SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan jemaah memadati Masjid Al Marzukiyah di Jalan KH Azhari, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Minggu (16/8/2026) malam.
Mereka datang untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar pengurus Masjid Al Marzukiyah bersama masyarakat setempat.
Jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari sekitar masjid, tetapi juga dari sejumlah musala di wilayah Kelurahan Tangga Takat.
Suasana peringatan Maulid Nabi berlangsung khidmat sekaligus penuh keakraban. Rangkaian kegiatan dimulai selepas salat Isya berjamaah.
Acara diawali lantunan shalawat Nabi dan penampilan grup hadroh pimpinan Ustadz Sholeh. Para jemaah kemudian mengikuti pembacaan Berzanji dan marhabanan.
Qori M. Sholeh turut membuka rangkaian acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Sekretaris Masjid Al Marzukiyah, Hermansyah, yang mewakili Ketua Masjid H Ahmad Mukhlis ST, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada panitia yang sudah bersusah payah menyiapkan acara ini hingga terselenggara dengan baik. Begitu pula kepada para donatur dan masyarakat yang telah menyumbangkan dana secara sukarela. Semoga ini menjadi amal ibadah kita di akhirat kelak," ujar Hermansyah kepada Sripoku.com sebelum acara dimulai.
Ustadz Hasan Basri Bikin Jemaah Tertawa
Puncak acara berlangsung saat tausiah yang disampaikan Ustadz Kgs Hasan Basri, SP.
Penceramah asal Palembang tersebut menyampaikan tausiah dengan gaya khas yang akrab dengan jemaah.
Pantun dan humor beberapa kali diselipkan sehingga suasana masjid menjadi lebih cair.
Gelak tawa jemaah pun terdengar di sela-sela ceramah.
Meski disampaikan dengan penuh humor, pesan yang dibawa tetap serius, terutama mengenai akhlak, ibadah dan keteladanan Rasulullah SAW.
Ustadz Hasan Basri mengingatkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan dan memperbanyak selawat.
Menurutnya, kecintaan tersebut harus tercermin melalui perilaku sehari-hari.
"Buat apa kalau kita selalu berselawat tapi lisan selalu berdusta dengan umat dan selalu menyakiti hati teman, sementara sunah Nabi masih banyak ditinggalkan? Banyak perilaku kita yang belum mencerminkan cinta kepada Rasul," tegasnya.
Ia mengajak jemaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri.
Akhlak Rasulullah SAW, kata dia, patut menjadi teladan dalam kehidupan, terutama sikap rendah hati, kesabaran dan kelembutan dalam menghadapi orang lain.
Dalam tausiah tersebut, Ustadz Hasan Basri juga menceritakan kisah tentang kesabaran Rasulullah SAW menghadapi seseorang yang kerap berbuat kasar kepada beliau.
Kisah tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak mudah membalas keburukan dengan keburukan.
Sebaliknya, umat dianjurkan membalasnya dengan akhlak yang baik sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Jemaah Diingatkan Jaga Salat dan Manfaatkan Sepertiga Malam
Menjelang akhir tausiah, Ustadz Hasan Basri berpesan kepada jemaah agar senantiasa menjaga salat lima waktu dan memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk memanfaatkan waktu sepertiga malam terakhir sebagai kesempatan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Marzukiyah berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WIB.
Meski berlangsung hingga malam, jemaah tetap mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Gaya ceramah yang komunikatif dan diselingi humor membuat suasana tetap hidup hingga kegiatan berakhir.
Usai acara, panitia membagikan nasi kotak kepada seluruh jemaah.
Ustadz Hasan Basri kemudian turut makan malam bersama Ketua Masjid Al Marzukiyah dan sejumlah undangan.
Bagi masyarakat Tangga Takat, peringatan Maulid Nabi tersebut bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga dan mengingatkan kembali pentingnya menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.