TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Bangunan gudang pabrik di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, kebakran pada Senin (17/8/2026) sore.
Api diduga pertama kali muncul dari area tempat sampah yang berada di bagian luar bangunan sebelum kemudian merembet ke dalam gudang.
Salah satu karyawan, Isni, mengatakan saat kebakaran terjadi dirinya bersama empat karyawan lainnya tengah bekerja di lantai atas bangunan.
Mereka kemudian diminta turun oleh petugas keamanan setelah api terlihat membesar di bagian bawah bangunan.
"Jadi kami lagi kerja di atas, ada lima orang. Terus kita disuruh turun sama sekuriti karena di bawah itu sudah ada api. Apinya sudah lumayan besar," ujar Isni, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Isni, api diduga muncul dari tumpukan sampah yang berada di luar bangunan.
Di area tersebut, terdapat tumpukan kardus yang bercampur dengan daun-daun kering.
Api kemudian diduga merembet dari bagian luar hingga masuk ke dalam bangunan.
"Mungkin karena panas banget, entah bagaimana, akhirnya merembet ke dalam," kata Isni.
Isni memastikan tidak ada aktivitas produksi ketika kebakaran terjadi.
Para karyawan yang berada di dalam bangunan juga langsung diminta keluar setelah api diketahui.
"Tidak ada orang sama sekali dan itu isinya barang paketan semua," ujarnya.
Isni menjelaskan, bangunan yang terbakar tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang.
Di antaranya produk kebutuhan rumah tangga atau home living hingga alat tulis kantor (ATK).
Barang-barang tersebut merupakan paket kiriman yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan elektronik atau e-commerce.
"Betul, ini isinya home living sama ATK. Barang-barang kiriman atau e-commerce," kata Isni.
Ia mengaku tidak mengetahui apakah terdapat barang yang sempat meledak selama kebakaran berlangsung.
Namun, Isni melihat sejumlah barang berbahan plastik ikut terbakar.
"Kalau saya tidak tahu, ya. Tapi yang terbakar itu plastik, sih, saya lihat," ujarnya.
Isni sendiri mengaku baru sekitar tiga bulan bekerja di lokasi tersebut.
Sementara perusahaan tempatnya bekerja telah beroperasi lebih lama.
Sebelumnya, Wakil Ketua I Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bekasi, Amirul Soleh, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran tersebut sekitar pukul 16.30 WIB.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk menangani kobaran api.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan kebakaran.
Proses pemadaman disebut sempat terkendala keterbatasan air.
Informasi mengenai ada atau tidaknya korban dalam peristiwa ini maupun total kerugian akibat kebakaran juga masih belum diketahui.
Petugas masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.