BANGKAPOS.COM - Fakta baru mengungkap bahwa Susanah ternyata bukan pengupas bawang melainkan pekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penjahit kain lap majun.
Hal ini diketahui setelah ada klarifikasi dari pihak keluarga setelah Presiden Prabowo Subianto yang menyebut gaji pengupas bawang mencapai angka fantastis Rp 700 ribu pada pidato kenegaraan.
Gara-gara pidato tersebut, warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor ini menjadi sorotan publik.
Pasalnya disinyalir ada ketidaksesuaian profesi dan upah yang disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD tersebut.
Keluarga lantas meluruskan bahwa nilai nominal Rp 700 bukanlah ribuan rupiah untuk mengupas bawang, melainkan upah riil sebesar Rp 700 per kilogram dari hasil menjahit kain lap.
Pihak keluarga membeberkan profesi sebenarnya dari perempuan berusia 38 tahun itu untuk meluruskan kesalahpahaman yang meluas di masyarakat.
Kakak ipar Susanah, Wina, mengatakan perempuan berusia 38 tahun itu sudah sekitar tujuh bulan bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Bojong.
Menurut Wina, Susanah memiliki pekerjaan di SPPG yang menjalankan program MBG.
Susanah bertugas sebagai petugas ompreng MBG dan telah bekerja di SPPG tersebut selama sekitar tujuh bulan.
"(Kerja) di SPPG sudah 7 bulanan, karena memang belum lama di SPPG daerah Bojong. (Pekerjaan utama) ini (penjahit lap). Suami kuli bangunan. Anaknya ada tiga, yang satu baru lulus anak pertama, dua masih sekolah," ujar Wina.
Baca juga: Kaitkan Pengupas Bawang 700 Ribu Per Kilo, Penasihat Presiden Bicara Soal Penjajahan Algoritma
Meski bekerja di SPPG, Wina mengatakan pekerjaan utama Susanah sebenarnya adalah menjahit kain lap majun.
Pekerjaan tersebut juga terlihat dari aktivitas di kediaman Susanah di Kecamatan Cileungsi.
Saat rumahnya dikunjungi pada Minggu (16/8/2026), terlihat sejumlah kain majun di lantai serta sebuah mesin jahit di bagian depan rumah.
Sejumlah anggota keluarga juga terlihat melakukan aktivitas menjahit dan merapikan kain.
Wina membantah informasi bahwa Susanah memperoleh upah Rp 700.000 per kilogram dari pekerjaan mengupas bawang.
Menurut dia, angka Rp 700 yang berkaitan dengan pekerjaan Susanah merupakan upah menjahit kain lap majun per kilogram.
Susanah disebut mampu menjahit sekitar 20 kilogram kain lap dalam sehari sehingga memperoleh sekitar Rp 14.000 per hari dari pekerjaan tersebut.
"Itu tidak benar (gajinya Rp 700 ribu perkilogram bawang). Ibu Susanah itu bekerja di MBG dan juga penjahit lap majun dengan harga Rp 700 perkilo. Itu tidak benar kalau dia bekerja mengupas bawang dengan harga Rp 700 ribu perkilo," ujar Wina saat ditemui di rumah Susanah, Minggu.
Keterangan keluarga tersebut sekaligus meluruskan pekerjaan Susanah setelah informasi dalam pidato Prabowo menjadi perbincangan di media sosial.
Klarifikasi juga muncul dari akun Instagram yang mengaku sebagai anak Susanah setelah sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan pekerjaan perempuan asal Cileungsi itu.
Akun tersebut menyebut Susanah sendiri terkejut ketika mendengar dirinya diperkenalkan sebagai pengupas bawang.
"Sorry kak itu ibu saya, beliau juga kaget pas dibilang pengupas bawang, beliau juga sudah klarif pekerjaan sebenarnya," kata akun yang diduga milik anak Susanah.
"Mamah saya kerjanya jahit kak bukan kupas bawang," sambungnya.
Akun tersebut juga menjelaskan bahwa Susanah awalnya menerima undangan untuk hadir dalam acara kenegaraan karena menganggap kesempatan tersebut sebagai sebuah rezeki.
"Pikiran mamah saya memang rezeki kebetulan diundang ke sana, makanya mamah saya menerima undangan itu," ungkap akun tersebut.
Nama Susanah menjadi perhatian publik setelah Prabowo menyebutnya secara langsung dalam pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo saat itu memperkenalkan Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang.
Presiden juga menyebut bantuan yang diterima keluarga Susanah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujar Prabowo.
Penyebutan upah Rp 700.000 per kilogram tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial hingga keluarga Susanah memberikan penjelasan mengenai pekerjaan sebenarnya.
Susanah tinggal bersama keluarganya di kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi.
Rumah tersebut berukuran tidak terlalu luas dengan sebagian tembok telah dicat dan bagian depan dilengkapi kanopi dengan penyangga kayu.
Aktivitas menjahit terlihat menjadi bagian dari keseharian keluarga Susanah, ditandai dengan mesin jahit dan tumpukan kain majun yang berada di rumah.
Susanah memiliki tiga anak dengan anak pertama telah menyelesaikan pendidikan, sedangkan dua anak lainnya masih bersekolah.
"Anak pertamanya baru lulus. Dan dua masih sekolah," kata Wina.
Suami Susanah sehari-hari bekerja sebagai buruh dan kuli bangunan.
Susanah sendiri belum berada di rumah ketika kediamannya dikunjungi pada Minggu karena masih berada di Jakarta bersama suaminya.
"Sekarang masih di Jakarta dari hari Rabu lalu. Baru pulang informasi yang saya dengar sih hari Selasa nanti," ujar Wina.
Keterangan keluarga menunjukkan bahwa keseharian Susanah tidak berkaitan dengan pekerjaan mengupas bawang seperti yang disebut dalam pidato Prabowo.
Susanah diketahui bekerja sebagai petugas ompreng MBG di SPPG daerah Bojong sekaligus menjalani pekerjaan utama sebagai penjahit kain lap majun dengan upah Rp 700 per kilogram. (Kompas.com/ Tribun Bogor)