Peluncuran Program Holding UMKM Klaster Pertanian dan Perkebunan, Wadahi UMKM Tembus Pasar Global
Ajie Gusti Prabowo August 17, 2026 06:50 PM

NAMANG, BABEL NEWS - Kementerian UMKM Republik Indonesia menyelenggarakan agenda launching program Holding UMKM Klaster Pertanian dan Perkebunan di kawasan Kebun Nusantara PT CAN, Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/8). Peluncuran tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor komoditas lada putih yang dilakukan oleh PT CAN dan akad massal kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman menyampaikan, Holding UMKM klaster pertanian dan perkebunan merupakan sebuah program strategis Kementerian UMKM.

Menurutnya, inisiasiatif ini dibentuk untuk mengonsolidasikan usaha dari hulu ke hilir, mendukung rantai pasok pangan, serta mendorong komoditas unggulan agar bisa menembus pasar global serta terserap dalam program nasional.

Diakuinya, Kebun Nusantara PT CAN dipilih sebagai lokasi karena merupakan contoh yang tepat bagaimana sebuah industri yang mewadahi potensi dari petani lada lokal Bangka Belitung. "Ini sebagai bukti ya pemerintah hadir di Desa Namang, Saya dari Kementerian UMKM, terus juga ada dari Barantin, kemudian juga ada dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan Bapenas juga. Jadi ini dari lintas kementerian, sebuah sinergi dan kolaborasi kita," kata Bagus Racman.

"Jadi PT CAN ini adalah sebagai operatornya. Dia memfasilitasi petani dalam penjualan, lalu melakukan pendampingan termasuk tadi bagaimana menghadapi ada serangan hama, lalu juga memastikan kualitas produknya," jelasnya.

Bagus Rachman menambahkan, melalui hadirnya ekosistem ekonomi baru ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM agar dapat menembus pasar lebih luas. "PT CAN telah memenuhi syarat penuh sebagai operator. Tujuannya satu, menaikkan kelas UMKM agar tidak berjalan sendiri-sendiri," tegasnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaanya unsur perbankan juga dilibatkan dalam ekosistem terkait penyaluran KUR nasional yang difokuskan ke sektor produktif. "Jika usaha menengah berperan sebagai penyokong, maka usaha mikro dan kecil pasti akan terdorong menjadi produktif karena adanya kepastian pasar," jelasnya.

Diakui Bagus Rachman, tercatat 200 orang melakukan akad massal secara langsung dalam acara ini. Namun, masih ada peluang terbuka bagi 1.300 petani yang terhubung dalam rantai pasok PT CAN untuk mengakses fasilitas yang sama. Dukungan perbankan BUMN/Himbara sudah terlihat aktif memfasilitasi karena jaminan pasar yang jelas. (w4)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.