TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut 15 contoh puisi keindahan daerahku Sulawesi Selatan Makassar menggunakan majas untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 134 soal Menulis menceritakan keindahan daerahku dalam bentuk puisi Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
Baca juga: 15 Contoh Puisi Keindahan Daerahku Sulawesi Tengah Palu, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4
Bab 6 Satu Titik
Soal :
Menulis
Dapatkah kamu membayangkan Raja Ampat seperti yang digambarkan pengarang puisi tersebut? Sekarang bayangkan suatu tempat di daerahmu. Ceritakan keindahannya dalam bentuk puisi.
Tahap yang dapat kamu lakukan adalah sebagai berikut.
1. Tentukan tema puisimu.
2. Buat daftar kata yang sesuai untuk tempat tersebut.
Contoh: jernih, gemericik, dan sejuk --> puisi tentang air terjun
3. Carilah perumpamaan atau majas untuk menggambarkan tempat itu atau suasananya.
Contoh: bunyi empasan ombak --> seperti alunan musik
4. Tulislah puisimu di buku tulis.
5. Bacalah puisi tulisanmu dengan nyaring. Rasakan keindahannya.
Jika ada kata-kata yang terasa janggal atau belum sesuai, kamu dapat mengubahnya lagi.
Kunci jawaban :
Berikut 15 contoh puisi keindahan daerahku Sulawesi Selatan Makassar menggunakan perumpamaan atau majas :
1. Pantai Losari yang Bagai Permata Terbaring
Tema: Keindahan Ikon Kota Makassar dan Kehangatan Senja
Pantai Losari membentang indah bagai sabuk emas di pinggang kota,
Air lautnya tenang berkilau bagai cermin raksasa memantulkan cahaya.
Perahu-perahu nelayan berjejer rapi bagai burung yang beristirahat,
Menanti pagi datang kembali untuk melaut mencari rezeki di samudra.
Angin laut berhembus lembut membelai wajah bagai pelukan kasih sayang,
Membawa aroma garam dan kesegaran yang menyejukkan jiwa raga.
Jalan tepi laut ramai dikunjungi orang bagai bunga yang bermekaran,
Menikmati pemandangan indah sambil menanti matahari terbenam perlahan.
Saat senja tiba, langit berwarna jingga bagai kain sutra dilukis indah,
Cahaya matahari menyentuh permukaan air bagai menyapa dengan lembut.
Pemandangan itu sungguh memukau bagai lukisan Tuhan yang tiada tara,
Membuat hati yang lelah menjadi tenang dan damai seketika di sana.
Pantai Losari bagai wajah ramah kota Makassar yang menyapa setiap tamu,
Menunjukkan kebesaran Tuhan yang menciptakan segalanya dengan indah.
Mari kita jaga kebersihannya bagai menjaga wajah sendiri dengan tulus,
Agar tetap indah dan bersih menjadi kebanggaan warga selamanya di hati.
Penulis: Pitos Punjadi
2. Menara Phinisi yang Menjulang Megah
Tema: Keagungan Kapal Phinisi dan Simbol Keperkasaan Masyarakat Bugis-Makassar
Kapal Phinisi berdiri gagah bagai raksasa yang siap menembus samudra,
Layar-layarnya terbentang luas bagai sayap burung yang siap terbang tinggi.
Kayu-kayu yang menyusunnya kokoh bagai tulang punggung yang tak patah,
Menunjukkan keteguhan hati dan keahlian tangan yang tiada duanya itu.
Bentuknya anggun membelah ombak bagai angsa berenang di atas air,
Tetap tegap dan tenang meski diterjang badai yang datang bergulung-gulung.
Ia bagai lambang keberanian anak laut yang tak pernah takut menghadap gelombang,
Menembus batas cakrawala demi mencari rezeki di seberang lautan luas.
Setiap lekuk dan ukiran di badannya bagai kisah yang terukir abadi,
Menceritakan kebijaksanaan leluhur yang pandai membaca tanda alam.
Matahari terbit di belakangnya bagai mahkota keemasan yang bersinar terang,
Menjadikannya pemandangan paling agung di tepi pantai Makassar itu.
Kapal Phinisi bagai pusaka bangsa yang dijaga dengan penuh kasih,
Menunjukkan betapa hebatnya ciptaan tangan manusia yang dibimbing Tuhan.
Mari kita lestarikan keindahannya bagai menjaga warisan leluhur tercinta,
Agar tetap berlayar gagah membawa nama harum hingga ke seberang dunia.
Penulis: Pitos Punjadi
3. Selat Makassar yang Bagai Lautan Zamrud
Tema: Keindahan dan Kekayaan Selat yang Memisahkan Dua Pulau Besar
Selat Makassar membentang luas bagai hamparan kain zamrud yang indah,
Airnya biru jernih memantulkan langit bagai cermin yang tak pernah pecah.
Ombak bergerak tenang bagai napas bumi yang naik turun perlahan sekali,
Menghubungkan dan memisahkan dua pulau bagai jembatan air yang luas.
Di kejauhan tampak pulau-pulau kecil bagai permata yang terapung indah,
Dikelilingi air biru jernih bagai bingkai emas yang menghiasi lukisan.
Ikan-ikan berenang bebas di kedalaman bagai bunga yang berwarna-warni,
Menunjukkan bahwa selat ini kaya raya menyimpan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saat matahari bersinar terang, permukaan air berkilau bagai berlian,
Menyilaukan mata namun tetap memukau hati siapa pun yang memandangnya.
Angin berhembus sejuk membawa suara deburan ombak yang merdu terdengar,
Menjadi irama alam yang menenangkan jiwa dan menyejukkan hati raga.
Selat Makassar bagai sumber kehidupan yang tak akan pernah kering,
Menjadi saksi persaudaraan dua pulau yang saling melengkapi selamanya.
Mari kita jaga kejernihannya bagai menjaga darah yang mengalir di nadi,
Agar tetap biru dan kaya raya memberi berkah bagi anak cucu kelak datang.
Penulis: Pitos Punjadi
4. Benteng Rotterdam yang Tegap Menjaga
Tema: Keagungan Benteng Bersejarah dan Keteguhan yang Tak Tergoyahkan
Benteng Rotterdam berdiri tegap bagai kura-kura raksasa menatap laut,
Dindingnya tebal dan kokoh bagai perisai yang melindungi dari segala arah.
Batu-batu yang menyusunnya tersusun rapi bagai doa yang terucap tulus,
Menahan angin dan ombak yang datang menghantam sejak ratusan tahun lalu.
Pintu gerbangnya berdiri gagah bagai mulut yang tak pernah berdusta,
Menyimpan kisah masa lalu yang penuh perjuangan dan pengorbanan jiwa.
Dari atas temboknya tampak laut membentang luas bagai lautan tak bertepi,
Menyaksikan perubahan zaman yang terus berjalan bagai air mengalir terus.
Sinar matahari pagi menyinari dinding batu bagai cahaya harapan baru,
Membuatnya tampak bersinar keemasan bagai emas yang tak pernah berkarat.
Burung-burung terbang melintas di atasnya bagai menyapa penjaga setia,
Yang berdiri di sana sejak dulu hingga kini tanpa pernah berpindah tempat.
Benteng Rotterdam bagai saksi bisu sejarah yang tak pernah lupa waktu,
Menunjukkan keteguhan hati bagai batu yang tak tergoyahkan oleh badai.
Mari kita jaga keutuhannya bagai menjaga ingatan akan masa lalu,
Agar tetap berdiri tegap menjadi pelajaran bagi generasi selamanya.
Penulis: Pitos Punjadi
5. Gunung Lompobattang yang Menjulang Tinggi
Tema: Keagungan Gunung yang Menjadi Pelindung dan Sumber Kehidupan
Gunung Lompobattang berdiri gagah bagai raksasa yang bersandar tenang,
Puncaknya menyentuh awan bagai jari-jari raksasa menunjuk ke langit luas.
Pohon hijau menutupi tubuhnya bagai selimut zamrud yang paling indah,
Menyembunyikan rahasia alam yang tak terhitung jumlahnya oleh siapa pun.
Kabut pagi melingkar di lereng bagai selendang putih yang lembut dan tipis,
Menyembunyikan separuh wajah gunung bagai gadis yang malu-malu tampil.
Saat matahari naik tinggi, kabut perlahan hilang bagai asap yang lenyap terbawa,
Memperlihatkan keagungan gunung yang tampak gagah, perkasa, dan penuh wibawa.
Dari puncaknya tampak laut dan daratan menyatu bagai lukisan sempurna,
Selat Makassar tampak bagai pita biru yang melilit di pinggang bumi.
Angin berhembus kencang di puncak bagai pesan dari langit yang menyapa bumi,
Bahwa ciptaan Tuhan sungguh agung dan patut dipuja sepanjang masa hidup.
Gunung Lompobattang adalah penjaga tanah yang berdiri teguh sejak dulu,
Tak tergoyahkan oleh waktu bagai keyakinan yang tak pernah pudar sedikit pun.
Keindahannya memukau hati siapa saja yang berani mendakinya dengan tulus,
Menyadarkan kita betapa kecilnya manusia di hadapan ciptaan Tuhan Agung.
Penulis: Pitos Punjadi
6. Senja di Pantai Losari yang Berwarna Emas
Tema: Keindahan Langit dan Laut Saat Matahari Terbenam di Pantai
Matahari mulai turun perlahan bagai raksasa yang hendak beristirahat tenang,
Menyentuh permukaan air laut bagai menyentuh cermin yang berkilau indah.
Langit berubah warna menjadi jingga, merah, dan ungu bagai lukisan Tuhan,
Dilukis dengan kuas lembut menyebar warna ke segenap penjuru langit luas.
Cahaya senja jatuh ke air bagai jalan emas yang membentang jauh ke ufuk,
Menuju ke arah matahari yang perlahan hilang di balik cakrawala samar.
Perahu-perahu nelayan pulang beriringan bagai burung yang terbang berkelompok,
Membawa hasil tangkapan dan cerita hari yang telah dilalui dengan jaya.
Angin sore berhembus sejuk membelai wajah bagai pelukan hangat kasih sayang,
Membawa pesan damai dari kejauhan yang menenangkan hati yang lelah seharian.
Ombak kecil berkejaran ke tepi bagai anak-anak yang bermain riang gembira,
Menyambut datangnya malam yang membawa kedamaian dan ketenangan jiwa raga.
Senja di Losari bagai perpisahan yang penuh keindahan abadi selamanya,
Meskipun matahari hilang, cahayanya masih tertinggal di air dan di hati kita.
Keindahan ini mengajarkan kita bahwa perpisahan pun bisa indah dan tenang,
Seperti senja yang berkilauan sebelum malam datang menyelimuti bumi raya.
Penulis: Pitos Punjadi
7. Danau Tempe yang Bagai Cermin Raksasa
Tema: Keindahan Danau dan Kehidupan Masyarakat di Sekitarnya
Danau Tempe terbentang luas bagai cermin raksasa di tengah dataran rendah,
Airnya tenang memantulkan langit bagai lukisan yang tak pernah berubah.
Burung-burung air hinggap di permukaan bagai bunga yang berwarna-warni,
Menambah keindahan danau yang tampak damai dan menyejukkan hati raga.
Perahu-perahu nelayan melintas perlahan bagai daun yang hanyut di air,
Membawa harapan dan rezeki dari air yang penuh berkah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pohon-pohon tumbuh di tepian bagai penjaga setia yang menjaga ketenangan,
Menjaga kejernihan air yang menjadi sumber kehidupan warga di sekitarnya.
Saat matahari terbit, permukaan air berkilau bagai ribuan berlian,
Menyilaukan mata namun tetap memukau hati siapa saja yang melihatnya.
Angin berhembus lembut menciptakan riak kecil bagai senyum yang merekah,
Membuat siapa pun merasa damai bagai berada di dalam surga kecil itu.
Danau Tempe bagai anugerah Tuhan yang dijaga dengan penuh kasih,
Menunjukkan betapa baiknya Tuhan memberi kehidupan bagi makhluk-Nya.
Mari kita jaga kebersihannya bagai menjaga sumber kehidupan sendiri,
Agar tetap jernih dan penuh berkah bagi anak cucu di masa mendatang nanti.
Penulis: Pitos Punjadi
8. Kebun Kelapa dan Pala yang Hijau Luas
Tema: Kesuburan Tanah dan Kekayaan Hasil Bumi Sulawesi Selatan
Pohon kelapa dan pala berjejer rapi bagai barisan prajurit gagah perkasa,
Daunnya membentang hijau bagai payung besar yang meneduhkan bumi subur.
Buahnya bergantungan lebat bagai permata tersimpan di balik daun hijau,
Menjadi berkah yang mengalir membawa kemakmuran bagi tanah ini.
Di sela-sela pohon tumbuh rumput hijau yang segar bagai karpet zamrud indah,
Embun pagi masih menempel bagai butiran mutiara yang berkilau cemerlang.
Angin berhembus mendatangkan aroma tanah dan dedaunan yang segar sekali,
Membuat siapa pun yang melintas merasa tenang dan segar di hatinya selalu.
Burung-burung berkicau riang di sela dahan bagai menyanyikan lagu syukur,
Menyambut pagi yang datang membawa sinar matahari yang hangat menyentuh.
Petani tersenyum bahagia memetik buah bagai memetik bintang di langit luas,
Mengetahui bahwa kerja keras mereka berbuah manis bagai janji ditepati.
Tanah Sulawesi Selatan sungguh subur dan dermawan bagai ibu yang memberi,
Menghasilkan buah-buahan lezat yang menjadi kebanggaan daerah ini selalu.
Mari kita jaga kesuburannya dengan penuh kasih dan tanggung jawab bersama,
Agar senantiasa berbuah lebat dan memberi manfaat bagi kita semua nanti.
Penulis: Pitos Punjadi
9. Langit Pagi Makassar yang Cerah Berseri
Tema: Keindahan Langit dan Udara Pagi yang Segar dan Murni
Saat fajar menyingsing di ufuk timur, langit berwarna merah muda bagai pipi gadis malu,
Perlahan berubah menjadi biru cerah bagai kain sutra bersih dan halus sekali.
Awan putih berarak perlahan bagai domba yang berjalan santai tenang damai,
Diiringi sinar matahari yang muncul perlahan bagai emas bersinar terang benderang.
Udara pagi terasa sejuk dan segar bagai air dari mata air pegunungan tinggi,
Menembus paru-paru memberi semangat baru bagi tubuh yang lelah seharian.
Embun masih menempel di ujung daun bagai butiran intan berkilau cemerlang,
Bergoyang lembut saat angin berhembus pelan bagai menari menyambut pagi.
Burung-burung terbang tinggi membelah langit bagai pesawat meluncur bebas,
Berkicau riang menyambut hari yang baru bagai menyanyikan lagu syukur tulus.
Pohon-pohon terlihat segar dan hijau bagai baru saja mandi embun pagi,
Menampilkan keindahan yang murni alami tanpa campur tangan manusia sedikit pun.
Langit pagi di Makassar bagai kanvas dilukis penuh warna indah oleh Tuhan,
Menunjukkan kebesaran-Nya yang menciptakan segalanya dengan sempurna.
Mari kita jaga kebersihan udara agar tetap segar dan langit tetap biru cerah,
Agar anak cucu kelak tetap menikmati keindahan pagi yang sama indahnya.
Penulis: Pitos Punjadi
10. Pulau-pulau Kecil di Sekitar Makassar
Tema: Keindahan Kepulauan yang Menjadi Permata di Tengah Laut
Pulau-pulau kecil tersebar di laut bagai permata hijau yang terapung indah,
Dikelilingi air biru jernih bagai kaca bening memantulkan cahaya matahari.
Pasir putih di tepiannya halus bagai tepung yang paling lembut di dunia,
Menyambut setiap tamu yang datang dengan kehangatan dan keramahan hati.
Pohon kelapa berdiri tegap di tepi bagai penjaga setia yang tak pernah tidur,
Daunnya melambai ditiup angin bagai menyapa setiap orang yang berkunjung.
Terumbu karang tumbuh subur di dasar laut bagai taman bunga yang megah,
Menjadi rumah bagi ribuan ikan berwarna-warni yang berenang riang di sana.
Sinar matahari menyinari air bagai berlian yang jatuh berkilau cemerlang,
Membuat laut tampak berwarna-warni bagai pelangi yang jatuh ke bumi.
Angin berhembus sejuk membawa suara deburan ombak yang merdu terdengar,
Menciptakan suasana damai bagai berada di surga yang penuh kedamaian.
Pulau-pulau ini bagai anugerah Tuhan yang dijaga dengan penuh kasih,
Menunjukkan betapa indahnya ciptaan-Nya yang patut kita jaga selamanya.
Jangan biarkan tangan jahil merusak keindahan yang tiada duanya itu,
Agar tetap asri dan indah menjadi warisan bagi masa depan anak cucu.
Penulis: Pitos Punjadi
11. Sungai-sungai yang Mengalir Menuju Laut
Tema: Peran Sungai sebagai Sumber Kehidupan dan Keindahan Alam
Sungai-sungai mengalir tenang dari pegunungan menuju ke laut biru,
Airnya jernih mengalir membawa kehidupan bagi setiap makhluk yang hidup.
Tepiannya ditumbuhi pepohonan hijau bagai barisan penjaga yang setia,
Menjaga aliran air yang menjadi nadi kehidupan bagi tanah ini selamanya.
Ikan-ikan berenang riang di air bagai anak-anak bermain di halaman rumah,
Burung-burung hinggap di dahan bagai menyapa air yang mengalir terus.
Angin berhembus lembut membawa suara gemericik air yang merdu terdengar,
Menciptakan irama alam yang menenangkan jiwa dan menyejukkan hati raga.
Saat matahari terbit, permukaan air berkilau bagai ribuan berlian,
Menyinari perjalanan air yang terus mengalir tanpa pernah berhenti.
Menyatukan diri dengan laut bagai anak yang kembali ke pelukan ibu,
Menunjukkan bahwa setiap perjalanan pasti akan berakhir di tempat yang damai.
Sungai bagai kehidupan yang terus berjalan menuju tujuan yang pasti,
Mengajarkan kita untuk terus maju dan tidak pernah menyerah sedikit pun.
Mari kita jaga kebersihannya bagai menjaga aliran darah di dalam tubuh,
Agar tetap jernih dan mengalir berkah bagi warga selamanya di hati.
Penulis: Pitos Punjadi
12. Kebun Cengkeh dan Pala yang Harum Semerbak
Tema: Kekayaan Rempah-Rempah dan Keharuman Tanah Sulawesi Selatan
Kebun cengkeh dan pala membentang hijau bagai lautan zamrud yang luas,
Daun-daunnya menari ditiup angin bagai menyambut kedatangan setiap tamu.
Aroma harum rempah menyebar ke mana-mana bagai wewangian surgawi,
Menyegarkan jiwa dan raga yang lelah seharian bekerja dengan penuh kasih.
Pohon-pohon berdiri tegak menaungi tanah yang subur bagai payung luas,
Buahnya bergantungan lebat bagai permata berharga tersimpan rapi.
Petani tersenyum bahagia memetik buah bagai memetik bintang di langit,
Mengetahui bahwa kerja keras mereka berbuah manis bagai janji ditepati.
Tanah Sulawesi Selatan sungguh kaya raya bagai ladang rempah surgawi,
Menghasilkan harum dan manis yang dikenal hingga ke seberang lautan.
Angin berhembus membawa pesan kemakmuran dari tanah yang penuh berkah,
Bahwa Tuhan telah memberikan tanah yang baik bagi anak-anak-Nya di sini.
Mari kita jaga kesuburan tanah ini bagai menjaga warisan leluhur kita,
Agar senantiasa berbuah lebat dan harum semerbak ke segenap penjuru.
Agar nama Sulawesi Selatan tetap harum dikenal sepanjang masa oleh dunia,
Sebagai tanah yang kaya raya, subur, dan penuh berkah Tuhan Yang Maha Agung.
Penulis: Pitos Punjadi
13. Matahari Terbit di Tepian Makassar
Tema: Keindahan Fajar dan Harapan Baru yang Datang Setiap Pagi
Saat fajar menyingsing di ufuk timur, langit berwarna merah muda bagai pipi gadis malu,
Cahaya matahari perlahan muncul dari balik cakrawala bagai emas bersinar terang.
Sinarnya menyinari permukaan air laut bagai ribuan berlian berkilauan,
Membuat laut tampak bagai lautan emas yang berkilau memukau hati siapa pun.
Angin pagi masih berhembus sejuk membawa kesegaran dari samudra luas,
Ombak kecil berkejaran ke tepi menyapa pagi yang baru datang itu.
Burung-burung mulai terbang mencari makan bagai menyambut hari dengan semangat,
Suara kicauannya terdengar merdu bagai lagu syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan.
Pemandangan matahari terbit di tepian sungguh indah bagai mimpi yang nyata,
Memberikan harapan baru dan semangat bagi setiap jiwa yang menyaksikannya.
Setiap pagi Tuhan menyapa kita dengan keindahan yang tiada duanya itu,
Mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan memulai hari dengan penuh kasih.
Matahari terbit bagai harapan baru yang datang menyapa setiap pagi,
Mengingatkan kita bahwa setelah gelap selalu datang cahaya yang terang benderang.
Mari kita sambut setiap pagi dengan senyuman dan hati yang penuh syukur,
Menjaga keindahan alam ini agar tetap indah menyapa setiap hari kita.
Penulis: Pitos Punjadi
14. Pasar dan Keramaian yang Penuh Kehidupan
Tema: Kehidupan Masyarakat dan Kekayaan Hasil Bumi yang Melimpah
Pasar tampak ramai dan hidup bagai sarang lebah yang sibuk bekerja,
Warga datang berdagang dengan penuh semangat dan keramahan hati.
Hasil laut dan darat tertumpuk rapi bagai gunung yang penuh berkah,
Menunjukkan bahwa tanah ini sungguh diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Suara tawar-menawar terdengar saling bersahutan bagai musik kehidupan,
Penuh tawa dan senyum yang tulus menunjukkan kehangatan hati warga.
Setiap orang tampak ramah dan sopan bagai saudara yang saling menyapa,
Menunjukkan budi pekerti luhur yang diwarisi dari leluhur tercinta.
Hasil laut yang segar dan hasil kebun yang harum semerbak memenuhi tempat,
Membuktikan bahwa alam memberi dengan melimpah kepada anak-anaknya.
Kita hanya perlu merawat dan menjaganya dengan penuh kasih sayang tulus,
Agar selalu melimpah berkahnya bagi kita dan anak cucu kelak datang.
Kehidupan yang penuh semangat ini bagai cermin jiwa anak Makassar yang teguh,
Pekerja keras, ramah, dan tak pernah menyerah menghadapi segala hal.
Mari kita jaga semangat itu bagai menjaga api yang tak pernah padam,
Selalu bersyukur dan bekerja keras menjaga kelestarian alam selamanya.
Penulis: Pitos Punjadi
15. Sulawesi Selatan Tanah Kelahiranku
Tema: Cinta, Kebanggaan, dan Janji Menjaga Tanah Kelahiran
Sulawesi Selatan, tanah kelahiranku yang kaya raya dan indah permai,
Laut biru, gunung gagah, dan tanah subur menyatu bagai lukisan abadi.
Setiap jengkal tanahnya menyimpan berkah bagai ladang amal yang tak habis,
Menjadi tempat kami tumbuh, berkembang, dan hidup penuh kasih sayang tulus.
Gunung-gunung berdiri tegap menjadi penjaga yang tak pernah tidur lelap,
Laut yang luas menyimpan kekayaan bagai peti harta karun yang terbuka.
Sawah dan kebun tumbuh subur menghasilkan berkah tiada henti mengalir,
Tanah yang subur memberi makan bagi kami semua dengan penuh kasih sayang.
Keindahan alammu bagai mutiara yang berkilau di lautan luas biru,
Semakin dilihat semakin terang menunjukkan kemuliaan Tuhan Yang Maha Agung.
Kami bangga menjadi anak-anakmu lahir dan tumbuh di dadamu yang subur,
Berjanji menjagamu bagai menjaga mata di dalam kepala sendiri selalu.
Sulawesi Selatan, tanah pertiwi yang kami cintai sepenuh jiwa raga,
Keindahanmu abadi bagai cinta yang tak akan pernah pudar oleh waktu.
Kami akan menjagamu agar tetap indah, hijau, dan kaya raya terus,
Agar namamu tetap harum dan dikenal sepanjang masa oleh seluruh dunia.
Penulis: Pitos Punjadi
Demikian 15 contoh puisi keindahan daerahku Sulawesi Selatan Makassar menggunakan majas untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 134 soal Menulis menceritakan keindahan daerahku dalam bentuk puisi Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )