TRIBUNJAKARTA.COM - Kebakaran melanda sebuah bangunan gudang pabrik di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/8/2026) sore.
Api dilaporkan mulai diketahui sekitar pukul 16.30 WIB. Hingga Senin malam, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku menjinakkan kobaran api.
Wakil Ketua I Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bekasi Amirul Soleh mengatakan, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena keterbatasan air.
"Kami mendapatkan informasi kejadian kebakaran kurang lebih jam 16.30, dan sampai dengan saat ini, kurang lebih pukul 18.11 WIB masih belum bisa dipadamkan," ujar Amirul saat ditemui di lokasi, Senin, dikutip Kompas.com.
Menurut Amirul, kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Ia berharap perusahaan maupun posko pemadam kebakaran di sekitar lokasi dapat memberikan dukungan untuk membantu petugas.
Di tengah proses pemadaman, informasi mengenai isi maupun aktivitas di dalam bangunan sempat simpang siur.
Amirul mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti barang yang tersimpan di dalam gudang tersebut.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebut bangunan itu merupakan gudang bahan kimia.
Namun, ada pula informasi yang menyebut bangunan tersebut digunakan sebagai gudang alat tulis kantor (ATK).
"Kalau bicara soal memproduksi apa, hari ini masih simpang siur," kata Amirul.
Ketidakpastian tersebut terjadi karena petugas masih berfokus menangani kobaran api.
Amirul menegaskan pihaknya belum dapat memastikan informasi mengenai isi bangunan sebelum proses penanganan selesai.
Salah satu karyawan bernama Isni kemudian memberikan gambaran mengenai kondisi di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.
Isni mengatakan, dirinya bersama empat karyawan lainnya sedang bekerja di lantai atas ketika api mulai diketahui.
"Jadi kami lagi kerja di atas, ada lima orang. Terus kita disuruh turun sama sekuriti karena di bawah itu sudah ada api. Apinya sudah lumayan besar," ujar Isni kepada awak media di lokasi.
Menurut Isni, api diduga pertama kali muncul dari area tempat sampah yang berada di bagian luar bangunan.
Ia mengaku melihat tumpukan kardus yang bercampur dengan daun kering. Api kemudian diduga merembet dari area luar menuju bagian dalam gudang.
"Mungkin karena panas banget, entah bagaimana, akhirnya merembet ke dalam," kata Isni.
Isni memastikan saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di dalam bangunan. Para karyawan yang berada di dalam langsung diminta keluar setelah api diketahui.
"Tidak ada orang sama sekali dan itu isinya barang paketan semua," ujarnya.
Berbeda dengan informasi awal yang menyebut gudang tersebut menyimpan bahan kimia, Isni mengatakan bangunan itu digunakan untuk menyimpan berbagai barang kiriman.
Menurut dia, barang yang tersimpan antara lain produk home living dan alat tulis kantor (ATK).
"Betul, ini isinya home living sama ATK. Barang-barang kiriman atau e-commerce," kata Isni.
Ia mengaku tidak mengetahui apakah ada barang yang sempat meledak selama kebakaran berlangsung. Namun, Isni melihat sejumlah barang berbahan plastik ikut terbakar.
"Kalau saya tidak tahu, ya. Tapi yang terbakar itu plastik, sih, saya lihat," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan yang terbakar berada tidak jauh dari permukiman warga.
Situasi di sekitar lokasi sempat gelap gulita karena aliran listrik turut padam. Kobaran api masih terlihat ketika petugas pemadam kebakaran berupaya melakukan pendinginan dan pemadaman.
Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, petugas masih berjibaku mengendalikan api. Relawan kemanusiaan juga turut membantu proses penanganan di lokasi.
Amirul mengatakan pihaknya masih berfokus membantu petugas pemadam kebakaran agar kobaran api dapat segera dipadamkan.
"Yang jelas hari ini pemadam kebakaran bersama dengan relawan kemanusiaan lainnya masih fokus bagaimana caranya untuk bisa memadamkan api di lapangan," kata Amirul.
Informasi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa serta total kerugian akibat kebakaran juga masih dalam penanganan dan penyelidikan.