Bayi 10 Bulan Geraldus Watu asal Ngada Jadi Salah Satu Korban Meninggal Gempa Flores
Hilarius Ninu August 17, 2026 07:47 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar


TRIBUNFLORES.COM,BAJAWA-Geraldus Watu, bayi berusia 10 bulan asal Lengkosambi Barat, Kecamatan Riung, Ngada, NTT, menjadi salah satu dari dua korban meninggal dunia dalam gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Ngada.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Ngada per 17 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA, selain Geraldus, korban meninggal lainnya adalah Welem Sepa (79) dari Tadho Timur.

Total korban akibat gempa tercatat 36 orang, terdiri dari 19 orang luka ringan, satu luka sedang, 14 luka berat dan dua orang meninggal dunia.

Gerardus  meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Riung. Nyawa bocah 10 bulan  itu tak terselamatkan karena alami sesak nafas.

 

Baca juga: Menko PMK dan Kepala BNPB Pantau Pengungsi di Reo Manggarai Tegaskan Percepatan Penanganan

 

 

Meninggal bocah Geraldus menambah daftar korban meninggal dunia akibat gempa guncang Flores, pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Korban Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores berdampak cukup luas di Kabupaten Ngada. Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada per Senin (17/8/2026) pukul 18:00 WITA, sebanyak 2.905 rumah penduduk terdampak gempa.

Kerusakan rumah tersebut tersebar di 12 kecamatan, dengan kategori kerusakan berat, sedang dan ringan. Sebanyak 640 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan berat.

Selain itu, BPBD mencatat terdapat 27 posko pengungsian yang menampung sedikitnya 1.333 jiwa. Para pengungsi tersebar di sejumlah desa, di antaranya Tadho, Sambinasi dan Golo Ite.

Dampak gempa juga dirasakan pada infrastruktur dan fasilitas umum. Sebanyak 12 ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan berupa retakan, jalan terbelah maupun kerusakan pada sejumlah titik.

Kerusakan juga tercatat pada 56 kantor pemerintahan, 42 fasilitas kesehatan, 86 fasilitas pendidikan, enam fasilitas kesehatan hewan, 36 tempat peribadatan, dua lokasi fasilitas air minum dan perpipaan serta satu fasilitas irigasi.

Sementara itu, BPBD juga mencatat kerusakan pada tujuh jembatan dan 13 gedung.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kampung Dhokudou/Tololela, Desa Manubhara, yang tercatat sebagai perkampungan terdampak gempa.

Untuk penanganan darurat, BPBD Ngada telah menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Riung, Riung Barat, Aimere, Bajawa, Naru, Bowali, Turekisa, Lengkosambi dan Turamuri.

Bantuan yang didistribusikan antara lain beras, telur, minyak goreng, mi instan, gula, air kemasan dan terpal. BPBD juga telah mendirikan tenda posko pelayanan kesehatan di Maronggela, Desa Wolomeze.

Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi 100 unit tenda keluarga, 50 tenda pleton, 500 velbed, 1.000 paket permakanan, 500 set perlengkapan tidur, 100 set penerangan, peralatan pemurnian air, 250 galon dan 500 paket obat-obatan.

BPBD menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai hasil pendataan serta kondisi di lapangan.(cha)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.