Renungan Katolik Hari Selasa 18 Agustus 2026, Meninggalkan Segala Sesuatu
Gordy Donovan August 18, 2026 10:47 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Selasa 18 Agustus 2026.

Tema renungan Katolik “Meninggalkan segala sesuatu”

Renungan Katolik untuk hari Selasa biasa XX, Santa Helena: Santo Santa 18 Agustus, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 18 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Selasa 18 Agustus 2026, Jangan Sampai Berkat Menjadi Belenggu

Bacaan Pertama : Yeh 28:1-10

Raja Tirus menganggap dirinya Allah

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah: Engkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku ini Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.’ Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. 

Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 

Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau menjadi sombong.” Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, 

maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu.

Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan.

Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku ini Allah!’? Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah.Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannnya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab

Refren :Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.

Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.”

Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu.” Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.

Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat menghalau sepuluh ribu orang, kecuali kalau Allah gunung batu mereka, telah menjual mereka, dan menyerahkan mereka.

Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.

Bait Pengantar Injil:2Kor 8:9

Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Bacaan Injil : Mat 19:23-30

“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum, daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

“Meninggalkan segala sesuatu”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Ada banyak cara orang mengejar hidup yang lebih baik: mengejar kesempatan, keamanan, kenyamanan, dan kadang juga “pegangan” berupa harta atau status. Tetapi Injil hari ini, Yesus berbicara tentang betapa sulitnya orang yang menaruh harap pada kekayaan untuk masuk Kerajaan Allah. Lalu Ia mengangkat harapan baru: ketika seseorang meninggalkan segala sesuatu demi Tuhan, Allah justru memberi jauh lebih banyak, baik dalam hidup kini maupun dalam masa depan.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam bacaan ini (Yeh. 28:1-10), Yehezkiel menubuatkan tentang seorang pemimpin yang meninggikan dirinya: ia seolah merasa paling kuat, paling bijaksana, dan seperti “allah”. Namun Allah menyingkap bahwa kesombongan dan keyakinan pada diri sendiri membawa kejatuhan. Allah memanggil kita keluar dari ilusi kesombongan dan kembali pada kebenaran: hanya Tuhan yang menjadi sumber hidup. Dalam Injil (Mat.19:23-30), Yesus menyatakan kalimat yang mengejutkan: unta lebih mudah masuk lubang jarum dibanding orang kaya masuk Kerajaan Allah. Dan Petrus bertanya, apa yang akan diterima murid yang mengikuti Yesus. Yesus menjawab: siapa yang meninggalkan apa pun demi nama-Nya akan menerima banyak, dan dalam dunia baru akan memperoleh hidup kekal. Refleksi kita adalah “Tuhan menuntut pertobatan”: Masalah utama bukan selalu pada benda, tetapi pada hati: apakah kita percaya bahwa keselamatan hidup datang dari apa yang kita miliki, bukan dari Tuhan? Hari ini kita diajak jujur: apa “berhala baru” dalam hidup kita: uang, pengaruh, reputasi, atau rasa aman? “Meninggalkan”: Kita tidak selalu dipanggil untuk kehilangan pekerjaan atau tanggung jawab. Tetapi kita dipanggil untuk meninggalkan cara hidup lama: bukan lagi hidup untuk menguasai, melainkan hidup untuk mengabdi; bukan mengejar lebih banyak untuk menegaskan diri, tetapi mengejar kebaikan karena Tuhan. “Tuhan memberi balasan”: Yesus tidak menyembunyikan bahwa mengikuti-Nya membutuhkan pengorbanan. Namun Ia juga menyingkap bahwa pengorbanan itu punya buah: relasi yang dipulihkan, hati yang makin bebas, dan pengharapan yang kokoh. Nilai Kerajaan Allah tidak selalu segera terlihat, tetapi nyata dan pasti.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama, “Meninggalkan segala sesuatu” berarti meninggalkan kepercayaan yang bertumpu pada kekayaan dan diri. Kedua, pertobatan Injil menyentuh hati: Tuhan jadi pusat hidup, dialah yang membentuk pilihan kita. Ketiga, mengikuti Yesus selalu punya buah: Allah mengganjar dengan harapan, pemulihan, dan hidup kekal. Tuhan memberkati kita. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.