TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Posisi duduk Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo dalam upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara menjadi perbincangan.
Jokowi yang mengenakan pakaian adat duduk di samping Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal itu membuat Prabowo duduk diapit Jokowi dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menyaksikan atraksi pesawat tempur.
Warga asal Jakarta, Nuriyatul Hikmah (25), mengaku heran saat menyaksikan tayangan langsung peringatan HUT RI di layar kaca
"Sebagai warga biasa, melihatnya aneh saja di layar kaca. Pimpinan tertinggi negara kan dikepalai oleh presiden dan wakil presiden, seharusnya yang berhak berkedudukan sejajar hanya dua. Lantas kenapa ada tiga?" ujar Nuri saat dimintai tanggapannya, Selasa (18/8/2026).
Nuri juga mengomentari sorotan kamera yang berulang kali memperlihatkan konfigurasi tiga tokoh tersebut.
Menurutnya, jika terdapat mantan presiden lain di area tersebut, pemandangan yang ditampilkan tetap memunculkan pertanyaan publik.
"Kalau sepengetahuan saya waktu kuliah jurusan Public Relations dan mempelajari protokoler, tempat duduk di samping Pak Prabowo seharusnya Sekjen jika beliau tidak membawa istri.
Atau mungkin Pak Jokowi pendampingnya? Soalnya di samping Pak Gibran ada Ibu Selvi. Penempatan seperti itu jadi memunculkan multitafsir," katanya.
Ia berpendapat bahwa secara etika protokoler, seorang mantan presiden biasanya ditempatkan bersama jajaran purna-tugas lainnya di area khusus mantan pejabat negara.
Di sisi lain, ia meminta pemerintah tak terlalu berlebihan dalam merayakan HUT Ke-81 RI tahun ini.
Nuri mengingatkan bahwa masih ada sejumlah tugas pemerintah yang lebih dibutuhkan publik.
"Jangan lah panas-panasin warga. Bencana di NTT lebih butuh perhatian, udahan dulu bikin warga marah-marah.
Hari ini saya merasa bersyukur Indonesia merdeka, tapi rakyatnya sepertinya belum sepenuhnya merdeka," tutur Nuri.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan penempatan posisi duduk tersebut merupakan permintaan langsung dari Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan kepada para mantan presiden yang hadir.
"Ya tadi kebetulan kan memang beberapa Presiden terdahulu yang berkesempatan hadir, karena Ibu Megawati dan Pak SBY berhalangan hadir dan Bapak Presiden sebagaimana biasa memberikan penghormatan," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Prasetyo mengungkapkan, perubahan susunan tempat duduk tersebut dilakukan secara situasional, khususnya saat agenda menyaksikan pertunjukan udara dan pertunjukan seni budaya.
"Sehingga tadi tempat duduk juga terutama pada saat apa, mau menyaksikan demo udara maupun pertunjukan kesenian kan minta juga untuk apa namanya dirubah sehingga ada beberapa yang maju ke depan kan gitu," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kapasitas tempat duduk di area mimbar utama memang memiliki keterbatasan.
Meski begitu, penyesuaian tempat dilakukan tanpa mengurangi rasa hormat pihak panitia kepada para tamu undangan.
"Jadi situasional itu kita sesuaikan meskipun juga tadi karena keterbatasan juga tidak bisa semuanya berada di depan kan begitu. Tidak mengurangi rasa hormat kami sebagai panitia," tutur Prasetyo.
Baca juga: Sidang Perdana Dokter Tifa Perkara Dugaan Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Ditunda ke 13 Agustus
Baca juga: Jokowi Sebut PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Hanya Masuk Senayan
Baca juga: Jokowi Berkenan Terima Kader PSI di Solo Jika Ada Masalah yang Tidak Selesai