Final TPAAF Solo 2026 Selasa Malam: SMA Kebakkramat vs SMA Wali Songo, 200 Tiket Diborong Suporter
Rifatun Nadhiroh August 17, 2026 06:31 PM

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puncak Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026 Seri Solo mempertemukan dua tim yang tak sekali pun tersentuh kekalahan di sepanjang turnamen. 

SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar berhadapan dengan SMA Wali Songo Sragen dalam partai final yang digelar di GOR UTP Karanganyar, Selasa (18/8/2026) malam mulai pukul 19.30 WIB.

Rangkaian Solo Series digulirkan sejak 11 Agustus 2026 dengan diikuti 30 tim SMA dan SMK se-Solo Raya.

Turnamen dibuka Wali Kota Solo Respati Ardi lewat tendangan penalti simbolis dan berjalan sepekan penuh dengan jadwal padat dari babak grup, 16 besar, perempat final, hingga semifinal Sabtu (15/8/2026) malam.

Tribun Sudah Terisi Sebelum Peluit: Kebakkramat Borong 200, SMK N 2 Solo 400 Tiket

Panitia Tribun Solo mencatat pergerakan tiket yang tidak biasa menjelang final. SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar sebagai salah satu finalis sudah memborong 200 tiket khusus untuk partai puncak malam ini.

Blok tribun tersebut akan dipenuhi keluarga pemain, guru, alumni, dan siswa yang datang bersama dari Karanganyar.

Angka terbesar justru datang dari salah satu semifinalis, SMK Negeri 2 Surakarta, yang mengunci 400 tiket sekaligus untuk dua partai — perebutan juara ketiga putra dan final putra.

Baca juga: Profil SMAN Kebakkramat, Punya Tim Futsal Berprestasi yang Kini Tembus TPAAF Solo Series 2026

Meski tidak tampil di final, mobilisasi suporter SMK N 2 Solo menjadi salah satu yang terbesar sepanjang Solo Series dan menandakan bahwa gengsi rangkaian pertandingan puncak melebihi hasil di lapangan.

Pola mobilisasi masif ini bukan hal baru di GOR UTP. Ratusan suporter SMK Negeri 2 Solo tercatat memadati tribun sejak babak grup, saat sekolah tersebut menghadapi SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali pada Rabu (12/8/2026) petang. Aksi suporter SMA PL Santo Yosef Solo juga sempat mencuri perhatian sejak laga pembuka.

Jalur ke Final: Dua Tim Konsisten Menang Sejak Fase Grup

SMA Negeri Kebakkramat menjadi salah satu tim paling produktif di fase grup. Anak asuh pelatih Tony Anang tersebut mengoleksi 14 gol dari dua pertandingan grup A, dengan selisih gol plus sepuluh. Mereka mengalahkan SMKN 3 Surakarta 6-3 di laga pembuka, lalu membantai SMAN 1 Surakarta 8-1 di laga kedua.

Konsistensi itu berlanjut hingga semifinal. Kebakkramat mengalahkan SMA Batik 2 Solo — tim asuhan mantan bek Persis Solo, Vilol — dengan skor 4-2 dan memastikan tempat di partai puncak lebih dulu.

Sementara itu, SMA Wali Songo Sragen tampil tak kalah meyakinkan.

Mereka menjadi tim pertama yang memastikan tiket delapan besar setelah mengalahkan SMK Jumantono dengan skor telak 8-0 pada Jumat (14/8/2026). 

Di semifinal, tim asuhan Meica Henriyana ini menghancurkan SMK Negeri 2 Solo dengan skor 6-1.

Salah satu ciri khas Wali Songo yang menarik perhatian adalah tradisi bersalawat bersama sebelum setiap pertandingan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari ritual mental dan spiritual tim sepanjang Solo Series.

"Kita tentu recovery dulu, selanjutnya menganalisis lawan dan pertandingan hari ini, apa saja yang harus diperbaiki," ujar Meica Henriyana, Pelatih SMA Wali Songo Sragen, kepada TribunSolo.com.

Meica menyebut jeda dua hari setelah semifinal dimanfaatkan untuk pemulihan fisik pemain sekaligus analisis calon lawan.

 Ia mengaku menyiapkan sejumlah skema tambahan menghadapi final.

"Kita mencoba menyiapkan skema set piece maupun kick in manakala dibutuhkan di final nantinya." ujar Meica Henriyana, Pelatih SMA Wali Songo Sragen, kepada TribunSolo.com.

Bukan Sekadar Trofi: Ini Rebutan Prestise Karanganyar–Sragen dan Tiket ke Panggung Nasional

Final malam ini melampaui perebutan trofi Solo Series. Pemenang berhak melanjutkan langkah ke jalur seleksi Dream Team Provinsi Jawa Tengah menuju Grand Final Nasional Yogyakarta pada Desember 2026. Dari sana, 12 pemain terbaik Indonesia akan diberangkatkan untuk training camp di Spanyol dan Portugal pada April 2027 — jalur resmi yang didukung Federasi Futsal Indonesia.

Kedua sekolah datang dengan modal yang setara. Rekam jejak sempurna di Solo Series membuat peta kekuatan sulit dibaca.

Faktor mental, kesiapan tribun, dan kepiawaian pelatih mengelola tekanan akan menjadi penentu di partai satu babak yang tidak menyediakan ruang untuk kesalahan.

National Project Manager: Terima Kasih Solo, Malam Ini Waktunya Totalitas

National Project Manager TPAAF 2026, Danang Purwoko Raharjo, menyampaikan apresiasi atas jalannya Solo Series sepekan terakhir.

"Sepekan ini Solo memberi kami energi yang jarang kami temui di kota lain. Antusiasme pemain, pelatih, orang tua, dan suporter benar-benar menghidupkan GOR UTP. Terima kasih kepada semua sekolah, guru, official, panitia daerah, dan komunitas yang membuat Solo Series berjalan penuh semangat sejak hari pertama."  — Danang Purwoko Raharjo, National Project Manager TPAAF 2026.

Danang menekankan bahwa final malam ini adalah panggung bagi kedua tim untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

"Ini panggung terbesar futsal pelajar di Solo Raya tahun ini. Kami mengajak SMA Kebakkramat dan SMA Wali Songo mengerahkan totalitas. Kami juga mengundang para suporter dari kedua sekolah untuk hadir, bernyanyi, dan mendukung tim dengan cara yang sportif. Kemenangan di panggung TPAAF adalah kemenangan sekolah, kemenangan angkatan, dan kemenangan yang akan diingat lama setelah peluit panjang."  — Danang Purwoko Raharjo, National Project Manager TPAAF 2026

Vovo: Solo Punya Sejarah Panjang sebagai Kota Olahraga Pelajar

General Manager Tribun Solo, Vovo Susatio, sejak awal menempatkan TPAAF Solo Series 2026 dalam kerangka yang lebih besar dari sekadar turnamen antar sekolah.

"Tribun Putih Abu-Abu Futsal menjadi ajang mencari talenta terbaik untuk meraih cita-citanya ke Spanyol dan Portugal."  — Vovo Susatio, General Manager Tribun Solo, mengutip pernyataan pembuka Solo Series.

Menjelang final, Vovo mengajak warga Solo Raya untuk datang langsung ke GOR UTP Karanganyar dan menutup rangkaian sepekan turnamen dengan tribun yang penuh.

"Kami mengajak warga Solo Raya, alumni, keluarga pemain, dan komunitas futsal untuk datang malam ini. Ini pertandingan yang layak disaksikan langsung. Solo pantas menutup Series ini dengan tribun yang penuh dan dukungan yang sportif."  — Vovo Susatio, General Manager Tribun Solo.

Pemkot Solo Buka Turnamen dan Berharap Berlanjut Tahun Depan

Rangkaian Solo Series 2026 dibuka Wali Kota Solo Respati Ardi lewat tendangan penalti simbolis di GOR UTP Karanganyar, Selasa (11/8/2026). Respati juga menyampaikan harapan agar TPAAF menjadi agenda tahunan di Kota Bengawan.

"Semoga tahun depan ada lagi dan kita selenggarakan di Solo."  — Respati Ardi, Wali Kota Solo, kepada TribunSolo.com
Sinyal dari pemerintah kota tersebut memperkuat posisi Solo sebagai salah satu tuan rumah utama TPAAF di rangkaian 20 kota nasional sepanjang 2026.

Rundown Puncak Solo Series: Perebutan Juara 3, Final Putri, Lalu Final Putra

Sesuai rundown resmi panitia, pertandingan puncak Selasa (18/8/2026) berjalan berurutan sejak sore. Sesi pertandingan Putri berlangsung mulai pukul 15.30 WIB, dilanjutkan perebutan juara ketiga putra antara SMA Batik 2 Surakarta melawan SMK Negeri 2 Surakarta pada pukul 17.00 WIB.

Final Putri dimulai pukul 18.30 WIB, dan puncak malam ditutup dengan final putra SMA Kebakkramat versus SMA Wali Songo pukul 19.30 WIB. Rangkaian acara juga diisi awarding juara, pemain terbaik, dan top skor Solo Series.

Setelah Solo, TPAAF 2026 berlanjut ke Palembang pada 9–13 September 2026, kemudian bergulir ke belasan kota lain hingga Grand Final Nasional Yogyakarta pada Desember 2026.

Info TPAAF
Info TPAAF

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.