Basarnas Toraja Kirim Dua Personel ke Gunung Bawakaraeng, Ada yang Stand By untuk Latimojong
Imam Wahyudi August 17, 2026 11:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, TANATORAJA - Meski menjadi gunung tertinggi di Sulawesi Selatan, Latimojong tidak menjadi lokasi fokus penyiagaan khusus siaga merah putih bagi pendaki yang melakukan upacara HUT RI setiap tahun. 

Hal itu diungkapkan Komandan Pos SAR Basarnas Kabupaten Tana Toraja, Maickel Marth Femy. 

"(Tahun ini) kami tidak melakukan penyiagaan di Gunung Latimojong," kata Maickel kepada Tribun-Timur.com via telpon, Senin (17/8/2026). 

Meski begitu dari pantauan Tribun di media sosial Instagram terhadap akses pendakian Gunung Latimojong di momen HUT ke-81 Republik Indonesia, tetap dibuka. 

Secara administratif, Pegunungan Latimojong membentang dan melintasi empat kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Empat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Enrekang (wilayah sebelah barat, sekaligus menjadi jalur pendakian paling populer via Desa Karangan), Kabupaten Luwu (wilayah sebelah timur), Kabupaten Tana Toraja (wilayah sebelah utara) dan Kabupaten Sidrap (wilayah sebelah selatan).

Puncak Rante Mario (3.478 mdpl) yang masuk wilayah Enrekang, merupakan titik tertinggi dari rangkaian Pegunungan Latimojong sekaligus atap tertinggi di Pulau Sulawesi.

Secara spesifik Gunung Latimojong yang juga disebut sebagai Atap Sulawesi ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Luwu.

Olehnya itu, Maickel menegaskan bahwa operasional siaga utama Basarnas pada momen 17 Agustus memang dipusatkan di Gunung Bawakaraeng.

"Pemantauan dan pengamanan siaga difokuskan di Gunung Bawakaraeng," katanya. 

Pos Toraja, katanya, memberangkatkan dua personelnya guna memperkuat pengamanan Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng.

Penyiagaan personel tersebut merupakan bagian dari perbantuan Bawah Kendali Operasi atau BKO ke Makassar menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.

"Saya hanya mengirim tim dua orang untuk BKO ke sana, ke Gunung Bawakaraeng," ujarnya. 

Langkah penyiagaan tersebut diambil karena lonjakan jumlah pendaki saban perayaan HUT Kemerdekaan RI selalu berpusat di Gunung Bawakaraeng.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng merupakan agenda rutin tahunan dari Basarnas Pusat.

"Setiap 17 Agustus itu Basarnas Pusat memang sudah mengagendakan Siaga Merah Putih terbesar di Sulawesi di Bawakaraeng," jelasnya.

Terbatasnya jumlah personel di Pos Basarnas Tana Toraja membuat pemberangkatan tim ke Makassar dilakukan secara proporsional.

Pos Basarnas Tana Toraja saat ini hanya diperkuat oleh enam orang personel untuk mengover seluruh wilayah tugasnya.

"Kami kan di Toraja hanya enam orang, jadi tidak diberangkatkan semua demi mengantisipasi potensi bahaya musim kemarau," tuturnya.

Empat personel lainnya tetap disiagakan di pos markas untuk merespons potensi bencana kekeringan serta kebakaran di wilayah Toraja.

Meskipun tidak mendirikan pos khusus di Gunung Latimojong, Basarnas Toraja tetap menjalin koordinasi intensif dengan pengelola lokal.

Koordinasi juga terus diperkuat bersama tim Basarnas Pos Parepare untuk memantau situasi jalur pendakian Gunung Latimojong.

"Untuk Latimojong kami sifatnya standby saja jika sewaktu-waktu dibutuhkan pertolongan emergency," ucap Maickel. 

Menurut Mickel, pendakian di Gunung Latimojong saat ini masih dikelola secara internal oleh masyarakat setempat dan kelompok pecinta alam.

"Di Latimojong itu internal saja dari warga lokal dengan pemanjat gunung di sana," tambahnya.

Sampai saat ini, situasi aktivitas pendakian di Gunung Latimojong dilaporkan masih dalam kondisi aman serta terkendali.

"Bilamana belum ada laporan atau info dari atas, berarti kondisi kami nyatakan masih aman," pungkasnya. 

Tidak dipilihnya Gunung Latimojong sebagai lokasi utama merayakan HUT RI oleh para pendaki, disebabkan jaraknya yang cukup jauh dar Kota Makassar.

Jarak dari Makassar ke Dusun Karangan yang merupakan kaki Gunung Latimojong hampir 300 kilometer.

Sebaliknya, jarak Makassar ke kaki Gunung Bawakaraeng, baik itu di Kampung Lembanna maupun Bulu Ballea, Kabupaten Gowa, hanya sekitar 65 kilometer.

Mayoritas pendaki yang merayakan HUT RI puncak Bawakaraeng, berasal dari Makassar.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.