Sempat Gemetar, Satpam UIN Sumut Panjat Tiang Saat Tali Bendera Terlepas di Upacara HUT ke-81 RI
Septrina Ayu Simanjorang August 17, 2026 10:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sempat gemetar, satpam UIN Sumut panjat tiang saat tali bendera terlepas di upacara HUT ke-81 RI.

Insiden tali bendera terlepas sempat mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Kampus Pancing, Medan, Senin (17/8/2026).

Di tengah upacara, seorang petugas keamanan kampus, Bayu Andrian (28), mendadak berlari menuju tiang bendera dan memanjatnya untuk mengambil tali yang terlepas hingga ke bagian atas.

Baca juga: MOMEN Orangtua Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Tagih Penjelasan Kepala BGN: Tidak Mau Salah Obat

Aksi tersebut dilakukan Bayu setelah melihat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tak lagi dapat melanjutkan proses pengibaran bendera akibat tali terlepas dari sambungannya.

Saat kejadian, Bayu sebenarnya sedang bertugas mengamankan jalannya upacara dari luar lapangan.

“Tadi kebetulan saya lagi mengamankan lokasi adanya upacara Indonesia yang ke-81 di UIN SU Pancing. Begitu pas bagian Paskibraka menarik tali, terputus sambungan talinya itu,” kata Bayu.

Baca juga: Rayakan Kemerdekaan, Wali Kota Medan Doakan NTT dan Daerah Dilanda Bencana

Melihat kondisi tersebut, Bayu langsung mengambil tindakan. Ia berlari dari posisinya menuju tiang bendera.

Tak banyak waktu untuk berpikir, ia melepas sepatu dan meletakkan telepon genggamnya sebelum mulai memanjat tiang.

“Saya langsung mengambil tindakan dan sigap. Saya berlari untuk menuju tiang bendera. Saya lepas sepatu saya dan saya campakkan HP saya dan segera memanjat tiang bendera tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Satpam UIN Sumut Panjat Tiang Bendera saat Tali Lepas di Upacara HUT RI, Sempat Gemetar saat di Atas

Bayu mengaku sempat gemetar ketika sudah berada di atas. Selain cukup tinggi, permukaan tiang juga licin lantaran baru dicat.

Namun, ia tetap melanjutkan aksinya hingga berhasil menjangkau tali yang berada di ujung tiang.

“Begitu saya memanjat, mulai terasa gemetar sih kalau dibilang. Tinggi juga tiangnya. Lagipula tiangnya baru dicat, masih licin. Tapi dengan semangat saya untuk bisa mengambil putusan tali yang ada di ujung tiang bendera itu, saya beranikan perlahan demi perlahan saya ambil, dan tergapailah tali tersebut,” katanya.

Setelah berhasil meraih tali, Bayu menariknya perlahan sembari turun dari tiang hingga kembali menginjak lapangan.

Baca juga: Jaga Kelancaran Arus Lalulintas pada HUT RI, SPN Hinai Gelar Strong Point di Jalinsum Medan-Aceh

Menurut Bayu, tali tersebut bukan putus, melainkan terlepas pada bagian sambungan atau pengait ketika ditarik oleh Paskibraka.

“Talinya terlepas. Kalau dibilang, itu kan ada di tengah macam pengait kayak di tas ransel kita. Kurang tahu ini bagaimana Paskibrakanya menarik. Memang bukan disengaja, memang insiden yang enggak kita duga,” ungkapnya.

Setelah tali berhasil diambil, petugas Paskibraka kemudian memperbaiki sambungan tersebut. Prosesi upacara pun dapat kembali dilanjutkan.

“Begitu saya sudah selesai mengambil sambungan tali di atas, saya turun dan dibetulkan oleh pihak Paskibraka UIN Pancing dan upacara tersebut kembali lagi menjalani seperti biasa,” ujarnya.

Bayu mengatakan keputusannya memanjat tiang murni atas inisiatif pribadi. Saat kejadian, tidak ada orang lain yang terlebih dahulu mencoba memanjat tiang tersebut.

Ia menilai postur tubuhnya yang relatif kecil dan ringan membuatnya lebih memungkinkan untuk melakukan tindakan itu.

“Tidak ada. Itu murni dari inisiatif saya sendiri. Karena kalau kita lihat dari postur badan, saya rasa saya yang paling kecil, ringan,” katanya.

Lebih dari itu, Bayu tak ingin insiden tali bendera membuat rangkaian upacara kemerdekaan terhenti.

“Jadi pun saya lihat jangan pula gara-gara tali terputus upacara ini enggak jalan. Malu kita sama pahlawan kita yang sudah meninggal,” ungkapnya.

Bayu diketahui telah bekerja sebagai petugas keamanan di Kampus UIN Sumut Pancing sejak 2018.

Ketika kejadian, posisinya berada cukup jauh dari tiang karena bertugas mengawal pelaksanaan kegiatan dari sisi luar lapangan.

“Kita mengawal kegiatan. Kebetulan pas di samping lapangan. Lumayan agak jauh sih. Saya di luar lapangan, saya mengawal kegiatan upacara berada di UIN Pancing,” katanya.

Aksi Bayu kemudian mendapat apresiasi dari pihak kampus. Seusai upacara, namanya dipanggil melalui pembawa acara dan mendapat apresiasi dari Rektor UIN Sumut beserta jajaran.

Upacara tersebut turut dihadiri Rektor UIN Sumut, para wakil rektor, serta jajaran kampus.

“Kita dikasih apresiasi dari Ibu Rektor beserta jajaran. Sudah selesai kegiatannya, baru diucapkan MC dan memanggil saya,” pungkas Bayu.

(cr26/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.