Margono Djojohadikusumo Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 2026, Begini Respons Keluarga
jonisetiawan August 18, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo kembali muncul dalam daftar tokoh yang diusulkan memperoleh gelar Pahlawan Nasional.

Sosok yang dikenal sebagai kakek Presiden Prabowo Subianto dari pihak ayah itu menjadi salah satu dari dua tokoh asal Jawa Tengah yang diajukan pada 2026.

Namun, perjalanan Margono menuju gelar Pahlawan Nasional ternyata belum sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah proses pengajuan yang terus berlangsung, muncul satu persoalan penting: pihak keluarga disebut belum bersedia mengajukan Margono untuk memperoleh gelar tersebut.

Kondisi itu membuat pengusulan Margono menjadi sorotan tersendiri. Sebab, meski pemerintah daerah telah melakukan kajian dan menyatakan namanya layak diusulkan, proses tersebut masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum keputusan akhir ditetapkan pemerintah pusat.

Baca juga: Atraksi Spektakuler Kopassus: Bentangkan Bendera Raksasa Bergambar Prabowo di Langit Ibu Kota

Dua Nama dari Jawa Tengah Masuk Pengusulan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini mengusulkan dua tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Selain Margono Djojohadikusumo, terdapat nama KH Sholeh Darat dari Kota Semarang. KH Sholeh Darat dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur membenarkan bahwa kedua nama tersebut masuk dalam daftar usulan calon Pahlawan Nasional dari Jawa Tengah.

"Ya tahun ini ada dua nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional yaitu Kiai Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo, mbahnya Pak Prabowo," ungkap Imam.

Pengusulan calon Pahlawan Nasional sendiri merupakan agenda yang dilakukan setiap tahun. Proses tersebut biasanya dikaitkan dengan momentum Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Untuk tahun ini, tahapan pengajuan kedua tokoh tersebut masih berjalan di tingkat pemerintah pusat. Masing-masing nama sebelumnya diajukan oleh kelompok masyarakat yang berasal dari daerah asal tokoh.

"Ya sedang proses," jelas Imam.

Pengajuan Margono Masih Menghadapi Kendala

Di balik masuknya nama Margono dalam usulan tersebut, terdapat persoalan yang membuat proses pencalonannya belum sepenuhnya berjalan lancar.

Imam menyebut pihak keluarga Presiden Prabowo Subianto belum bersedia mengajukan Margono untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

"Keluarga Presiden, belum mau diajukan," ujarnya dilansir dari TribunJateng, Senin (17/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski pemerintah daerah telah melakukan pengkajian dan memasukkan nama Margono sebagai calon, proses pengajuan masih menghadapi persoalan dari sisi keluarga.

Margono sendiri merupakan tokoh asal Banyumas sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto dari pihak ayah. Namanya kembali mendapatkan perhatian seiring dengan masuknya usulan calon Pahlawan Nasional dari Jawa Tengah tahun ini.

Baca juga: Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik, Komunitas Ojol Bantah: Jarak Lebih Jauh, Ongkos Lebih Murah

Tim Kajian Nyatakan Margono Layak Diusulkan

Sebelum nama calon disampaikan kepada pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah terlebih dahulu melakukan kajian.

Imam menjelaskan, kajian terhadap Margono Djojohadikusumo dan KH Sholeh Darat dilakukan oleh tim yang dibentuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Tim tersebut melakukan pengkajian terhadap kedua tokoh sebelum hasilnya diteruskan ke pemerintah pusat.

Berdasarkan hasil kajian di tingkat daerah, kedua tokoh dinilai layak untuk diajukan sebagai calon Pahlawan Nasional.

"Pengkajian dari daerah lalu kami usulkan ke pusat," imbuh Imam.

Dengan selesainya tahapan pengkajian di daerah, proses selanjutnya berada di tingkat pemerintah pusat. Pemerintah pusat akan melakukan penilaian terhadap usulan yang telah disampaikan.

Artinya, masuknya nama Margono dalam daftar usulan belum serta-merta membuatnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Masih terdapat tahapan yang harus dilalui sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Peluang Margono Masih Terbuka

Meski menghadapi kendala, peluang Margono Djojohadikusumo untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional masih terbuka.

Begitu pula dengan KH Sholeh Darat. Kedua tokoh tersebut masih harus menjalani rangkaian proses penilaian di tingkat pemerintah pusat.

Apabila seluruh persyaratan dan tahapan dapat dipenuhi sesuai ketentuan, keduanya berpeluang memperoleh gelar bergengsi tersebut.

Namun, perjalanan menuju gelar Pahlawan Nasional bukanlah proses yang singkat. Usulan dari daerah harus melalui penilaian lebih lanjut sebelum akhirnya keputusan ditetapkan.

Baca juga: Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Tuntut Ganti Rugi Waduk Kedung Ombo

Bukan Kali Pertama Nama Margono Diusulkan

Pengusulan Margono Djojohadikusumo sebagai calon Pahlawan Nasional sebenarnya bukan hal baru.

Pada 2025, nama kakek Presiden Prabowo Subianto itu juga pernah didorong untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Yayasan Merah Putih Peduli mengusulkan Margono sebagai calon Pahlawan Nasional melalui kegiatan "Seminar Nasional dan Bedah Buku" yang digelar di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, pada Sabtu (15/2/2025).

Dengan kembali munculnya nama Margono dalam usulan Pemprov Jawa Tengah pada 2026, perjuangan untuk mengangkat namanya sebagai calon Pahlawan Nasional kembali menjadi perhatian.

Kini, prosesnya masih berlanjut. Pemerintah daerah telah menyampaikan hasil kajian, sementara pemerintah pusat menjadi pihak yang akan melakukan tahapan penilaian berikutnya.

Di sisi lain, persoalan mengenai sikap keluarga masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pengajuan tersebut.

Menanti Tahapan Berikutnya

Usulan dua tokoh asal Jawa Tengah ini pada akhirnya menjadi bagian dari rangkaian panjang untuk menentukan siapa saja yang dinilai layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Margono Djojohadikusumo memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan perjalanan bangsa, sekaligus merupakan bagian dari keluarga Presiden Prabowo Subianto. Sementara KH Sholeh Darat dikenal luas karena kiprahnya sebagai ulama dan kontribusinya dalam penyebaran Islam di Jawa.

Keduanya kini masih berada dalam tahap proses pengusulan.

Untuk Margono, perhatian publik tidak hanya tertuju pada rekam jejak dan hasil kajian pemerintah daerah, tetapi juga pada persoalan bahwa pihak keluarga disebut belum bersedia mengajukannya.

Pada akhirnya, keputusan mengenai apakah Margono Djojohadikusumo dan KH Sholeh Darat akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional masih menunggu seluruh proses yang berlangsung di tingkat pemerintah pusat.

Perjalanan itu belum selesai. Nama Margono masih berada dalam daftar usulan, sementara keputusan akhir tetap harus menunggu hasil penilaian sesuai mekanisme yang berlaku.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.