Berbatasan Langsung Kilang Minyak, Butuh 2 Jam Padamkan Api Kebakaran Gudang Sembako STB Tarakan
Cornel Dimas Satrio August 17, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kobaran api melalap gudang penyimpanan sembako milik Toko STB di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (17/8/2026) sore. Penanganan insiden ini memicu kesiapsiagaan tinggi lantaran posisi bangunan berbatasan langsung dengan fasilitas kilang minyak.

Sebanyak 60 personel gabungan dikerahkan dan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memadamkan api hingga proses pendinginan selesai.

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan (PMK) pada Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko, menjelaskan bahwa laporan pertama kali diterima melalui layanan darurat Mako PMK pukul 16.32 WITA.

"Tadi kita terima laporan jam 16.32 lewat telepon, melalui call center kita di Mako di 113," kata Eko saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WITA. Proses pemadaman utama berhasil diselesaikan sekitar pukul 17.40 WITA, yang kemudian dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 18.40 WITA untuk menyisir sisa bara api di bangunan seluas 20 x 30 meter persegi tersebut.

17082026 pemadaman api kebakaran Toko STB Tarakan 01
PNEDINGINAN - Petugas PMK Tarakan melakukan proses pendinginan dibantu relawan, di gudang penyimpanan sembako milik Toko STB di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Gudang Sembako Toko STB Tarakan Terbakar saat Libur Kemerdekaan, Asap Misterius Muncul dari Atap

Taktik Penyekatan di Area Rawan

Mengingat lokasi kebakaran menempel langsung dengan area operasional kilang minyak, petugas langsung menerapkan taktik penyekatan (blocking) agar api tidak merembet ke objek vital maupun ke mess pekerja di bagian belakang.

"Alhamdulillah kita berhasil melokalisir ya, informasi yang cepat karena asap juga membumbung tinggi. Jadi kebetulan sekali berbatasan langsung sama Pertamina. Teman-teman Pertamina malah beliau yang pukul pertama tuh," jelas Eko.

Petugas dari armada Pertamina dengan cepat menyemprotkan air dari balik tembok belakang gudang untuk menahan laju api.

"Pertamina workshop-nya mereka, gudang mereka, tempat markasnya brigade fire mereka di sebelah malah. Mereka main dari belakang. Nah, kita support supply," ujarnya.

Operasi ini memadukan unit fire dan supply dari Mako PMK, PMK Sektor Barat, armada Pertamina, pasokan air dari PDAM, serta pemanfaatan tandon air berkapasitas 50 ton di lokasi kejadian.

Petugas Kepolisian dari Polres Tarakan turut mengamankan arus lalu lintas di jalan protokol yang sempat dipadati warga.

Terjang Asap Pekat dan Mata Pedih

Dalam proses pemadaman di dalam gudang, petugas menghadapi tantangan berupa asap hitam tebal dan pedih yang berasal dari bakaran berbagai barang sembako, termasuk tumpukan sabun dan beras.

"Betul sekali. Isinya bahan makanan, ada kacang dan teman-temannya," ujar Eko. Mengenai tumpukan sabun yang ikut terbakar, ia membenarkan dampaknya pada kepekatan asap. "Betul sekali, iya. Asapnya pun pedas banget asapnya. Kena mata tuh pedas," katanya.

Kondisi tersebut memaksa petugas menggunakan perlengkapan pernapasan khusus (Breathing Apparatus) saat masuk menerobos kepulan asap.

"Kita pakai dua tadi. Ada dua nozzleman kita yang kita lengkapi dengan oksigen," tegasnya.

17082026 pemadaman api kebakaran Toko STB Tarakan 03
PEMADAMAN API - Kabid PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko didampingi Kasi Pemadaman, Irwan menjelaskan proses pemadaman api dalam insiden kebakaran di gudang penyimpanan sembako milik Toko STB di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Breaking News Gudang Penyimpanan Sembako Toko STB di Tarakan Terbakar, Saat Kejadian Karyawan Libur

Bangunan Sekitar dan Mess Pekerja Selamat

Meski api membakar habis mayoritas isi gudang hingga barang sembako tak lagi berbentuk, petugas berhasil memastikan api tidak menjangkau bangunan lain.

"Blocking-nya udah berhasil dengan baik lah tadi teman-teman dari Pertamina belakang," urainya. Saat ditanya mengenai mess pekerja di dekat gudang, Eko memastikan, "Enggak kena. Jadi ini gudang aja ini."

Mengenai penyebab pasti kebakaran maupun dugaan korsleting listrik, pihak PMK menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

"Kita enggak tahu ya, nanti teman-teman kepolisian itu yang lebih tahu," tutup Eko.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.