Diadang Kabut Asap Tebal, Ini Yang Dilakukan Pengendara  di Jalur Provinsi Kalsel Tapin-HSS
Edi Nugroho August 17, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Diadang kbut asap tebal, ini yang dilakukan pengendara  di Jalur Provinsi Kalsel Tapin-HSS

Kabut asap menyelimuti di ruas jalan alternatif Provinsi Kalimantan Selatan di Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) – Margasari atau tepatnya di Masta, Kabupaten Tapin pagi tadi.

Dari pantauan di lapangan, sekitar pukul 07.30 Wita, jalan alternatif ini diselimuti kabut yang cukup tebal dengan jarak pandang hanya beberapa meter. 

Akibatnya pengendara mobil dan sepeda motor harus berhati-hati dengan memperlambat kendaraan bermotor lantaran jarak pandang yang terganggu. Beberapa pengendara ada yang menyalakan lampu sein dan lampu utama mengantisipasi pengendara dari arah berlawan, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Pengunjung Kalsel Expo Hampir 1,3 Juta Orang, Ini Daftar Juara Stan Terbaik

Baca juga: Truk Tangki Tabrak Sejumlah Motor di Banjarbaru, Polisi Periksa sang Pengemudi

Salah satu pengendara mobil yang melintas dari arah Banjarmasin menuju Kandangan, Kabupaten HSS, Agung, mengakui saat melintas sekitar pukul 06.30 Wita, kabut sudah cukup tebal.

“Sangat sulit melintas dan harus pelan-pelan tadi, apalagi saat pagi belum terlalu terang,” katanya saat ditemui di Kandangan.

Kabut asap diperkirakan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ditambah musim kemarau yang tengah terjadi di wilayah Kalsel.

Namun, ketika memasuki wilayah Kalumpang, HSS kabut berangsur menghilang seiring waktu sudah semakin terang.

Terpisah Kepala Pelaksana (Kalak)Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS, Ika Aguspiannor Hidayattullah, mengatakan dari laporan terbaru, Karhutla masih terjadi di wilayah Kabupaten HSS hingga tadi malam. 1 di Kecamatan Simpur, Kalumpang, dan wilayah Daha.

“Memang ada kabut asap yang terjadi di wilayah HSS. Namun, dalam batas aman dan waktunya tidak terlalu lama. Ini juga karena penanganan Karhutla yang cepat sebagai upaya antisipasi kabut asap yang berlanjut dan panjang,” jelasnya.

Di tengah kondisi saat ini, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) turut terjadi. Berdasarkan laporan  Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) HSS, tren ISPA tercatat 440 penderita per minggu ke 31 tahun 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lanjutan (P2KL), dr Artaty, menyampaikan, kasus tersebut tidak semua disebabkan asap kabut dari Karhutla.

“Sebab lain tentu ada, misalnya infeksi virus, bakteri, asap rokok, asap kendaraan bermotor dan kondisi lingkungan lainnya,” jelasnya.

Paparan kabut asap dan polusi udara berpotensi meningkatkan iritasi saluran nafas, sehingga berdampak menurunkan pertahanan alami dari saluran pernapasan, mempermudah terjadinya infeksi dan tentunya memperberat gejala pada penderita yang sudah terkena ISPA.

Diselimuti Kabut Asap, Ini 5 Cara Lindungi Diri dari Bahaya Polusi Udara

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan membuat sejumlah wilayah di sekitarnya tertutup kabut asap. Akibatnya, kualitas udara pun menjadi tidak sehat.

Berdasarkan riset 2013 yang dilakukan WHO, polusi udara dapat menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker paru-paru.

Selain menyebabkan kanker, polusi udara juga mempengaruhi sistem pernapasan (paru-paru), dan sistem peredaran darah tubuh, seperti diare, malaria, dan radang paru atau pneumonia.

Lalu, bagaimana cara mencegah dampak polusi udara pada kesehatan kita?

Melansir Hello Sehat, berikut 5 cara mencegah dampak buruk polusi udara pada kesehatan:

1. Pakai masker saat keluar rumah

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah selalu memakai masker untuk menghalangi debu polusi udara yang terhirup dan bisa masuk ke saluran pernapasan.

Sayangnya, sebagian masker yang dijual di pasaran bukanlah masker yang tepat untuk mencegah dan menghalangi polusi udara.

Gunakan masker dengan bahan yang telah terbukti dapat menyaring udara sebaik mungkin, misalnya masker jenis n95.

2. Bersihkan lantai dari debu dan kotoran tempat tinggal secara berkala

Bahan kimia dan alergen dari polusi udara bisa terkumpul dan menumpuk menjadi debu di lingkungan maupun di dalam rumah.

Cara untuk meminimalisir penyebaran polusi udara ini adalah dengan menggunakan vakum yang mengandung filter high efficiency particulate air (HEPA).

Vakum atau pembersih jenis ini dapat mengurangi debu dan kotoran yang terbuat dari bahan kimia brominated (PBDEs), serta alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu.

Teknologi filter HEPA diklaim mampu membuat bakteri dan alergen lainnya terjebak dalam penghisap debu.

3. Jaga kelembapan udara di dalam rumah

Selain menggunakan filter HEPA, kita disarankan untuk menjaga tingkat kelembapan di dalam ruangan rumah atau kantor.

Kita bisa menggunakan humidifier untuk melembapkan udara ruangan. Jaga kelembapan udara sekitar 30 hingga 50 persen, kelembapan dengan kadar tersebut dapat membantu mengendalikan alergen dan pemicu penyakit pernapasan lainnya.

4. Jaga asupan cairan dalam tubuh

Minum air yang cukup sangat membantu membuang racun dari tubuh. Cairan tubuh yang cukup juga memicu kelembapan yang membantu menyerap polusi yang masuk ke dalam tubuh agar tidak meluas.

5. Konsumsi makanan sehat

Makanan sehat sangat membantu menangkal racun jahat dari polusi udara. Oleh karena itu, konsumsilah makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan yang sarat akan vitamin C. Contohnya jeruk, lemon, anggur, dan jambu.

Sayur dan buah-buahan juga dapat memperkuat sistem imu sehingga tubuh kita mampu melawan racun yang masuk ke dalam tubuh.

Penelitian yang dilakukan Universitas Otago juga menyebutkan, vitamin C lebih lama bertahan di jaringan tubuh jika melalui buah dibandingkan dengan dari suplemen.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.