Ullambana YBA 2026 Digelar, Ada Doa untuk Korban Gempa NTT dan Masa Depan Indonesia
Wiwit Purwanto August 17, 2026 09:05 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Young Buddhist Association of Indonesia (YBA) mendoakan para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kegiatan “Pelimpahan Jasa & Sanghadana di Bulan Ullambana”, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian doa menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan dihadiri Dewan Pelindung YBA, YM Bhiksu Bhadra Pala Mahasthavira atau Suhu Xian Bing, bersama lima anggota Sangha lainnya.

Selain menjadi agenda tahunan, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan edukatif agar generasi muda memahami kembali nilai yang terkandung dalam Ksitigarbha Sutra dan Ullambana Patra Sutra.

YBA Dedikasikan Doa untuk Korban Gempa NTT

Ketua Panitia Ullambana YBA 2026, Elvina Falencia, menjelaskan keluarga besar YBA bersama anggota Sangha dan umat turut mendedikasikan doa serta pelimpahan jasa bagi para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Baca juga: HUT ke-81 RI, Bupati Jember Fawait Tekankan Pelayanan Publik dan Armada Damkar Baru

YBA menyatakan duka mendalam atas tragedi tersebut yang menyebabkan korban jiwa maupun luka. Doa juga dipanjatkan bagi masyarakat yang terdampak agar dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan aman.

“Kami menyampaikan simpati dan doa bagi seluruh masyarakat yang terdampak. Semoga mereka yang meninggal mendapatkan pelimpahan kebajikan, keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan, mereka yang terluka segera pulih, dan masyarakat yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupannya dengan aman,” kata Elvina di Surabaya, Senin (17/8/2026).

Elvina menjelaskan, agenda utama kegiatan tahun ini adalah pembacaan Ksitigarbha Sutra secara lengkap dalam Bahasa Indonesia. Pembacaan dibagi menjadi bagian atas, tengah, dan akhir, serta dilengkapi pembacaan Ullambana Patra Sutra dalam Bahasa Indonesia.

Program tersebut juga dilengkapi Dharma Talk yang membahas makna Ksitigarbha Sutra dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Elvina, pendekatan tersebut penting agar generasi muda tidak memandang sutra sebagai teks yang jauh dari kehidupan mereka.

“Kalau generasi muda dapat memahami isi dan konteks ajarannya, sutra tidak terasa sebagai teks yang jauh dari kehidupan," katanya.

Ullambana Jadi Momentum Refleksi dan Doa untuk Indonesia

YBA juga membuka ruang doa dan pelimpahan jasa bagi janin atau bayi yang meninggal sebelum maupun saat kelahiran, serta pihak-pihak yang memiliki ikatan karma dengan kehidupan seseorang.

Baca juga: Pemkab Gresik Merdekakan Para Veteran dari Tagihan PBB, PDAM hingga Listrik, Kado Manis HUT ke-81 RI

Melalui rangkaian tersebut, YBA ingin menghadirkan Ullambana sebagai momentum refleksi mengenai hubungan antarmanusia, rasa terima kasih, rekonsiliasi, serta tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan selama hidup.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mengajak seluruh peserta mendoakan Indonesia agar senantiasa berada dalam suasana damai, teduh, rukun, dan dipenuhi kepedulian antarsesama.

Doa dan pelimpahan jasa juga didedikasikan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan bangsa. Kebajikan yang dilakukan bersama diharapkan menjadi bagian dari doa bagi kedamaian dan persatuan Indonesia.

"Pada momentum Hari Kemerdekaan, kami ingin kebajikan yang dilakukan bersama hari ini juga menjadi doa untuk Indonesia. Semoga bangsa kita selalu diberi kedamaian, keteduhan, persatuan, dan kebijaksanaan. Kami juga mengenang dan mendedikasikan kebajikan kepada para pahlawan yang telah memberikan pengorbanannya bagi negeri ini,” ujar Elvina.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.