Laporan Wartawan TribunGayo.com Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE – Harga komoditas kakao kering dan pinang di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan berada dalam kondisi stabil pada awal pekan, Senin (17/8/2026).
Harga kakao kering masih fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu karena sangat bergantung pada acuan harga pasar di Medan, Sumatera Utara.
Sementara harga pinang yang masih bertahan Rp 12.000 per kilogram dinilai cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.
1. Kakao Kering
2. Pinang Kering
Salah seorang tauke hasil bumi di Aceh Tenggara, Sabri alias Win, menjelaskan bahwa stabilitas harga kakao dan pinang kering saat ini dipengaruhi oleh pergerakan harga di pasaran Sumatera Utara (Medan).
Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Turun Menjadi Rp 85.000 per Kilogram
Selain itu, suasana libur peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga membuat aktivitas perdagangan di tingkat lokal cenderung stagnan sementara waktu.
Sementara itu, Faridah, salah seorang petani pinang asal Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, menyambut baik kestabilan harga pinang kering yang bertahan di angka Rp 12.000 per kilogram.
Di sisi lain, petani kakao M. Asbi alias Win mengungkapkan bahwa harga kakao di tingkat petani tidak menuntu dan kerap menjadi cerminan langsung dari dinamika pasar Medan. (*)
Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Naik Rp3.000 per kilogram, Pinang Stabil