Mendagri Tito Karnavian: Kemerdekaan Jadi Momentum Tegaskan Kehadiran Negara di Tengah Bencana
dipaanggara August 17, 2026 07:35 PM

TRIBUNNEWSDEPIK.COM, MANGGARAI TIMUR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Tito saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).

Tito berada di Manggarai Timur atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau langsung wilayah terdampak gempa sekaligus memastikan percepatan penanganan bencana di NTT.

Menurut Tito, pelaksanaan upacara kemerdekaan di tengah kondisi pascagempa memiliki makna penting. Momentum tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tetap dapat dilaksanakan sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk hadir langsung bersama masyarakat.

“Bencana di satu sisi memberikan pengalaman pahit, penderitaan bagi masyarakat kita semua. Orang Inggris mengatakan every cloud has a silver lining, setiap masalah ada hikmahnya. Paling tidak hikmahnya kita bisa berjumpa di sini,” ujar Tito.

Tito kemudian mengajak masyarakat merefleksikan kembali makna kemerdekaan melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Ia menjelaskan, kemerdekaan Indonesia berangkat dari keinginan bangsa untuk terbebas dari penjajahan yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Tekad tersebut kemudian diwujudkan melalui Proklamasi Kemerdekaan.

Menurut Tito, semangat tersebut harus terus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa, termasuk melalui perlindungan terhadap masyarakat yang menghadapi bencana.

Salah satu tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, kata Tito, adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Oleh karena itulah Bapak Presiden menugaskan sejumlah menteri, pimpinan lembaga, wakil menteri, untuk berangkat, hadir di tengah-tengah masyarakat, hadir di upacara 17 Agustus untuk menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam,” tegasnya.

Tito Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI
Dalam upacara tersebut, Tito mengenakan busana adat Manggarai Timur yang terdiri dari kemeja putih, kain songke, selendang leros, dan penutup kepala suku Rongga.

Mayoritas peserta upacara yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga mengenakan busana adat serupa.

Tito mengapresiasi pelaksanaan upacara pengibaran bendera yang berlangsung baik. Ia juga memberikan perhatian terhadap para petugas pengibar bendera yang dinilainya memiliki postur ideal.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran keberhasilan pembangunan sumber daya manusia di Manggarai Timur.

Tito juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi penerus, untuk menjaga persatuan dan meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.

Upacara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.