Pengungsi NTT Hidup Tanpa Terpal dan Selimut, Mulai Jatuh Sakit
Desy Selviany August 17, 2026 02:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Warga Desa Lando, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih hidup memprihatinkan pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) pagi. 

Dua hari setelah gempa, warga Desa Lando di Manggarai masih belum mendapatkan bantuan dasar seperti selimut, terpal, dan makanan. 

Hal itu membuat warga tidur di luar rumah selama dua malam karena tak berani kembali ke rumah yang rusak akibat gempa. 

Warga juga tak bisa kembali ke dalam rumah karena hingga kini gempa susulan masih terus terjadi. 

Dimuat Facebook TribunFlores pada Minggu (16/8/2026) malam seorang pengungsi mengatakan saat ini anak-anak dan orang lanjut usia (Lansia) mulai jatuh sakit. 

Mereka sakit lantaran terpaksa hidup di luar rumah tanpa terpal dan selimut. 

Maka dari itu warga pun berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan ke Desa Lando agar warga bisa tidur di pengungsian yang layak. 

Hingga saat ini NTT masih diguncang gempa besar di tengah peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 RI pada Senin (17/8/2026). 

Wilayah Mbay, Nagaeko, NTT diguncang gempa susulan 6.0 magnitudo dengan kedalaman dangkal 10 km pada pukul 07.46 WIB. 

Belasan gempa susulan dengan intensitas 3 hingga 5 magnitudo juga masih terus terjadi di wilayah NTT. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.598 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, NTT hingga Senin (17/8/2026) pagi. 

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, gempa susulan tersebut masih terus dipantau oleh tim BMKG yang telah bergerak ke lokasi terdampak. 

“Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” kata Faisal sebelum mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). 

Faisal mengatakan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah Flores, termasuk proses peluruhannya.
Menurut dia, aktivitas gempa susulan diperkirakan akan berangsur meluruh dalam dua hingga tiga minggu ke depan.  

Kondisi tersebut kemudian dapat menjadi pertimbangan untuk memasuki tahap perbaikan maupun pembangunan kembali bangunan yang terdampak. 

Baca juga: Hingga Hari Kemerdekaan RI, NTT Diguncang 1.598 Gempa Susulan

“Tapi kita terus masih memantau terkait dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan dia akan meluruh sehingga kita mulai dapat melakukanretrofitting
atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan,” ujarnya. 

Sebelumnya gempa besar pada 15 Agustus 2026 sebelumnya mengguncang wilayah NTT dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan turut dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT.  

Peristiwa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami dari BMKG dan membuat warga di sejumlah kawasan pesisir melakukan evakuasi. 

Situasi itu membuat guncangan yang kembali terjadi pada Senin pagi terasa lebih menegangkan bagi masyarakat. 

Warga diimbau tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait potensi gempa susulan maupun tsunami. 

Guncangan gempa yang kembali terjadi hanya dua hari setelah gempa besar pada 15 Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa masyarakat di wilayah rawan bencana perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mengetahui jalur evakuasi dan lokasi aman apabila terjadi gempa kuat kembali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.