SMAN 1 Sarudu Pasangkayu Dibobol Maling Komputer Hingga Speaker Senilai Rp50 Juta Hilang
Ilham Mulyawan August 17, 2026 08:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU -  SMAN 1 Sarudu, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat dimasuki maling.

Akibat kejadian tersebut, pihak SMAN 1 Sarudu diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp50 juta.

Sejumlah barang inventaris milik sekolah dilaporkan hilang. 

Baca juga: Cerita Perjuangan Serka Pampabonga 13 Hari Gembleng Paskibra Mamuju Tengah di Bawah Cuaca Panas

Baca juga: TPA Paku Polman Diduga Cemari Sawah Warga Blokir Akses Jalan

Peristiwa itu diketahui pada Senin (17/82026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Piket Mako Polsek Sarudu menerima laporan terkait dugaan pencurian barang inventaris sekolah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 12.10 WITA, personel piket Mako bersama Kanit Reskrim Polsek Sarudu langsung mendatangi lokasi kejadian di SMAN 1 Sarudu, Dusun Jono, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan dua pintu ruangan sekolah dalam kondisi rusak dan diduga telah dicungkil oleh pelaku. 

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah keterangan yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah barang inventaris yang hilang di antaranya satu unit monitor komputer merek Toshiba, dua unit printer merek Epson tipe L3211 dan L3110, satu unit server, 15 unit CPU, tujuh unit mouse, tujuh unit keyboard, lima buah kabel power, serta dua unit speaker aktif.

Atas kejadian tersebut, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50.000.000.

Dalam penanganan perkara, Polsek Sarudu telah menerima laporan, mendatangi dan melakukan pemeriksaan awal di TKP, membuat Laporan Polisi, serta memeriksa sejumlah saksi.

Pelapor dalam perkara tersebut adalah Harniati (50) , seorang PNS yang berdomisili di Dusun Jono, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu. 

Sementara saksi yang telah dimintai keterangan yakni Arham, 42 tahun, karyawan swasta, warga Dusun Nunu, Desa Sarudu.

Proses Penyelidikan

Hingga saat ini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan. 

Personel Polsek Sarudu terus mengumpulkan informasi dan keterangan guna mengungkap pelaku sekaligus menelusuri keberadaan barang-barang inventaris sekolah yang hilang.

PS. Kapolsek Sarudu IPTU Sofian Safrudin menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan maksimal.

“Kami akan melakukan penyelidikan secara maksimal untuk mengungkap pelaku dan keberadaan barang-barang yang hilang. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Sofian Safrudin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.