Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Detik-detik kebakaran hebat melanda sebuah rumah yang juga digunakan sebagai kantor notaris di wilayah Kota Bengkulu, Senin (17/8/2026) malam.
Api sempat membesar dan menghanguskan sejumlah bagian bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, bertepatan dengan waktu salat Isya.
Warga yang berada di sekitar lokasi awalnya melihat asap tebal mengepul dari bagian belakang bangunan.
Melihat kondisi tersebut, warga langsung bergerak menuju lokasi dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan laporan cepat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam menangani kebakaran.
Ia mengimbau masyarakat segera menghubungi layanan darurat 112 apabila melihat tanda-tanda kebakaran.
“Informasi kami 112. Inilah 112, tidak dikenakan pulsa. Segera hubungi Damkar 112,” kata Yuliansyah saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, kecepatan masyarakat dalam melaporkan kejadian sangat menentukan proses penanganan.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Notaris di Kota Bengkulu, Api Diduga Berawal dari Bagian Atas
Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak menuju lokasi.
Dalam kejadian tersebut, informasi awal yang diterima petugas menyebutkan adanya api yang terlihat dari bagian belakang rumah.
Tim Damkar kemudian langsung menuju lokasi. Yuliansyah mengatakan respons petugas ditargetkan sekitar lima menit karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Pos 3.
“Yang jelas respons tim kita harus lima menit, karena pos terdekat adalah Pos 3,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas tidak langsung memusatkan seluruh penyemprotan ke titik api. Langkah awal dilakukan dengan melokalisir kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain.
Petugas berupaya mengamankan bagian rumah di sisi kiri, kanan dan belakang yang masih memungkinkan diselamatkan.
Setelah rambatan api berhasil dikendalikan, petugas kemudian memfokuskan pemadaman pada sumber utama kebakaran.
“Yang penting itu kami lokalisir dulu. Artinya, mana yang bisa kami selamatkan dulu. Kiri, kanan, belakang kami selamatkan. Baru kami melakukan pemadaman,” jelas Yuliansyah.
Prioritas utama dalam penanganan kebakaran adalah memutus rambatan api agar tidak menjalar ke rumah warga lainnya.
“Yang penting kuncinya di kiri kanan sudah tidak menyebar lagi. Artinya rambatan api sudah kita putuskan,” katanya.
Yuliansyah menyebut tidak terdapat kendala teknis berarti selama proses pemadaman. Namun, banyaknya warga yang datang ke lokasi menjadi salah satu tantangan bagi petugas.
Seluruh unit dari sejumlah pos pemadam kebakaran dikerahkan karena lokasi berada di kawasan yang cukup padat penduduk.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk melakukan pemadaman, melokalisir api hingga proses pendinginan. Api kemudian berhasil dikendalikan dan lokasi dinyatakan aman sekitar pukul 20.36 WIB.
Bangunan yang terbakar diketahui dihuni enam orang, terdiri dari seorang perempuan paruh baya bersama suami, anak dan tiga orang cucunya.
Yuliansyah memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Korban tidak ada sampai saat ini,” ujarnya.
Selain memadamkan api, petugas juga berusaha menyelamatkan sejumlah barang yang masih memungkinkan untuk diamankan dari dalam rumah.
Beberapa dokumen penting yang berhasil diselamatkan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kalau sempat, langsung diamankan. Ya, langsung kasih pihak keluarga,” kata Yuliansyah.
Ketua RT 9 RW 3 Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Ratno Hadi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga ketika asap mulai mengepul dari bangunan.
“Pas mulai Isya, kami ditelepon warga. Katanya sudah ada asap mulai tebal. Kami langsung lari ke sini, ternyata api sudah menyambar,” kata Ratno saat ditemui di lokasi, Senin (17/8/2026).
Menurut Ratno, api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke sejumlah bagian bangunan.
Berdasarkan informasi awal dari warga, kobaran api diduga bermula dari bagian atas atau area plafon. Api kemudian merambat ke ruangan yang digunakan sebagai kantor notaris.
“Di bagian atas, dari plafon langsung menyambar ke ruangan kantor notaris. Karena ada angin, api langsung mengarah ke situ dan membakar bagian dalam,” jelasnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membantu proses evakuasi penghuni rumah.
Seluruh penghuni berhasil keluar dari bangunan yang terbakar. Salah seorang penghuni diketahui sedang dalam kondisi kurang sehat saat kejadian.
“Penghuni rumah ada semua. Ada ibunya yang agak sakit, tapi sudah bisa diamankan,” ujarnya.
Rumah tersebut diketahui milik warga bernama Sajili Hassan, sedangkan bagian bangunan lainnya digunakan sebagai kantor notaris.
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.