Bebaskan Ngawi dari Stunting, Program PASTI Sukses Selamatkan Ratusan Baduta dan Diwariskan
Dyan Rekohadi August 17, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, NGAWI – Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) resmi mengakhiri masa implementasinya di Kabupaten Ngawi melalui kegiatan Diseminasi Hasil dan Pembelajaran Program PASTI di Kurnia Convention Hall, Ngawi, Senin (17/8/2026).

Penutupan program kemitraan multipihak itu menjadi ajang alih pengetahuan serta penyerahan silabus berharga kepada pemerintah daerah setempat.

Langkah kolaboratif ini diharapkan terus membentengi anak-anak di pedesaan dari ancaman gangguan pertumbuhan demi mewujudkan target zero stunting di Ngawi.

Baca juga: Sosok Joko Purnomo Bikin Prabowo Terpukau, Petani Ngawi Panen 9 Ton Padi per Hektare

 

Sukses Selamatkan Ratusan Baduta

Sejak 2025 hingga 2026, Program PASTI sukses mengintervensi 83,9 persen atau 407 dari 485 baduta berisiko stunting hingga status gizinya kembali normal.

Program PASTI berfokus pada tiga pendekatan utama, yaitu meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dan gizi berbasis masyarakat, mendorong praktik gizi yang baik pada remaja dan calon pengantin, serta memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola kolaboratif.

Selama masa implementasi, Program PASTI telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader, relawan, serta masyarakat dalam mengembangkan berbagai intervensi berbasis masyarakat.

Program PASTI juga berhasil menjangkau 2.782 orang dewasa, 808 remaja usia 15-19 tahun, dan 485 Baduta (bayi bawah dua tahun) yang tersebar di 29 desa dan kelurahan di Kabupaten Ngawi.

Capaian manis melalui Pos Gizi DASHAT itu turut memperkuat kapasitas 26 anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat daerah.

Inisiatif hasil kemitraan Kemendukbangga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Yayasan Wahana Visi Indonesia, dan Yayasan Cipta itu menjangkau 29 desa.

"Sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam melanjutkan upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan," kata Hotmianida Panjaitan, Program Manager PASTI, Senin (17/8/2026).

“Anak-anak adalah masa depan kemajuan suatu daerah. Oleh karena itu, melalui Program PASTI, kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak, baik di tingkat desa maupun kabupaten, mendapatkan hak dasarnya atas gizi yang cukup dan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya," jelas Hotmianida.

"Pengentasan stunting bukan sekadar permasalahan internal keluarga, melainkan merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama dan berkelanjutan," tambah Hotmianida.

"Sebaliknya, seluruh praktik baik, pembelajaran, dan kemitraan yang telah terbangun diharapkan terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting," ungkap Hotmianida.

Baca juga: Kabupaten Ngawi Alami Krisis Guru, Anggota DPRD Jatim Ini Siap Kawal Solusi

 

Apresiasi Bupati dan Alih Pengetahuan

Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi intervensi gizi serta perbaikan pola asuh yang dihadirkan Program PASTI.

Ia menilai kesalahan pola asuh serta keterbatasan fasilitas pedesaan kerap menjadi akar utama pemicu tengkes pada Balita.

Dokumen silabus yang diserahkan akan dipraktikkan jajaran Pemkab Ngawi secara berkelanjutan demi mencetak generasi emas yang sehat.

"Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi Program PASTI yang telah memberi kami wawasan mengenai pola asuh, serta membantu kami melalui berbagai intervensi, khususnya terkait praktik gizi baik. Harapannya, silabus yang telah diserahkan kepada kami nantinya dapat kami praktikkan demi keberlanjutan usaha penurunan stunting, dan untuk menyongsong Kabupaten Ngawi zero stunting," terang Ony.

Sebagai catatan, program PASTI merupakan program kemitraan antara Kemendukbangga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA, yang diimplementasikan oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia bersama Yayasan Cipta. 

Program ini bertujuan untuk mempercepat pencegahan dan penurunan stunting, melalui penguatan layanan kesehatan dan gizi berbasis masyarakat, perubahan perilaku, serta penguatan tata kelola kolaboratif di tingkat daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.