Kabut Asap Kalbar Mulai Mereda, 2.740 Titik Panas Terdeteksi dan Ketapang Mendominasi
Maudy Asri Gita Utami August 17, 2026 03:31 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan perbaikan pada Senin, 17 Agustus 2026, setelah sebelumnya sempat berada pada kategori Tidak Sehat hingga Berbahaya selama sepekan terakhir.

Perbaikan tersebut terlihat berdasarkan pembaruan kondisi cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat pada pagi hari.

Meski kondisi udara mulai membaik, masyarakat diminta tidak lengah. Pasalnya, potensi penurunan kualitas udara masih terbuka mengingat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat, Sutikno, mengatakan kondisi udara yang saat ini membaik belum dapat menjadi jaminan bahwa kualitas udara akan terus berada pada kategori aman.

Menurutnya, asap akibat karhutla masih menjadi salah satu faktor yang dapat kembali memengaruhi kualitas udara, terutama di daerah yang masih terdapat titik panas dan kebakaran lahan.

“Umumnya memang masih berpotensi tidak sehat, karena masih banyak kejadian karhutla. Khususnya wilayah Mempawah dan Kubu Raya,” kata Sutikno saat dikonfirmasi, Senin siang.

• Bacakan Teks Proklamasi HUT ke-81 RI, Safruddin Asra: Ini Kehormatan Sekaligus Tanggung Jawab

2.740 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar

Potensi memburuknya kualitas udara juga tidak terlepas dari masih tingginya jumlah titik panas yang terpantau di wilayah Kalimantan Barat.

Berdasarkan data terbaru BMKG, tercatat 2.740 titik panas atau hotspot yang tersebar di berbagai wilayah Kalbar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi, kemudian 2.316 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang, sedangkan 243 titik masuk dalam kategori tingkat kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling dominan. Berdasarkan data tersebut, terdapat 1.682 titik panas yang terpantau di wilayah Ketapang.

Tingginya jumlah titik panas tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla masih perlu menjadi perhatian serius, terlebih kondisi cuaca di sebagian wilayah Kalbar masih cenderung kering dan minim curah hujan.

• Lapas Sintang Masih Overkapasitas, 496 Penghuni Padati Ruang Berkapasitas 200 Orang

Masyarakat Diminta Waspadai Asap Karhutla

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kembali memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla.

Kondisi udara yang membaik pada pagi hari dapat berubah apabila terjadi peningkatan aktivitas kebakaran, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap ke wilayah permukiman.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara kembali menurun. Penggunaan masker juga dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan, terutama ketika kondisi udara mulai terasa berasap atau jarak pandang berkurang.

Sutikno menegaskan bahwa kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan belum menunjukkan adanya tanda-tanda hujan yang dapat membantu mengurangi potensi karhutla.

“Tiga hari ke depan masih belum ada tanda-tanda akan turun hujan,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Kalimantan Barat diminta tetap mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan perkembangan cuaca. Kewaspadaan juga diperlukan karena perubahan arah angin dan aktivitas karhutla dapat memengaruhi kondisi udara dalam waktu relatif cepat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.