BANGKAPOS.COM - Masyarakat kini dapat mengecek posisi tingkat kesejahteraan keluarganya dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online.
Salah satu informasi yang dapat dilihat adalah desil Kemensos dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Informasi mengenai desil cukup penting karena menjadi salah satu acuan dalam menentukan kelompok masyarakat yang dapat diusulkan sebagai sasaran berbagai program bantuan sosial (bansos).
Pada Agustus 2026, pengecekan desil dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan NIK yang tercantum pada KTP.
Baca juga: Spesial HUT RI, Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Diskon 50 Persen hingga Hemat Rp3,5 Juta
Lantas, bagaimana cara mengecek desil menggunakan NIK dan bagaimana cara memahami angka desil yang ditampilkan? Berikut penjelasannya.
Desil merupakan metode pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan kesejahteraan, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Setiap desil secara umum merepresentasikan sekitar 10 persen keluarga berdasarkan peringkat kondisi sosial ekonominya.
Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara itu, desil 10 berada pada posisi dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Penilaian tersebut tidak hanya melihat pendapatan. Berbagai kondisi sosial ekonomi dapat menjadi bagian dari penilaian, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, penggunaan listrik, kepemilikan aset, dan sejumlah indikator lainnya.
Posisi desil juga bukan sesuatu yang bersifat permanen. Ketika kondisi sosial ekonomi keluarga berubah dan data diperbarui, peringkat desil yang dimiliki juga dapat mengalami perubahan.
Masyarakat dapat mengecek informasi desil secara mandiri melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Berikut langkah-langkahnya:
Buka browser melalui ponsel, laptop, atau komputer.
Masuk ke situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Masukkan NIK 16 digit sesuai yang tercantum pada KTP.
Masukkan kode captcha yang tersedia.
Klik tombol “CARI DATA”.
Tunggu beberapa saat sampai sistem menyelesaikan pencarian.
Jika data tersedia, informasi mengenai keluarga akan ditampilkan oleh sistem.
Informasi yang muncul dapat mencakup identitas, peringkat desil, status bantuan sosial, hingga informasi terkait periode penerimaan bantuan apabila tersedia.
Memahami Arti Desil 1 sampai 10
Angka desil menggambarkan posisi relatif sebuah keluarga berdasarkan pemeringkatan kesejahteraan dalam DTSEN.
Semakin rendah angka desil, semakin rendah pula posisi kesejahteraan relatif keluarga tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi angka desil, semakin tinggi posisi relatifnya dalam pemeringkatan.
Gambaran sederhananya sebagai berikut:
Desil 1: kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Desil 2: kelompok yang berada di atas desil 1.
Desil 3: kelompok berikutnya dalam urutan kesejahteraan.
Desil 4: bagian dari 40 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan terbawah.
Desil 5: kelompok yang berada di tingkat menengah bawah.
Desil 6-10: kelompok dengan posisi kesejahteraan menengah hingga relatif lebih tinggi.
Jadi, desil 1 merupakan posisi paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan posisi paling tinggi dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?
Perlu dipahami bahwa memiliki desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos.
Setiap program bantuan mempunyai persyaratan, kriteria, serta mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Mengacu pada informasi dalam laman Cek Bansos Kemensos, keluarga yang berada pada desil 1 hingga desil 4 atau 40 persen kelompok terbawah dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako.
Sementara itu, keluarga yang berada pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Meski demikian, pengusulan tersebut tetap harus melalui proses dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan untuk masing-masing program.
Kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, posisi desil juga dapat mengalami perubahan setelah dilakukan pemutakhiran data.
Jika masyarakat merasa informasi desil yang tercatat tidak lagi mencerminkan kondisi sebenarnya, pembaruan data dapat diajukan melalui jalur yang tersedia.
Pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos dengan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan keluarga saat ini.
Data tersebut kemudian dapat melalui tahapan verifikasi dan pemutakhiran sebelum digunakan dalam proses pemeringkatan berikutnya.
Masyarakat juga disarankan memastikan data kependudukan dan informasi sosial ekonomi keluarga selalu tercatat secara benar dan sesuai kondisi terbaru.
Pastikan Cek Desil Menggunakan Situs Resmi
Pengecekan desil dapat membantu masyarakat memahami posisi keluarganya dalam pemeringkatan kesejahteraan DTSEN sekaligus mengetahui kemungkinan pengusulan dalam sejumlah program bantuan.
Namun, masyarakat perlu berhati-hati saat melakukan pengecekan karena NIK merupakan data pribadi.
Gunakan NIK hanya pada situs resmi Cek Bansos Kemensos dan hindari memasukkan data kependudukan ke situs pihak ketiga yang tidak jelas sumber maupun keamanannya.
Dengan menggunakan kanal resmi, masyarakat dapat mengecek informasi desil secara lebih aman sekaligus memperoleh informasi yang sesuai dengan data yang tersedia dalam sistem.
(Bangkapos.com/Tribunnews)