Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan, AJI Manado: Keadilan Jauh Lebih Penting dari Gelar Kehormatan
Chintya Rantung August 17, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Usulan penobatan jurnalis Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, sebagai pahlawan nasional menuai catatan kritis dari kalangan jurnalis.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado Fransiskus Talokon, menilai bahwa pengungkapan kasus kematian Udin jauh lebih penting dan mendesak dibandingkan sekadar menyematkan gelar kepahlawanan.

Menurut Fransiskus, meskipun setiap lembaga memiliki hak untuk mengajukan usulan tersebut, saat ini bukanlah waktu yang tepat.

Penyematan gelar pahlawan dikhawatirkan justru akan mengaburkan kasus pembunuhan yang telah menggantung tanpa kepastian hukum selama tiga dekade.

"Pertimbangannya, keadilan itu akan lahir andaikan pelakunya diungkap dibandingkan diusulkan jadi pahlawan," ujar Fransiskus setelah merespons usulan yang diajukan oleh salah satu organisasi jurnalis di Yogyakarta, Senin (17/8/2026).

Fransiskus berkaca pada kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah yang diberi gelar pahlawan pada November 2025, namun hingga kini dalang pembunuhannya tetap misterius.

Ia khawatir hal serupa terjadi pada Udin, di mana status pahlawan justru membuat kasus pembunuhan berencana tersebut menguap dan pelaku intelektualnya tak pernah tersentuh hukum.

Selain itu, AJI menyoroti bahwa pemberian gelar pahlawan saat ini terkesan diobral, terutama setelah status tersebut juga diberikan kepada mantan Presiden Soeharto yang dikenal bersikap otoriter terhadap pers selama masa Orde Baru.

Bagi AJI, Udin dan keluarganya tidak membutuhkan gelar kehormatan yang terlalu mudah diobral. Yang paling utama bagi mendiang dan dunia pers Indonesia adalah penegakan hukum dan keadilan yang tuntas.

Sebagai informasi, Udin merupakan jurnalis yang tewas akibat kekerasan setelah aktif menulis investigasi dugaan kasus korupsi yang melibatkan penguasa lokal di Bantul pada masa itu.

Hingga hari ini, misteri di balik kematian sang jurnalis pejuang kebenaran masih menyisakan tanda tanya besar. (Tribun Jateng,Chi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.