Renungan Harian Katolik Senin 17 Agustus 2026, Penuhi Kewajiban dengan Kerja Jujur dan Bermartabat
Edi Hayong August 17, 2026 08:19 AM

Oleh : Pater Frans Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Senin Biasa Pekan XIX 17 Agustus 2026 dari Pater Frans Funan Banusu SVD berjudul 'Penuhi Kewajiban dengan Kerja Jujur dan Bermartabat'.

Renungan Harian Katolik dari Pater Frans Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I : (Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a.2ac.3a.6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21).

"Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?" (Mat. 22:18b).

Para Farisi hidup dalam keterbengguan egonya. Kepentingan pribadi mereka lebih kuat ketimbangan kebaikan bersama baik sebagai warga negara maupun sebagai persekutuan umat beriman.

Sebagai kaum elit Yahudi mereka tahu apa yang seharusnya dilakukan dalam hidup. Yesus cap mereka munafik karena hidup dalam kepura-puraan. Kemunafikkan mesti dihindari karena menampakkan cara hidup tidak pantas dan tidak adil juga. 

Dalam hidup bersama kita dituntut untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan. Dengan demikian hak kesejahteraan fisik dan ketenteraman batin bisa dengan mudah diperoleh.

Hidup munafik sama dengan hidup dalam ketidakadilan. Sebab itu menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban itu tidak adil dan tidak bermartabat. Hidup adil dan bermartabat mesti diperjuangkan dalam kebersamaan.

Harapan akan keadilan, persatuan dan menikmati hidup yang damai akan tergapai jika kewajiban setiap orang tampak dalam kerja nyata yang jujur. Indikasi hutang negara menumpuk kemungkinan yang terjadi ialah orang tampak sibuk bekerja tetapi munafik, kejujuran diabaikan demi kepentingan lain di balik itu.

Dalam kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia 81 tahun ini, bebas dari perbudakan kemunafikkan yang Tuhan tuntut untuk dikejar dan dicari dengan penuh energi untuk mendapatkannya. 

Kitab Putra Sirak mewartakan kepada kita tentang pemerintah yang baik. Hanya pemerintah yang baik, arif dan takut akan Tuhan bisa bertanggung jawab atas rakyatnya.

"Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya." (Sir. 10:5). Pelanggaran para penguasa dunia, disebabkan oleh dosa kecongkakan yang tak disadarinya.

Sebab itu kecongkakan dibenci oleh Tuhan dan manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah (Sir. 10:7). Kelakiman, kekerasan dan uang telah merasuki pikiran dan hati manusia, maka hidup bersama menjadi khaos, berantakan dan kehilangan ketenteramannya dari masa ke masa. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka berdiam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku." (Mzm. 101:6-7).

Tuhan menghendaki hidup yang bermutu dan bermartabat. Hidup tahu malu dan mau bertobat.

Santo Petrus menegaskan bahwa hidup dalam kemerdekaan sebagai anak-anak Tuhan, mesti berlaku sebagai orang merdeka pula.

Orang baik akan terus melakukan kebaikan untuk membungkam kepicikan orang-orang bodoh. Sementara orang yang tidak merdeka, tidak hidup sebagai hamba Allah, menyalahgunakan kemerdekaannya untuk membungkus kejahatan-kejahatan mereka. Hidup merdeka yang benar, menghindari cara hidup sebagai hamba iblis. 

Hikmat yang dapat kita petik: 

Kemerdekaan menuntut kita untuk hidup sebagai hamba-hamba Allah yang dipanggil untuk melayani dalam beragam tugas di tengah dunia.

Kemerdekaan mendesak kita untuk hidup adil, bermartabat, takut akan Tuhan, hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, mempererat persatuan kita sebagai saudara, biar berbeda-beda tetapi tetap satu.

Orang beriman yang benar, tidak hanya menuntut hak tetapi memenuhi kewajibannya dalam kerja keras yang jujur, berlaku adil dan hidup dalam sukacita.

Menghindari kecongkakan, sebab Allah mengutus Putra-Nya ke dunia memanggil kita supaya hidup baik, bisa memiliki kebebasan yang bermutu dan menikmati kemerdekaan sejati dalam hidup.

Dirgahayu RI 81 Indonesia berdaulat, adil dan makmur

Salam Merdeka. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan biasa XX/A/II, 170826).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.