Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gempa yang berpusat di koordinat 8,33° Lintang Selatan (LS) dan 121,32° Bujur Timur (BT), sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut meninggalkan luka, duka, serta trauma mendalam bagi warga.
Gempa itu tergolong dangkal karena pusat gempanya berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan warga di sejumlah wilayah di Flores, termasuk Kabupaten Nagekeo.
Baca juga: Gempa Flores Rusak Rumah Warga, 11 KK di Hokor Sikka Mengungsi ke Tenda Darurat dari Bambu
Di tengah kepanikan, warga yang berada di sekitar pusat gempa mengalami berbagai peristiwa yang mengagetkan.
Selain bangunan yang mengalami kerusakan, warga melaporkan adanya retakan tanah hingga semburan air panas dari dalam tanah.
Salah satu kesaksian datang dari Hasim Wungo, warga RT 06, Dusun Muara, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Hasim menceritakan bahwa saat gempa mengguncang, tanah di sekitar rumahnya tiba-tiba mengalami retakan.
Dari retakan tersebut kemudian muncul semburan air panas. Bahkan, semburan air panas juga muncul dari dalam bangunan rumah.
"Saat terjadi gempa kemarin, tanah di sini retak dan mengeluarkan air panas. Airnya panas sekali," ungkap Hasim pada Senin (17/8/2026) sore.
Saat memberikan kesaksian, Hasim menunjukkan bekas retakan tanah serta sisa-sisa puing rumahnya yang ambruk akibat guncangan gempa.
Baca juga: Lihat Anak-anak Masih Cemas Pascagempa Flores, Ketua DPRD Sikka Dorong Trauma Healing
Menurutnya, kemunculan air panas tersebut semakin membuat warga panik.
Begitu gempa terjadi, warga berhamburan menyelamatkan diri karena khawatir terjadi sesuatu yang lebih buruk.
Semburan air panas tersebut tidak hanya muncul di sekitar rumah Hasim.
Sejumlah titik lain di sekitar permukiman warga Desa Tonggurambang juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.
Bahkan, semburan air panas terlihat di beberapa bagian lahan persawahan yang berada di samping rumah Hasim.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Saat gempa susulan terjadi, semburan air panas dari dalam tanah sudah tidak lagi terlihat.
Peristiwa tersebut menambah pengalaman warga Nagekeo dalam menghadapi gempa dahsyat yang mengguncang Flores.
Di tengah kerusakan dan kepanikan, warga masih menyimpan trauma akibat guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba.
Kesaksian mengenai tanah retak dan semburan air panas tersebut kini menjadi salah satu cerita warga tentang dahsyatnya gempa yang mengguncang wilayah Nagekeo pada Sabtu pagi. (Bet)