Chifa Putri, Danton Perempuan yang Pimpin Paskibraka saat Penurunan Bendera di Pangkalpinang
Ardhina Trisila Sakti August 17, 2026 11:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suaranya terdengar lantang dari sisi kanan podium utama halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (17/8/2026) sore.

"Maju, jalan!"

Aba-aba itu terdengar lantang dari suara Chifa Putri A, siswi SMKN 1 Pangkalpinang yang dipercaya menjadi komandan peleton (Danton) dalam upacara penurunan bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan sekadar suara yang menjadi perhatian.

Chifa mencatat momen berbeda dalam pelaksanaan upacara penurunan bendera tahun ini.

Jika posisi Danton selama ini lebih sering diisi anggota Paskibraka laki-laki, kali ini seorang perempuan berdiri di depan dan memimpin barisan Paskibraka Kota Pangkalpinang.

Dari posisinya, Chifa memberikan komando kepada pasukan untuk memasuki lapangan upacara.

Langkahnya tegap. Gerakannya terukur. Suaranya tetap lantang saat memberikan aba-aba dan mengatur barisan.

Tak tampak keraguan dari siswi yang masih duduk di bangku sekolah tersebut.

Bagi Chifa, kepercayaan menjadi Danton justru menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa posisi tersebut tidak hanya dapat dijalankan oleh laki-laki.

"Kalau menjadi Danton itu bukan hanya cowok saja yang bisa, putri juga bisa," kata Chifa seusai menjalankan tugasnya kepada Bangkapos.com, Senin (17/8/2026) sore.

Menjadi Danton bukan peran yang tiba-tiba datang kepadanya.

Ada proses panjang yang harus dilalui sejak awal seleksi Paskibraka.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah mempersiapkan kondisi fisik dan melatih suara agar mampu memberikan komando dengan jelas di hadapan seluruh pasukan.

"Persiapannya suaranya itu harus lantang dan lebih percaya diri lagi," ujarnya.

Latihan demi latihan juga membuat Chifa mengalami perubahan dalam dirinya.

Ia mengaku menjalani berbagai persiapan fisik sejak mengikuti seleksi hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kota Pangkalpinang.

Salah satunya, ia berhasil menurunkan berat badan selama menjalani proses persiapan.

Namun, bagi Chifa, perubahan fisik tersebut bukanlah tujuan utama.

Latihan Paskibraka justru mengajarkannya tentang disiplin, kesiapan fisik, kepercayaan diri, dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

"Jadi persiapan latihan Paskibraka ini sekaligus menurunkan berat badan saya, yang awalnya itu 85 sekarang saya 65," jawab Chifa .

Di balik ketegasannya saat berdiri sebagai Danton, Chifa ternyata memiliki keinginan lain sebelum akhirnya mendapat kepercayaan tersebut.

Ia sempat berharap bisa menjadi pembawa baki dalam upacara pengibaran maupun penurunan bendera.

"Wishlist-nya itu pengen jadi baki, tapi enggak tahu rezekinya di Danton," ucapnya.

Meski demikian, kepercayaan menjadi Danton justru menjadi pengalaman yang membanggakan baginya.

Chifa mengaku sangat bangga dapat menjadi bagian dari Paskibraka Kota Pangkalpinang dan mendapat kesempatan menjalankan tugas di hadapan masyarakat pada momen peringatan kemerdekaan.

"Sangat bangga sekali karena bisa menjadi Paskibraka Kota Pangkalpinang. Kemudian diberi amanah tugas lagi menjadi Danton," katanya.

Chifa merupakan siswi SMKN 1 Pangkalpinang. Ia tinggal di kawasan Bukit Baru dan lahir pada 7 Januari 2010.

Pada sore itu, ia tidak berdiri sebagai sekadar anggota pasukan.

Ia berdiri di depan, memberikan komando, memastikan barisan bergerak sesuai aba-aba, dan menunjukkan bahwa perempuan juga mampu mengambil posisi kepemimpinan di dalam pasukan Paskibraka.

Suara lantangnya menjadi penanda dari sebuah momen yang berbeda pada upacara penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pangkalpinang.

Bagi Chifa, menjadi Danton bukan hanya tentang memimpin barisan.

Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi pembuktian sederhana bahwa keberanian untuk berdiri di depan tidak mengenal jenis kelamin.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.