SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aktivitas pelayaran PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) pascagempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung normal.
Pantauan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (17/8/2026) pukul 23.00 WIB, menunjukkan aktivitas penumpang tetap berjalan. Para calon penumpang terlihat berdatangan sambil membawa sejumlah perlengkapan sebelum memasuki waktu keberangkatan.
Petugas keamanan juga mengatur antrean penumpang agar tetap tertib saat proses masuk ke kapal.
Meski operasional kapal menuju sejumlah pelabuhan tetap berjalan, PELNI tetap melakukan langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penumpang serta keberlangsungan pelayanan.
Pelayaran PELNI Pascagempa NTT Tetap Berjalan
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI Hana Suhardi mengatakan rute pelayaran dan jadwal kapal masih berjalan normal setelah gempa bumi di NTT.
“Ini juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap daerah terdampak bencana tersebut,” ungkap Hana Suhardi.
Sebagai langkah antisipasi, PELNI juga menyiagakan kapal-kapal yang tetap beroperasi untuk membantu wilayah terdampak.
“Tujuannya adalah mendukung langkah pemulihan dan roda perekonomian daerah terdampak bencana,” ucap Hana.
Baca juga: Honda Brio Satu Keluarga Tabrak Truk di Tol Sumo, Anak 5 Tahun Tewas Terbakar
Sementara itu, Kapten KM Tidar Noviansyah Syafrudin mengatakan jumlah penumpang sejak gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026) belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Menurutnya, perubahan jumlah penumpang baru berpotensi terlihat ketika KM Tidar singgah di Makassar dan Bau-Bau.
“Kejadiannya itu baru ya, jadi untuk penumpang ke daerah sana khususnya daerah terdampak, tidak terlalu signifikan,” tutur Noviansyah.
Di tengah kondisi tersebut, awak kapal tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan. Kekhawatiran itu masih ada meskipun peringatan ancaman tsunami telah dicabut oleh pihak terkait.
“Kalau untuk peringatan tsunami pemerintah sudah menghilangkan, sudah stabil kondisinya. Yang sekarang kemungkinan gempa-gempa susulan,” ujarnya.
Noviansyah menambahkan, kru kapal secara rutin memantau perkembangan kondisi wilayah perairan yang akan dilalui selama perjalanan.
Koordinasi dengan pihak terkait di pelabuhan tujuan juga terus dilakukan, terutama karena trayek KM Tidar melewati sejumlah pelabuhan di NTT.
Pelabuhan tersebut antara lain Pelabuhan Maumere, Pelabuhan Larantuka, Pelabuhan Lewoleba, dan Pelabuhan Kupang.
“Kalau untuk pasang air surut sekarang saya rasa sudah aman. Situasi pelayaran saat ini relatif aman,” tandasnya.
Dengan pemantauan dan koordinasi tersebut, aktivitas pelayaran PELNI dari Surabaya menuju wilayah NTT tetap berjalan dengan memperhatikan perkembangan situasi di lapangan.