Bendera Raksasa Membentang di Jembatan Gantung Sukamenak, Warga Ciamis-Tasik Kompak Rayakan HUT RI
Dedy Herdiana August 17, 2026 11:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Ada pemandangan berbeda dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jembatan Gantung Sukamenak, Senin (17/8/2026).

Bendera Merah Putih berukuran 20 x 10 meter dibentangkan secara vertikal di jembatan yang menghubungkan Kampung Benteng, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, dengan Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Sekitar 200 hingga 300 warga dari kedua wilayah memadati lokasi sejak pagi.

Sebagian warga mengikuti upacara dari atas jembatan. Sementara lainnya menyaksikan dari tepian Sungai Citanduy yang mengalir tepat di bawah jembatan.

Baca juga: Cerita Risma, Pengibar Bendera yang Rasakan Tegang saat Upacara di Tengah Danau Lembur Galuh Ciamis

Momen paling menarik terjadi saat lima warga, yakni Fajar Utama, Rakha Alkahfi, Nanan Sagara, Cepi Rizal, dan Asep Didu, mulai menarik tali untuk membentangkan Sang Merah Putih.

Bendera raksasa tersebut ditarik perlahan dari bawah menuju bagian atas jembatan.

Ukuran bendera yang mencapai 20 x 10 meter membuat proses pengibaran tidak mudah. Apalagi, kain dalam kondisi lebih berat setelah sebelumnya diguyur hujan.

Kelima pengibar harus menarik tali secara kompak agar bendera dapat terbentang dengan sempurna.

“Pengibaran tahun ini berbeda karena ukuran benderanya lebih besar. Tantangannya juga lebih berat, terutama saat menarik bendera dari bawah ke atas,” kata Ketua Pelaksana sekaligus pengibar bendera, Fajar Utama.

Baca juga: Pengibaran Bendera Merah Putih di Gunung Galunggung Tasikmalaya Pecahkan Rekor MURI

Bendera tahun ini berukuran dua kali lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 10 x 6 meter.

Setelah beberapa kali tarikan, bendera akhirnya membentang sempurna di struktur jembatan.

Sorak dan tepuk tangan warga langsung pecah. Suasana semakin meriah dengan kembang api dan kepulan asap (smoke).

Namun, kemeriahan HUT RI di Jembatan Gantung Sukamenak tak berhenti pada pengibaran bendera.

Warga kemudian menggelar aksi bersih-bersih di sekitar Sungai Citanduy.

Dengan peralatan sederhana, warga memunguti sampah yang berada di sekitar aliran sungai.

Setelah itu, berbagai perlombaan air turut digelar. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Ketua RT 04/06, Ai Tati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan warga dari dua wilayah.

Menurutnya, meski secara administratif berada di wilayah berbeda, warga Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis memiliki hubungan sosial yang dekat.

“Batas wilayah tidak menjadi penghalang untuk kita bersama-sama memperingati kemerdekaan,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan botram atau makan bersama menggunakan hidangan nasi liwet.

Warga dari kedua wilayah duduk berdampingan, menyantap makanan sambil berbincang dan bercanda.

Jembatan Gantung Sukamenak pun tak hanya menjadi akses penghubung antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Pada momentum HUT ke-81 RI, jembatan tersebut berubah menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat di dua wilayah.

Fajar berharap kegiatan perayaan kemerdekaan di lokasi tersebut dapat terus digelar setiap tahun.

“Harapannya silaturahmi antarwarga semakin erat dan keberadaan akses jalan ini juga bisa membantu perekonomian masyarakat,” katanya.

Bendera Merah Putih yang membentang vertikal di Jembatan Gantung Sukamenak akhirnya menjadi simbol persatuan warga.

Dua wilayah berbeda administrasi, tetapi dipertemukan oleh satu semangat: merayakan kemerdekaan bersama.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.