TRIBUNWOW.COM - Istana meminta masyarakat memahami pidato Presiden Prabowo Subianto secara utuh. Imbauan itu disampaikan menyusul polemik di media sosial terkait potongan pernyataan Prabowo mengenai penghasilan pekerja pengupas bawang.
Penasihat Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengatakan masyarakat sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu atau dua kalimat yang dipotong dari keseluruhan pidato.
Hal tersebut disampaikan Hasan saat ditemui dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Hasan, potongan pernyataan yang beredar di media sosial dapat mengalihkan perhatian publik dari gagasan utama yang disampaikan Presiden.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus belajar untuk tidak terfokus," ujar Hasan.
Hasan juga menyinggung peran algoritma media sosial yang membuat potongan video atau pernyataan tertentu lebih cepat menyebar dan menjadi bahan perbincangan.
Ia meminta masyarakat lebih kritis dalam menyikapi konten yang viral. Menurutnya, informasi sebaiknya dipahami dengan melihat konteks secara keseluruhan.
"Itu algoritma juga itu. Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato Presiden," katanya.
Hasan menegaskan, memahami konteks diperlukan agar pesan yang disampaikan Presiden tidak ditafsirkan secara keliru hanya berdasarkan cuplikan pendek yang beredar di media sosial.