TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berbagai cara banyak dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Salah satunya seperti aksi pengibaran bendera Merah Putih di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Bukan di lapangan datar, sejumlah pemanjat tebing dari beberapa komunitas ini memilih membentangkan Sang Saka Merah Putih raksasa berukuran belasan meter di tebing Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
Pemandu Panjat Tebing Komunitas Via Ferrata, Michael Recky Setiawan, berujar, aksi mengibarkan bendera Merah Putih berukuran 12x6 meter di atas tebing Selopamioro ini baru pertama kali dilakukan.
"Mengibarkan bendera di atas tebing ini tentu tidak mudah, persiapannya perlu kami pikir secara matang dengan total sekitar tiga hari," ucap dia," Senin (17/8/2026).
Pada dua hari pertama, pihaknya melakukan persiapan pemasangan tali dan jangkar. Kemudian, pada hari ketiga mulai dilakukan pemasangan Bendera Merah Putih.
Kendati demikian, ia tidak bekerja sendiri. Setidaknya ada sekitar 15-20 orang yang terlibat dalam aksi tersebut.
"Hanya saja, dikarenakan satu dan lain hal maka hanya ada sekitar 15 orang yang bisa ikut upacara di atas tebing pada Minggu (16/8/2026) kemarin," papar dia.
Belasan orang itu terdiri atas sejumlah komunitas mulai dari Selopamioro Adventure Park, Sembara Adventure Service, Kapal AMTA, hingga Liberta Feredal.
Dengan keberanian, tekad, dan semangat juang, mereka bersama-sama melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di atas tebing tersebut.
"Selama setengah jam Bendera Merah Putih berkibar di atas tebing, lalu kami turunkan kembali," ujarnya.
Pengibaran bendera Merah Putih raksasa di tebing tersebut sengaja tidak berlangsung lama akibat angin kencang yang berpotensi merusak kain.
Belum lagi, saat itu Sang Saka Merah Putih hampir sobek dikarenakan kondisi angin yang cukup kencang.
Meski diwarnai cuaca panas dan angin kencang, aksi pengibaran bendera di tebing tersebut sukses dilaksanakan mengingat para pengibar bendera tersebut merupakan orang yang profesional dalam panjat tebing.
"Sebenarnya, komunitas ini memang sudah kerap mengibarkan bendera di lokasi ekstrem seperti jembatan dan gunung. Tapi, jangan salah, mereka sudah jago panjat tebing semua, jadi aman, kami nggak ada rasa khawatir pas pemasangan," ujarnya.
Selain menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI, pihaknya berharap kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan membutuhkan perjuangan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diraih tanpa perjuangan. Seperti pengibaran bendera di atas tebing yang membutuhkan perjuangan, ketelitian, dan kesabaran," tandas dia. (nei)