga mendukung sekali,” jelasnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Sosok Ayu Wanita Lumajang Pengebiri Suami hingga Makam Bung Karno Buka 24 Jam
Ribuan warga Kota Kediri menunjukkan semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Mereka bergabung dalam Kirab Merah Putih Raksasa yang berlangsung meriah dengan membawa bendera berukuran besar menuju kawasan Gunung Klotok, Minggu (16/8/2026).
Kirab tersebut melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari unsur Forkopimda, organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, Pramuka, komunitas, pondok pesantren hingga masyarakat umum. Keterlibatan lintas kelompok itu menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam menyambut momentum kemerdekaan.
Kegiatan diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dari halaman Balai Kota Kediri. Tidak sekadar melepas rombongan, Vinanda turut berjalan bersama peserta dalam perjalanan menuju Gunung Klotok.
Bendera merah putih berukuran raksasa dibentangkan dan dibawa secara estafet oleh peserta kirab.
Dari halaman Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat, rombongan kemudian bergerak menuju Gunung Klotok.
Bendera tersebut selanjutnya direncanakan dikibarkan di puncak Gunung Klotok sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di hadapan para peserta, Vinanda mengingatkan bahwa merah putih bukan sekadar simbol negara.
Bendera tersebut menjadi pengingat atas sejarah panjang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
"Dibalik bendera yang akan kita kibarkan ini ada sejarah panjang perjuangan para pahlawan kita. Dulu para pahlawan berkorban jiwa raga untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia," kata Vinanda.
Menurut Vinanda, perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda.
Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa.
Semangat nasionalisme, kata dia, dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata. Di antaranya dengan belajar secara sungguh-sungguh, terus berinovasi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Saya bangga sore ini pemuda-pemudi Kota Kediri dengan penuh semangat ikut mengibarkan bendera merah putih. Sebelumnya kita kirab dari Balai Kota hingga Gunung Klotok. Insyaa Allah besok kita melihat bendera merah putih bisa berkibar di puncak Gunung Klotok," ungkapnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com