Peduli Korban Gempa Flores, Pemilik Kos di Kupang Gratiskan 5 Kamar untuk Mahasiswa Selama 3 Bulan
Apolonia Matilde August 18, 2026 07:19 AM

 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon


POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepedulian terhadap mahasiswa asal wilayah terdampak gempa bumi di Pulau Flores ditunjukkan Max Sabaat, pemilik kos asal Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Max Sabaat menawarkan lima kamar kos secara gratis selama tiga bulan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan berasal dari daerah yang terdampak gempa bumi.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores dan sekitarnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan menyebabkan sejumlah wilayah terdampak dan membuat masyarakat membutuhkan bantuan.

Tergerak oleh kondisi tersebut, Max memilih memberikan bantuan sesuai kemampuannya dengan menyediakan tempat tinggal sementara bagi mahasiswa yang mungkin kesulitan pulang atau keluarganya terdampak bencana.

Melalui pesan yang dibagikannya, Max menyampaikan tawaran tersebut kepada mahasiswa asal Flores yang sedang kuliah di Kota Kupang.

"Syalom kaka, adik, basodara sekalian. Sehubungan dengan musibah (gempa bumi) yang terjadi di Pulau Flores, saya menawarkan bagi teman-teman mahasiswa yang sementara kuliah di Kota Kupang yang kebetulan berasal dari daerah terdampak untuk bisa menempati kamar kos yang tersedia selama tiga bulan secara gratis," pesan Max yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin 17 Agustus 2026.

Untuk tahap awal, Max menyediakan sebanyak lima kamar kos yang dapat ditempati mahasiswa selama tiga bulan tanpa dikenakan biaya sewa.

"Untuk sementara lima kamar," lanjutnya.

Kos tersebut berlokasi di Jalan Sanjuan 4, Lanudal Penfui.

Mahasiswa yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan kamar tersebut dapat menghubungi Max Sabaat melalui nomor telepon +62 823-4062-4060.

Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat di sekitar Kota Kupang terhadap mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana di Pulau Flores.

Bagi Max, membantu korban bencana tidak selalu harus dalam bentuk uang atau kebutuhan pokok. Penyediaan tempat tinggal sementara juga menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat meringankan beban mahasiswa selama kondisi pasca bencana.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal sementara akibat dampak gempa bumi yang melanda wilayah asal mereka. (rey)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.