Tali Bendera Lepas dari Rel, Remaja di Banyuasin Panjat Tiang 12 Meter Demi Merah Putih Berkibar
Odi Aria August 18, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN- Pengibaran Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Karang Anyar, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, sempat terhenti.

Insiden tersebut terjadi saat upacara pengibaran bendera pada Senin (18/8/2026). Tali yang digunakan untuk menaikkan bendera tiba-tiba keluar dari rel tiang sehingga Sang Merah Putih yang sudah siap dikibarkan tidak dapat ditarik ke atas.

Situasi tersebut membuat sejumlah warga spontan berupaya memperbaiki tali agar prosesi pengibaran bendera tetap dapat dilanjutkan.

Kepala Desa Karang Anyar, Sukoco, mengatakan awalnya seorang warga bernama Ngadiman mencoba naik ke tiang bendera.

Namun, upaya tersebut dibatalkan karena dikhawatirkan bobot tubuhnya dapat membuat tiang bendera patah.

"Ada yang pertama berupaya naik namanya Ngadiman. Karena bobot tubuhnya yang berat dan memang sudah dewasa, saat naik ditakutkan membuat tiang bendera patah sehingga dibatalkan," kata Sukoco saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com/Sripoku.com, Selasa (19/8/2026).

Setelah itu, seorang remaja bernama Rizki memberanikan diri memanjat tiang bendera setinggi sekitar 12 meter.

Dengan bantuan warga yang menahan tiang dari bawah, Rizki perlahan memanjat hingga mencapai bagian atas tiang.

Sesampainya di puncak, Rizki berhasil mengembalikan tali yang keluar dari rel. Setelah turun, proses pengibaran Sang Merah Putih pun kembali dilanjutkan.

Seluruh peserta upacara kemudian memberikan penghormatan ketika bendera Merah Putih kembali dikibarkan.

Sukoco mengapresiasi keberanian Rizki dan warga lainnya yang secara spontan membantu mengatasi kendala tersebut.

Menurutnya, meskipun persiapan upacara telah dilakukan sedemikian rupa, insiden di lapangan tetap dapat terjadi.

"Saya sangat mengapresiasi bentuk dari warga yang memanjat tiang bendera demi berkibarnya Sang Merah Putih. Ini juga bentuk kecintaan warga saya dan rasa nasionalisme, agar Merah Putih tetap bisa berkibar meski sempat ada insiden," ujarnya.

Tak hanya upacara, Pemerintah Desa Karang Anyar juga menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berbagai perlombaan dan turnamen olahraga digelar, mulai dari sepak bola, bola voli hingga permainan rakyat lainnya.

Sukoco mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun dan selalu dinantikan masyarakat.

"Setiap tahun dari Pemdes Karang Anyar selalu mengadakan berbagai kegiatan yang memang selalu ditunggu masyarakat, setiap setahun sekali. Selain itu, antusias warga Desa Karang Anyar juga sangat tinggi untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemdes Karang Anyar," katanya.

Sementara terkait efisiensi anggaran dan berkurangnya dana desa, Sukoco memastikan pembangunan di Desa Karang Anyar tetap berjalan sesuai kemampuan dan aturan.

Menurutnya, pemerintah desa dapat memanfaatkan sumber pendanaan lain, seperti Pendapatan Asli Desa (PADes) dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Bisa tetap membangun dengan menggunakan PADDes dan CSR perusahaan. Memang kurang maksimal, tetapi progresnya tetap ada untuk pembangunan di desa. Kalau saya dengan dana yang ada pembangunan desa tetap dijalankan sesuai aturan, pastinya saya tetap berkeinginan untuk memajukan desa," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.